Gairah Ranjang Sersan Daychi

Gairah Ranjang Sersan Daychi
Kebusukan Chiyo!


__ADS_3

Daychi semakin gencar menggoda Whuang yang bertambah naik pitam. Wajah cantik di balik masker itu sudah merah meradang dengan kedua tangan mengepal merasakan belaian sensual di paha bahkan tangan nakal itu sudah menarik karet daleman seksinya dan melepas begitu saja menguarkan bunyi nyaring.


"Akan ku bayar berapa-pun yang kau mau. asal..."


"Kauuu!!!"


Bughh...


Whuang meninju pipi Daychi yang tak sempat menghindar sampai wajah tampan pria Tiongkok itu tertolak ke samping dengan mata tak percaya.


"Dasar mesum!!! jadi begini kelakuanmu yang sebenarnya, Naga Jantan menjijikan!!!" bentak Whuang emosi tak lagi perduli soal misinya. Darahnya mendidih ke ubun merasa tak terima perlakuan cabul Daychi pada wanita lain.


"Kau berani memukulku. PELAYAN." Geram Daychi menatap murka Whuang yang juga tak mau kalah merapat ke tubuh Daychi dengan dada sintalnya membusung dan wajah mendongak kesal.


"Apa? kau pikir aku takut denganmu?! TIDAK SAMA SEKALI." Tekan Whuang dengan penuh emosi dan keangkuhan yang nyata diperlihatkan pada Daychi yang mengulum senyum samar.


"Benarkah? kau tak takut padaku?!"


"Hm. memangnya apa yang ku takutkan? kau juga bisa mati seperti manusia biasa. kau bukan malaikat atau dewa keabadian!!" geram Whuang saling tatap menohok dengan netra elang Daychi yang mengagumi manik abunya bergradasi cantik, salah satu hal yang ia sukai dari Whuang dan itu adalah mata indahnya.


"Kalau berani. buka maskermu!"


"Ouh. siapa kau mau mengaturku?!" tekan Whuang tak sudi tapi Daychi dengan cepat menarik masker Whuang hingga wanita itu membelalak mendorong dada Daychi kuat tapi ia yang tertolak kebelakang.


"Kauu!!"


"Hm. apa?" tanya Daychi sudah berdiri Cool dan mempesona memeggang masker Whuang yang sudah memperlihatkan wajah cantik galaknya.


"Kau kenapa selalu seenaknya?! berikan padaku!!"


"Ambil. kalau mau!" jawab Daychi santai ingin berbalik pergi membuat Whuang naik pitam dan dengan gaya kanguru betina ia meloncat ke punggung Daychi.


"Kauu!!!"


"Kau tak bisa bergerak. sekarang!" geram Whuang membelit leher kekar Daychi yang segera memeggang bokongnya agar tak jatuh.


"Berikan! aku sudah tak sudi berdua denganmu."


"Kau pikir aku sudi?" tanya Daychi sinis tetap mengencangkan gendongannya membuat Whuang mendidih panas segera menarik rambut Daychi kuat sampai kepala pria itu terkadah dengan mata menatapnya emosi.


"Kau menarik rambut Pimpinan Klan Naga. dimana sopan santunmu!!!"


"Omong kosong, mulutmu sangat berbahaya dan ..."


"Daychi!"


Degg...


Whuang tersigap mendengar suara itu hingga langsung turun dari punggung Daychi yang merubah wajahnya dingin tetap memunggungi arah pintu.

__ADS_1


"Apa itu kau? siapa yang berdebat denganmu?" suara Chiyo dari dalam kamar terdengar khawatir tapi Whuang malah mengomat-kamit mengejek.


"Daychi! itu-kah kau, masuklah kekamar-ku." gumam Whuang sinis merampas maskernya kasar dari tangan Daychi yang diam berbalik ke belakang.


"Kau pulanglah!"


Whuang syok dengan titahan Daychi barusan hingga ia langsung membuang muka kesal.


"Daychi! aku butuh bantuanmu." panggil Chiyo lagi menarik kemurkaan Whuang yang mengibas sedikit rambut yang menutupi lehernya lalu melenturkan jemari.


"Baik! aku datang, Nona!"


"Whuang!"


Daychi mencengkal lengan Whuang yang segera mempelototinya dengan manik indah abu itu.


"Apa? jangan bilang kau menyukai Nenek Penyakitan itu?"


"Jangan gegabah. kau tak tahu siapa yang bekerja sama dengannya atau mungkin rencana barunya." gumam Daychi pelan tapi Whuang sudah punya rencananya sendiri.


