Gairah Ranjang Sersan Daychi

Gairah Ranjang Sersan Daychi
Kambuh?


__ADS_3

Sudah 3 hari lamanya kepergian Whuang dari Kediaman. selama itu pula Daychi selalu membantai semua orang di Kediamannya hingga hanya menyisakan Eva dan Seung itu-pun nyaris mereggang nyawa kalau tidak diselamatkan oleh Fang yang tak lagi memperbolehkan para pelayan masuk ke dalam Kediaman.


Para anggota berusaha terus mencari wanita-wanita malam yang jadi santapan Iblis jantan yang tengah meluapkan semua emosinya pada semua itu.


"Bagaimana ini? Sersan sama sekali tak bisa mengontrol dirinya." resah Gamaru yang melihat dari luar kamar Club dimana Daychi tengah mengoyak daging merah itu dengan umpatan marah akan kepergian Whuang.


"Kau tak akan bisa jauh!!!! kau tak akan bisa melakukan apapun!!!"


Suara bentakannya terdengar mengalun beriringan dengan suara teriakan para wanita yang ia siksa melampiaskan bara api di kepalanya.


Fang hanya melihat dengan datar. Hanya ini yang bisa mereka lakukan untuk sementara agar Sersannya tak mengetahui keberadaan Whuang karna Klan Herchier Jerman itu juga membantu mereka sementara waktu.


"Berapa pasokan tahanan lagi?"


"Tak ada!" jawab Gamaru mengangkat tangannya ampun. Semua tahanan yang ada di ruang gelap sudah di habisi Daychi kemaren hingga 3 hari ini menjadi pembantaian masak bagi mereka.


Klan Ryoto sangat berpengaruh di wilayah China hingga mereka bebas ingin melakukan apapun. orang-orang yang Daychi lenyapkan itu tak ada lagi datanya di pemerintah atau tentang keluarga.


"Sekarang, pasokan daging terlalu banyak! Metina sudah kualahan memakannya." sambung Gamaru agak merinding melihat kedalam remangan itu.


"Cepat kau hubungi Zuan! mereka harus membuat keputusan karna kita tak bisa menahan Sersan lebih lama, cepat atau lambat Tuan Sam tak akan bisa menutupinya terlalu lama."


"Hm. aku akan bicara dengannya!" jawab Gamaru menarik diri ke sudut Club dimana sudah terlihat dua pria lebih muda darinya tengah berdiri didekat tangga menatap takut pada ruangan yang dijaga anggota.


"L..Lien! kenapa Kakakmu selalu membantai di Club-ku??? aku...aku rasanya ingin muntah." lemah Brayen sudah berpeggangan ke bahu Lien yang hanya diam mendengar jeritan dan suara makian dari mulut Daychi.


"Aku tak menyangka dia akan segila ini." gumaman Lien juga merinding. kalau sudah begitu maka Daychi tak akan tahu lagi mana lawan mana kawan maka akan ia habisi sama rata.


"Brengsek!!!!! aku tak akan melepaskanmu!!!! kau dengar aku. ha???"


"T..tuan!!! a..aku bukan dia!!!"


Mereka hanya menebalkan telinga setiap malamnya. Siang hari Daychi akan mencari Whuang tapi saat malam ia akan minum dan melakukan hal keji ini.


Sementara Gamaru. Ia sudah tersambung dengan Zuan yang terdengar diam tengah menarik nafas dalam.


"Zuan!"


"Ada masalah?"


"Sersan semakin hilang kendali! sekarang, Kediaman sudah tak ada lagi pelayan wanita dan penjaga. dia menghabisi semuanya beserta tawanan di ruang bawah."


Tak ada jawaban dari seberang sana melainkan hanya suara Mobil yang tengah terhenti.


"Zuan! kau dimana?"


"Kau tahan saja dia sebentar!"


"Tahan bagaimana? nyawa kami hampir saja melayang. cepat kau bawa Whuang pulang atau tak ada lagi yang namanya Klan Ryoto. Sersan membantai semuanya sendiri." geram Gamaru yang tak sabaran.


"Hm. kau dimana?"


"Di Club milik Brayen!"


"Baiklah!"


Sambungan terputus membuat Gamaru mengumpat. Luka di pipinya terlihat datar karna wajahnya yang jengah.


"Dia hanya perduli pada dirinya sendiri." umpat Gamaru kembali menyimpan ponselnya kembali diam menunggu Sersannya selesai mengeksekusi.


Sementara orang yang dibicarakan itu sudah berhenti tepat didepan Club yang sudah sepi. Mobilnya terhenti disana bersama dua mobil lainnya karna mereka baru sampai dan langsung kesini.

__ADS_1


"Tuan!"


Zuan menatap Sam yang ikut malam ini. Pria itu berdiri disamping mobil melihat ke sekitar tempat sunyi yang pasti dijaga Klan Ryoto juga.


"Dimana wanita itu?"


"Dia bilang ikut Nona Natalia!"


Sam menghela nafas panjang. Ia merasakan sesuatu yang akan terjadi sebentar lagi itu karnanya ia tak membiarkan Natalia kesini dan meninggalkan wanita itu di Apartemen yang di jaga.


"Hm. masuk sekarang!"


"Baik!"


Fagan yang membawa anggota segera melangkah mengawal Sam yang masuk kedalam Club dimana anggota Ryoto tampak terkejut melihatnya.


"A..anda.."


