Gairah Ranjang Sersan Daychi

Gairah Ranjang Sersan Daychi
Pertemuan Daychi dan Elis!


__ADS_3

Setelah melewati perjalanan panjang 14 jam di penerbangan tercepatnya. Daychi akhirnya tiba di Bandara khusus milik Keluarga Bilions dimana terlihat langit sudah samar-samar menunjukan mentari. Waktu perbedaan Jerman dan China memang sangat signifikan hingga jika China menerbitkan matahari pukul 20:00 maka Jerman akan terbit pada pukul 5:25 menit.


"Tuan!"


Terlihat beberapa orang menyambut diluar pesawat yang telah mendarat. Mereka adalah anggota Sam Austin Bilions yang diperintahkan untuk menjaga tempat ini.


Tanpa menjawab sepatah-katapun. Daychi berlari ke mobilnya mengenakan mantel hangat bersama Zuan yang juga tergesa-gesa mengendarai Baja Besi mewah itu.


"Cepatlah!!"


"Baik. Sersan!"


Zuan memacu cepat kearah keluar arena penerbangan. Beberapa anggota yang ikut juga mengawal dari belakang sana karna ini bukanlah wilayah mereka jadi harus bersiaga.


"Kenapa mereka tak menjawab telfon-ku!" resah Daychi menghubungi Sam atau Natalia tapi keduanya tak ada yang menjawab sama sekali.


"Mungkin mereka masih istirahat karna ini belum begitu pagi, Sersan!"


"Bagaimana kalau anakku sakit parah? mereka tak bisa melakukan ini." geram Daychi sama sekali tak tenang. Ia begitu menyayangi bocah kecil itu dan sampai kapan-pun tak akan ia biarkan terluka sedikit saja.


"Lalu bagaimana dengan Whuang? apa anda meninggalkannya disana?"


Berbeda dengan Daychi yang sangat cemas pada putri angkatnya. Zuan lebih memikirkan Whuang karna perasaannya tak enak, sesak itu memenuhi rongga dadanya.


"Cepatlah!!! kau bisa cepat, ha??"


"Hm."


Zuan menambah kecepatan mobil sampai ia benar-benar menguasai jalan yang agak ramai tapi para anggota terlihat memberi peluang untuk masuk disela mobil yang masih melewati jalan.


"Semoga kau tak apa-apa, Elis! jangan buat semuanya mencemaskanmu." gumam Daychi mencengkram ponselnya. Setelah beberapa lama menunggu akhirnya mereka sudah tiba di lingkungan Kediaman Utama Bilions dimana bangunan megah dengan warna coklat tua khas eropa itu menyapa mata.


Zuan segera memacu kearah gerbang besar yang terbuka oleh para pengawal keluarga Bilions yang segera berjejer sampai mobil mereka terhenti didekat teras.


"Tuan!"


"Dimana putriku?"


Daychi keluar terburu-buru melangkah menuju pintu utama dimana ada para pelayan yang hadir sampai menunduk pucat. Mereka tahu jika Daychi sosok pemarah yang menyeramkan.


"Sam!!!!!"


"Tuan! silahkan masuk."


Mereka mempersilahkan hingga Daychi bergegas masuk langsung melangkah memasuki Lift dengan Zuan yang ikut. Wajah Daychi tampak semakin cemas menduga hal yang tidak-tidak di kepalanya.


"Sial!!! mereka tak ada yang memberi tahuku soal ini, kalau bukan karna anggota yang ku khususkan mungkin saja sialan itu tak aman membicarakan ini."


"Anda tenang saja, Sersan! jika begitu, maka Nona Muda pasti baik-baik saja."


Timpal Zuan meredam kekhawatiran Sersannya yang langsung keluar saat Lift sudah terbuka. Terlihat dinding yang dipenuhi pajangan foto-foto cantik dan menggemaskan sepasang pasutri itu dan anak-anaknya.


"Elis!!!"

__ADS_1


"Sersan!!" Zuan tak bisa mencegah Daychi yang melangkah kearah kamar Elis. Pria itu menekan gagang pintu cepat hingga kamar bernuansa Frozen itu terlihat menyegarkan dan mewah.


"El..."


"Kenapa kau kesini?"


Suara berat khas yang muncul di belakang Daychi. Pria dengan pahatan bule asli Jerman dengan bulu tipis di rahang itu memang sangat terlihat berkharisma.


"Dimana putriku? apa yang terjadi padanya?" tanya Daychi beruntun berbalik mengintimidasi sosok yang memiliki aura yang sama dengannya tapi lebih terkontrol dan tenang.


"Dia di kamarku!"


Daychi segera ingin kesana tapi Sam langsung mencengkalnya kuat.


