Gairah Ranjang Sersan Daychi

Gairah Ranjang Sersan Daychi
Dia bukan anak kandungku!


__ADS_3

Pandangan penuh kemenagan itu terlihat mekar setelah membayangkan bagaimana respon putri kesayangannya itu. Pasti Whuang akan sangat terkejut dan ketakutan saat mendengar ia sudah bebas dari Penjara bawah tanah Klan Ryoto.


"Dia tak akan berani melawanku." gumam Tuan Jirom mencengkram ponselnya kuat. Setengah wajahnya di perban karna luka yang disebabkan pria itu dan untung saja Sekutu bisnisnya menyelamatkan di waktu yang tepat.


"Kau terlihat senang! ada berita baik?" tanya seorang pria yang tengah memakai kursi roda menatap penuh kelicikan dari arah pintu kamar sana.


Tuan Jirom segera bangkit mendekati sosok paruh baya itu dengan senyuman penuh arti.


"Anda sangat baik hingga bersedia menyelamatkan saya dari tawanan musuh, Tuan Yagumi!"


Pria dengan tai lalat di dekat dagu itu terkekeh menautkan kedua tangannya diatas kursi roda. Ia adalah Tuan Besar Yagumi yang memimpin Klan Okane bersama anaknya. Ia tak bisa mengandalkan putranya yang hanya ingin hidup seperti biasa hingga membiarkan Klan-Klan lain menguasai wilayah mereka.


"Hm. kau memang sangat beruntung." jawabnya penuh arti.


"Apa rencana anda untuk melawan mereka selanjutnya?" tanya Tuan Jirom sudah dendam setengah mati dengan Daychi. Ia ingin pria itu bertekuk lutut dihadapannya sampai mati tak bernyawa.


"Aku tak bisa melawannya dengan kekuatan bersenjata! mereka memiliki anggota yang tersebar dimana-mana dan bahkan lebih kuat dari angkatan samurai-ku."


"Apa sekuat itu?" gumam Tuan Jirom berfikir tenang. Dari cara mereka berkelahi memang seperti haus akan darah apalagi cakar-cakar tajam itu dimiliki oleh semua anggota.


"Sekarang. kita hanya bisa memanfaatkan penyerangan dari musuh mereka yang lain, saat dia lengah kita akan incar kelemahannya."


"Putriku ada bersamanya." jawab Tuan Jirom membuat Tuan Yagumi terdiam menatapnya penuh tanya.


"Wanita yang bersamanya itu adalah putri-ku. cih, sebenarnya bukan putri kandungku tapi dia sangatlah spesial." sambungnya bercampur geram.


"Bukan putri kandung?"


"Hm. setelah membesarkannya dengan susah payah dan mengobati lukanya, dia malah menghianatiku dan membantu pria iblis itu." geram Tuan Jirom mengepal begitu ingin menghukum Whuang dengan cara biasa tapi sekarang ia akan sulit karna penjagaan pria itu.


"Spesial seperti apa?"


Tuan Yagumi mulai tertarik dengan penjelasan Tuan Jirom yang menyangkut soal wanita itu. Ia sudah mengirim anak buahnya untuk menyelidiki identitasnya tapi sampai sekarang belum ada laporan.


"Dia memiliki sel-sel tubuh yang kuat dan tahan akan luka. setiap ada jaringan yang rusak maka akan kembali terbentuk dalam waktu permenit lalu sembuh. Bisa dibilang dia punya daya tahan tubuh yang kuat."


"Kenapa ciri ini tertuju pada data tentang anak keluarga itu?"


Batin Tuan Yagumi heran. Ia menyuruh anggota mengincar Kediaman satu itu karna ingin mengambil satu sempel saja untuk membuktikan data hasil pengujian dan kenapa wanita itu yang cocok?!


"Aku berbohong padanya kalau kesembuhan itu dari obat-obatan-ku." Tuan Jirom menyeringai licik membayangkan kepolosan Whuang dikala kecil terus patuh padanya karna menganggap ia begitu baik.


"Kau sangat licik!"