Sam hanya menatapnya datar melihat kedalam dimana Club ini sudah seperti kapal pecah dengan serakan kaca dimana-mana beserta kursi-kursi yang patah.


"Dia semarah ini."


Batin Sam agak tersentak. Tak biasanya Daychi sampai seperti ini hanya karna seorang wanita bahkan, saat kehilangan Natalia. Daychi masih bisa bersikap biasa dan tak begitu sekacau ini.


"Dimana dia?"


"Diatas sini. Tuan!"


Para anggota menuntun Sam ke tangga atas hingga mereka mengejutkan Lien dan Gamaru yang tersentak.


"Kalian..."


"Kenapa kau kesini?" Lien menatap tak suka Sam yang tak meresponnya melainkan melangkah menuju kamar yang terbuka dijaga Fang ketat.


"Hm." gumam Lien kesal tapi ia segera serius saat melihat Zuan sudah berdiri didekatnya.


"Dimana Whuang? apa dia baik-baik saja?"


"Dia tak disini."


Lien menghela nafas dalam dengan mereka menunggu apa yabg akan dilakukan Tuan Bilions itu untuk menyelesaikan masalah ini.


Daychi masih tak sadar akan kesatangan Sam yang sudah berdiri diambang pintu melihatnya mencabik tubuh para santapan malam ini. Semuanya berbau amis sampai mereka ingin muntah melihat ceceran darah dimana-mana.


"Katakan sekali lagi kau mau bercerai denganku??? aku akan membunuh mereka semua!!!"


Daychi menguliti kaki seseorang diatas ranjang sana sampai tubuhnya sudah bermandian cairan merah itu. Aroma darah dan corak merah diatas ranjang yang sudah tak berbentuk itu seakan menghibur jiwa Psycho-nya.


"Berikan aku lagi!!!" Daychi tak puas dengan semua mayat disini membuat Sam menghela nafas.


"Sudah tak ada stok!"


"BERIKAN!!!" bentak Daychi keras lalu menoleh menatap Sam yang hanya diam.


"Kau ingin mati? ayo kesini!"


"Kau masih bisa bercanda rupanya."


Daychi turun dari ranjangnya menendang beberapa bagian tubuh dilantai lengket itu.


"Hm. kesini! kau datang sangat kebetulan." Daychi terlihat berbeda dan tampak sangat misterius menggenggam pisau ditangannya membuat Fang dan yang lainnya merinding.

__ADS_1


"Kenapa ini semakin mengerikan?!" gumam Gamaru sudah menjauh saat melihat Daychi dengan tubuh penuh jipratan darah itu sudah berhadapan dengan Sam yang sama sekali tak mundur.


"A..apa yang..."


"Sersan!!!"


Mereka terkejut saat Daychi mengangkat tangannya ingin menancapkan pisau itu ke bahu Sam yang diam.


"Kau pikir aku tak tahu?"


"Lakukan!"


"Kau pikir aku bodoh!!! sampai tak tahu kalau dia ada di Kediamanmu???" geram Daychi ingin menekan pisaunya tapi tak jadi saat Sam malah menyeringai.


"Kau tak pernah berubah!"


"Kau ikut campur dalam urusanku!!"


"Karna dia yang tak ingin lagi menemui-mu."


Daychi diam dengan sorot mata bertambah kelam. Cengkaramannya ke pisau itu menguat dengan wajah dingin mengeras.


"Aku sangat bersyukur. karna, Istriku tak jatuh ke tanganmu!"


"Kauu!!!"


"Hanya ini yang bisa kau lakukan. percuma kau membunuh seluruh manusia di dunia ini, kalau hanya terus buta dan tak mau mengakui." tegas Sam membuat Daychi tak mampu berkata-kata. Kepalanya sudah pusing dan pikirannya kacau. Ia hanya ingin memeluk wanita itu tapi kenapa egonya begitu tinggi?!


Sam melihat jelas raut wajah tampan menyeramkan Daychi terlihat kesepian. Tak ada tempat untuk mengadu dan terbuka sama sekali.


"Apa kau mencintainya?"


Pertanyaan yang begitu sulit Daychi jawab padahal ia tak tahu dengan hidupnya sendiri. Ia kebingungan akan perasaanya yang tak rela kehilangan tapi tak juga tahu apa yang harus dilakukan.


"Temui dia dulu. bicarakan baik-baik selagi masih ada."


"M..maksudmu?" tanya Daychi menurunkan tangannya membuat mereka semua menunduk kecuali Sam yang sudah menebak dari perjalanan tadi.


"Kau lihat sendiri!"


"A..apa dia bersamamu? dimana? dia ikut kalian-kan?"


"Hm. bersihkan tubuhmu!"


Daychi langsung berlari ke kamar mandi seakan tiba-tiba terlihat bersemangat mengangkat kakinya. Fang yang melihat itu hanya diam semoga semuanya baik-baik saja.


"Kau tak akan bisa pergi! aku akan mengurung-mu." gumam Daychi bergegas membersihkan diri. Ia memakai sabun sebanyak-banyaknya agar menghilangkan bau amis ini.


Sementara di luar sana Zuan terkejut saat anggota menelfon padanya.


"Ada apa?" tanya Lien melihat raut pucat Zuan yang tampak panik.


"W..Whuang!"


"Kenapa? apa yang terjadi?"


"D .dia ... tiba-tiba kambuh!"


Degg...


.....

__ADS_1


Vote and Like Sayang .


__ADS_2