"Kau jangan mencari masalah. Sam!" geram Daychi menggertakan giginya hingga wajah tampan sangar itu terlihat menakutkan.


"Ada istriku didalam. kau tunggu disini!"


"Cepatlah!!!"


Mau tak mau Sam langsung berbalik melangkah kearah kamarnya yang tak jauh dari sini. Daychi bukannya tetap diam ia mengikuti Sam tapi hanya sampai batas pintu kakar pria itu.


"Sayang!"


Suara Sam tiba-tiba melembut menatap damai sesosok cantik dengan mata hangat itu tengah memandangnya seraya berbaring diatas ranjang dengan perut besarnya di peluk tangan mungil putrinya.


"Ada apa? kenapa ada ribut-ribut diluar?"


"Dia datang!"


"Ya sudah, biarkan Kakak masuk." ucap Natalia menyelimuti tubuhnya yang hanya memakai Daster hamil yang pendek karna perut buncitnya.


"Kau masuklah!"


Tak butuh waktu lama. pintu kamar itu telah terbuka kecil hingga terlihat Daychi mematung memandang kearah Natalia yang masih setengah berbaring dengan Sam yang memeluk istrinya dari samping.


"Dia masih sama."


Batin Daychi merasa tak ada yang berubah dari seorang Natalia. Pandangannya masih begitu menghangat dan damai sampai siapapun pasti akan ikut nyaman.


"Kak Day!"


"Hm."


Daychi segera sadar akan sapaan Natalia. Ia mendekati ranjang dengan pandangan melemah melihat sosok mungil yang tertidur lelap.


"Anggotaku bilang dia sakit. apa benar?"


"Iya Kak! hanya demam biasa. lagi pula, sudah di periksa Dokter dan segera membaik."


Daychi mengangguk paham segera duduk di samping ranjang langsung menyentuh kening mulus dan pipi gembul itu. Memang agak panas tapi ia lega karna sudah di antisipasi lebih dulu.


"Emm...Bunda!" si kecil itu menggeliat berbalik memeluk lengan kekar Daychi yang mengulum senyum hangat segera membawa tubuh mungil itu ke dalam pelukan kekarnya.

__ADS_1


"Kau sudah besar. hm? tubuhmu semakin berat." gumam Daychi mengecup lama kening mulus itu hingga mata Baby Elis terbuka dengan sayu menatap wajah tampan yang begitu dekat dengannya.


"D..Dady!"


"Hm?"


"B..Bunda! ini Dady-Day. kan?" tanya-nya dengan suara imut kelinci itu yang diangguki Natalia hingga mata anak kecil itu berkaca-kaca.


"D..Dady hiks, k..kenapa datangnya sekarang?"


"Sutt! kenapa jadi menangis? sekarang Dady disini jadi, Elis bisa tenang."


Daychi menggendong si gembul itu diatas bahunya hingga lengan mungil milik Baby Elis memeggang leher kokoh Dadynya.


"Aku bawa dia keluar!"


"Iya, Kak!"


Jawan Natalia hingga Daychi membawa putrinya keluar kamar dengan tangan masih menepuk-nepuk popok si gembul itu. Zuan mengulum senyum melihatnya karna begitu tampak dekat selayaknya ayah dan anak. Lucu rasanya melihat tubuh kekar Daychi menggendong Queen cantik itu.


"Dady!"


"Hm? ada apa? Baby mau sesuatu?" tanya Daychi lembut mengecup pipi gembul putih itu.


"Sini!" menunjuk hidung mungilnya tentu Daychi dengan senang hati mengecupnya membuat senyuman di bibir mungil pink kepucatan itu mekar.


"Elis sayang Dady sama Papa!"


"Benarkah?"


Baby Elis mengangguk mengeratkan pelukannya ke leher kekar Daychi yang membawanya ke dalam kamar sendiri. Sementara Zuan hanya menatapnya diluar pintu.


Drett...


Ponsel Zuan berdering hingga tertera nama Fang disana. Dahi Zuan menyerjngit mengangkat sambungan ini.


"Hm. ada apa?"


"Kapan Sersan pulang?"


"Memangnya kenapa?"


Terdengar helaan nafas dari seberang sana membuat Zuan menunggu jawaban.


"Apa yang terjadi?"


"Aku tak tahu apa yang terjadi, tiba-tiba Whuang sakit dan kulitnya merah. dia masih belum sadar."


Zuan terhenyak dengan pernyataan Fang yang terdengar khawatir. Tapi, bagaimana bisa Sersannya kembali pulang sedangkan mereka baru saja sampai?!


"Kau tangani dulu, aku akan berusaha pulang secepatnya!"


"Hm. aku kasihan padanya!"

__ADS_1


.....


Vote and Like Sayang..


__ADS_2