"Hm. sedari kecil aku menempahnya menjadi anak penurut dan baik, dia tak akan mampu melawanku." ujar Tuan Jirom menyeringai membuat Tuan Yagumi bertambah puas.


"Kau jangan senang dulu. yang kau hadapi ini adalah Sersan kegelapan dari Klan Naga, dia tak akan tinggal diam."


Mendengar itu Tuan Jirom terbahak kecil sampai wajahnya kembali sakit karna ikut tertarik.


"Tuan! pria itu hanya akan memanfaatkan wanita itu sama sepertiku, Whuang sangat penting dalam objek penelitianku dan dia akan melakukan hal yang sama, walau ketampanannya mungkin akan menjerat wanita malang itu."


"Cih! kau selalu memilih hal untuk menyenangkanku." jawab Tuan Yagumi benar-benar merasa puas. Pria paruh baya ini seorang yang mahir dalam bidang Medis dan penelitian jadi, ia bisa menggunakannya lebih dalam lagi.


..........


Malam ini adalah penyerangan dari pihak musuh. Tepat di kota Shanghai di daerah terpencil di dekat lautan mati yang sudah lama tak di kunjungi siapapun.

__ADS_1


Itu adalah area yang telah dijaga oleh anggota Ryoto karna tempat itu adalah tempat persinggahan gerbong Narkoba mereka.


"Sersan! anggota kita sudah berjaga disana dan kemungkinan mereka akan segera tiba." ucap Zuan menatap Daychi yang berdiri didekat teras luar memandang kearah remangan malam.


"Berapa yang akan menyerang?"


"Menurut laporan anggota. mereka tak bisa di tebak, tapi. Marvelo akan ikut dalam penyerangan kali ini."


Daychi mengambil nafas dalam. Ntah apa yang dipikirkan pria itu para pengawal Zang yang melihatnya-pun tak bisa menebak apalagi Zuan. Pria itu lagi-lagi menggunakan topi dan maskernya.


"Pasukan aliansi 3 negara! Mentri dari Argentina ikut ambil untuk menguasai pasokan Narkoba milik kita, dia menjadi penjilat di Negaranya sendiri." gumam Daychi merasa muak dengan para manusia munafik seperti itu.


"Aku akan membawanya ke hadapan anda. Sersan!"


"Hm. tapi mereka akan menyerang dalam berkala, kau harus hati-hati dalam memilih rencana."


"Baik!"


Jawab Zuan menyanggupi. Ia menatap para anggota yang siap karna Fang juga sudah menuju kesana sementara Gamaru memantau dari Kediaman setelah diserang tadi.


"Kami pergi, Sersan!"


"Hm."


Mereka masuk ke mobil masing-masing melewati para pengawal Kediaman Zang yang bergidik ngeri melihat tato menyeluruh serta jempol mereka yang hilang. benar-benar mengerikan.


"Apa itu bentuk dari Klan Ryoto? pantas saja Tuan Pein tak mau membuat masalah dengan mereka."


Batin para pengawal menelan ludah memandang mobil itu sudah melesat membelah jalan lebar Kediaman Zang. Daychi diam masih bergelut dengan pikirannya sendiri mencoba mencerna segalanya.


"Kay! kau bosan disini-kan?" gumam Whuang menghembuskan asap rokoknya lalu mengelus bulu lembut Kay yang ada di pahanya.


"Ichi sibuk bahkan dia tak mau membujukku soal tadi, dan Zuan! dia juga sibuk, apalagi Seung dan Eva membantu Nyonya Qian, jadi kita bagaimana?"


Gumam Whuang memainkan asap rokoknya yang selalu membuatnya tenang sesaat. saat Daychi sibuk maka ia bisa merokok sembunyi-sembunyi tanpa sepengetahuan pria itu.


Drett...


Ponsel Whuang berbunyi hingga mata keabuan itu melihatnya. Itu adalah Lien yang beberapa hari ini tak bertemu dengannya apalagi mengirim pesan.


"Lien!"


"Whuang! apa..apa kau baik-baik saja? aku dengar Kediaman Kakak Day di serang."