"Ichi-ku sayang! aku wanita dan dia wanita, sesama spesies harus saling membantu." ucap Whuang mengelus pipi Daychi yang memerah mendengarnya tapi ditutupi wajah datar itu.


"Baiklah! aku akan melakukan sesuatu, kau tenang saja."


"Cih!"


Decak Daychi lalu mendorong gagang pintu dengan Whuang yang memakai kembali maskernya. Anehnya pintu itu terbuka seperti sudah tak di kunci sedangkan disini tak berlaku sistem otomatis sama sekali.


Whuang mengisyaratkan agar ia yang mengurus itu hingga Daychi terpaksa mengangguk kecil mempersilahkan Whuang masuk.


"Nona!"


"K..Kau?" Chiyo terhenyak melihat Whuang yang sudah berdiri sopan. Harapannya sirna seketika ingin berduaan dengan Tuan Muda Yuchin ini.


"Saya akan membantu. Nona!"


"Tapi...kau..kau tak akan bisa menggendongku ke kamar mandi." gumam Chiyo halus dan malu-malu membuat kedua tangan Whuang mengepal melirik tajam Daychi dari ekor matanya.


"Nona! saya di-latih untuk membantu anda, setidaknya saya berguna disini."


"T..Tapi.."


"Jangan sungkan. Nona!"


Whuang mendekati ranjang dan menarik selimut yang membaluti separuh tubuh Chiyo. Dengan sopan Whuang memeggang pergelangan kaki Chiyo yang dingin dan ada aroma shampo.


"Kau baru saja mandi. apa kau menggelinding ke kamar mandi?! Cih, kau tak lumpuh tapi hanya malas bergerak."


Batin Whuang mencerna segalanya lalu duduk di samping ranjang.

__ADS_1


"Nona! maaf, tapi saya sedikit paham soal pengobatan. apa anda lumpuh?" tanya Whuang menahan emosi.


"A.. tidak, tapi aku tak pernah bergerak dari ranjang dan tubuhku sulit di gerakan."


"Baiklah. rambut anda agak lembab."


Chiyo terkejut dengan wajah bertambah pucat mendengar jawaban Whuang padanya.


"Ouh. mungkin disini panas jadi anda berkeringat." sambung Whuang membuat Chiyo lega tapi..


"Aroma Shampo juga?"


"Sial! kenapa dia tahu segalanya yang ku lakukan?"


Batin Chiyo tak menyangka akan hasil pengamatan wanita ini pada tubuhnya.


"A.. itu.."


"Mungkin shampo bekas mandi anda kemaren masih ada. tapi.."


"A.. Daychi! bantu aku kekamar mandi." sambar Chiyo membuat Whuang menyeringai memeggang bantal Chiyo yang tak menyadari apapun. Ia juga melirik kearah balkon dimana Kay tampak polos duduk di sana menatapnya penuh arti.


"Daychi! kau tak mau membantuku?" sendu Chiyo membuat Daychi segera angkat bicara.


"Aku tak punya waktu!"


Daychi langsung melangkah pergi membuat wajah Chiyo berubah menahan kekesalan sekaligus amarah. Ia beralih menatap tajam Whuang yang menunduk.


"Apa yang kau bicarakan padanya tadi? kau berusaha menggodanya, bukan?" Chiyo menghakimi Whuang yang segera berdiri menggeleng.


"Tidak. Nona! tadi, Tuan itu ingin mencabuli saya dan.."


Chiyo meraih segelas air di atas meja dan ia siramkan ke wajah Whuang yang seketika naik pitam tapi ia menahan semuanya.


"N..Nona!"


"Dia tak akan berselera melihatmu!!! kau yang pasti menggoda calon suamiku!!!" bentak Chiyo murka. Ia tahu Daychi memang penjahat kelamin tapi ia tak akan sudi melihat pria itu lebih memperhatikan pelayan dari pada dirinya.


"Nona! tapi kenapa anda tak mendekatinya saja? anda pasti bisa berjalan-bukan?"


"Tutup mulutmu!!!" geram Chiyo terpancing emosi.


"Anda merasa pantas jika wanita penyakitan bersanding dengan Tuan Muda Yuchin?"


"Memangnya kenapa? aku memang tak sakit dan hanya berpura-pura agar Daychi datang sendiri padaku. rencanaku kau hancurkan. Pelayan Sialan!!!!"


"Chiyo!!!!!!"


Degg....

__ADS_1


....


Vote and Like Sayang..


__ADS_2