"Hm. aku sedang tak di Kediaman Kakakmu." jawab Whuang masih merokok membuat hembusan nafas lega Lien diseberang sana.


"Syukurlah! aku khawatir jika kau disana apalagi musuh Kakak sangat banyak, kau bisa celaka."


"Hm. aku baik-baik saja."


Ujar Whuang masih salam intonasi datarnya. Tak ada hal yang ia rasakan selain menghargai ketulusan pria itu.


"Whuang!"


"Hm?"


"Apa Kakakku melukaimu?"

__ADS_1


Whuang berfikir. Daychi memang orang yang sukit dipahami tapi ia berusaha ikut dalam setiap amarah pria itu, walau Whuang sering merasa terluka tapi disuatu kala Daychi juga bisa menutup lukanya.


"Tidak! dia baik padaku."


"Aku tak yakin, secara Kakak itu tak menentu. kadang dia baik lalu marah-marah, aku saja sering dia pukuli."


Suara Lien jengkel mengumpati Daychi yang kasar tapi ntah kenapa ia memang memaklumi sikap pria itu karna Rivalnya juga tak jauh berbeda.


"Kemana asisten Tuan Muda Day tadi? kenapa mereka terlihat serius?"


Suara percakapan para pengawal kediaman yang tengah berkeliling memeriksa bagian Kediaman mewah ini. Whuang mulai mendengarkan dengan baik membiarkan Lien bicara sendiri.


"Aku hanya mendengar Gerbong Narkoba lalu penyerangan, kehidupan mereka memang sulit di pahami."


"Siapa?"


Batin Whuang mulai penasaran mematikan sambungan saat Lien masih bicara seenaknya.


"Tapi, aku rasa ini berbahaya dan menantang! pantas saja jika Klan Ryoto berpenampilan seperti malaikat maut begitu." gumam mereka merinding takut hingga Whuang menebak jika yang mereka bahas adalah anggota Daychi.


"Aku harus mencari tahu." gumam Whuang melempar puntung rokoknya ke sembarang arah lalu melesat bak kilat ke dekat bunga-bunga rimbun taman membuat dua pengawal itu tak mengetahui keberadaannya.


Saat keduanya lengah barulah Whuang menyelinap didalam kegelapan kearah teras Kediaman bersama Kay yang ikut mengendap.


"Kay! kau berjaga."


Kay mengangguk mengikuti Whuang masuk ke kediaman lalu berpencar dengan ia bertugas menjaga dan Whuang yang mencari Daychi.


"Kemana Naga Jantan itu." gumam Whuang naik keatas tangga menuju kamar tamu milik Daychi. Aroma parfum pria itu juga tertinggal disini membuatnya mengikutinya hingga sampai ke arah kamar Daychi.


"Kau sudah sampai?"


Suara Daychi samar-samar terdengar membuat Whuang mendekat merapat ke pintu memfokuskan telinganya.


"Dia bicara dengan siapa?"


Batin Whuang penasaran terus mencoba mendengar walau ini hanya sayup-sayup seperti desiran angin puyu.


"Lautan itu luas dan banyak tumbuhan beracun, kalian bisa memanfaatkan itu."


"Lautan luas dan banyak tumbuhan beracun." gumam Whuang mendengar samar. Apa disana tempat misinya? kalau begitu ia harus kesana sebelum pestanya berakhir.


"Baiklah. tunggu aku Zuan, kau sangat tak adil sampai meninggalkanku begini."


Whuang berlari kearah tangga membuat Daychi yang tengah menelfon langsung peka menghentikan pembicaraan dan segera membuka pintu.


"Ini.."


Daychi mengendus baunya dan itu adalah aroma Floral harum khas yang hanya dimiliki oleh satu orang dan itu...


"Shittt! dia kembali berulah!"


Daychi menyambar jaketnya didekat sofa lalu berlari mengikuti aroma tubuh wanita nakal itu. Ia tak bisa membiarkan Whuang pergi kesana karna itu tempat berbahaya.


....


Vote and Like Sayang..

__ADS_1


__ADS_2