Gairah Ranjang Sersan Daychi

Gairah Ranjang Sersan Daychi
Amarah Daychi dan Kesakitan Whuang!


__ADS_3

"Kau sudah kembali?"


Whuang menatap penuh kebahagiaan Daychi yang sudah berdiri tegap dengan aura keberadaan yang kuat. Pandangan pria itu kearah wajah sampai ke ujung kakinya begitu intens.


"Mereka bilang kau sakit?"


"Emm... sudah sembuh." jawab Whuang tersenyum mempesona tak seperti biasanya. Daychi menaikan alisnya heran lalu melempar pandangan pada Zuan yang tampak diam.


"A..anda pulang. Sersan!"


"Hm. banyak sekali urusanku disini."


"Iya, kau juga kenapa tak pulang sedari semalam?" gumam Whuang melangkah mendekati Daychi yang terlihat begitu intens melihat semuanya.


"Benar kau tak apa?"


"Kau mengkhawatir-kan. ku?" tanya Whuang masih saja terlihat aneh membuat Daychi semakin tak mengerti dan agak ngeri.


"Foto apa yang kalian bahas?"


"Foto i.."


"Foto keluarga-ku. Sersan!" sambar Zuan tegas memotong ucapan Whuang yang diam menatap Fang yang heran dan tak mengerti.


"Untuk?"


"Aku ingin memperkenalkannya pada. Whuang!"


Daychi terdiam saat. dilihat dari wajah cantik Whuang yang bergurat tak setuju membuatnya yakin ada hal yang disembunyikan.


"Katakan jujur!"


"Sersan! aku memang ingin memperkenalkan pada.."


"Fotomu bersama seorang wanita!"


Sambar Whuang membuat Zuan tercekat dengan nafasnya sendiri. Kenapa kau mengatakan itu? kau tak seharusnya mengucapkan itu. Whuang.


Daychi mulai berfikir. Ia melihat ada sesuatu yang digenggam Zuan terlihat seperti lembaran.


"Berikan padaku!"


"Sersan! ini..."


"Berikan saja. lagi-pula aku juga mau tahu itu siapa." ucap Whuang merampas benda itu dari tangan Zuan yang sudah memucat.


"W..Whuang. kau..."


"Ini!"


Whuang memberikannya pada Daychi yang segera mengambilnya dan seketika Daychi tersentak kuat.


"Itu siapa?" tanya Whuang penasaran melihat raut wajah Daychi yang berubah mengeras. sorot matanya berubah membunuh masih menatap foto itu dengan pandangan kelam.


"Kau dapat dari mana?" suara berubah dingin terlihat mengepal.


"Dari ruangan kecil di..."

__ADS_1


Plakkk...


Mereka terbelalak saat tamparan keras itu mengenai pipi Whuang yang langsung terhuyung tapi segera direngkuh Zuan yang melindungi kepala Whuang dari benturan dinding.


"KAU TAK BERHAK MASUK KE TEMPAT ITU!!!!"


Bentakan Daychi menggelegar dengan sorot mata membunuhnya keluar. Ini hal pribadi baginya dan tak seorang-pun pantas memeggang dan melihat foto ini selain dirinya.


"S..Sersan!"


Para anggota yang melihat sangat terkejut bersama Fang yang sudah memucat melihat wajah iblis Sersannya sudah muncul kembali.


"KENAPA KAU MENYENTUHNYA?? KAU TAK BERHAK MELAKUKAN ITU!!!"


Whuang diam dengan nafas tercekat. A..Apa yang terjadi? kenapa dia semarah ini?


"Apa lagi yang kau ambil disana??" geram Daychi menyala-nyala. Sejak dulu ia sangat menjaga semua barang-barang ini tapi ia tak terima sedikit saja Privasinya terlihat dimata orang lain.


"S..Sersan!" lirih mereka tampak kasihan pada Whuang yang hanya diam dirangkuhan Zuan yang menatap nanar pipi bengkak dan lebam beserta sudut bibir Whuang yang koyak.


"B..Bunga!" jawab Whuang tak menatap Daychi yang semakin berapi-api. Bunga itu salah-satu hal yang sangat penting baginya bahkan sudah bertahun-tahun masih ia jaga.


"Dimana kau menyimpannya?"


"Kamar!"


Anggota langsung bergegas pergi ke arah lantai kamar mereka dengan tatapan nanar Whuang yang masih belum mengerti kenapa Daychi bisa semarah ini?!


"S..siapa dia?" tanya Whuang membuat gertakan gigi Daychi nyaring


"Penghangat lama-mu. ya?"


"Diam kau!!!" Daychi meninju dinding didekatnya membuktikan betapa panasnya hati pria itu.


"Sersan!!"


Fang segera berdiri ditengah saat melihat kondisi tak bersahabat dengan Whuang yang dilindungi Zuan masih mencoba menahan diri.


"Jaga bicaramu!"


"A..aku benarkan? dia...Penghangat ranjang-mu."


"Cih! jangan samakan dia denganmu."


Whuang diam mencengkram blazernya kuat. Hatinya terasa sakit bahkan begitu sakit tapi ia hanya ingin memperjelas siapa wanita itu dan tempatnya di hidup Daychi.


"Kekasihmu?" susah payah kalimat itu keluar dari bibir bergetar Whuang yang masih menutupi wajahnya dengan rambut panjangnya.


"Memangnya kenapa?"


"Ka..kau mencintainya?" tanya-nya lagi kembali mencoba berdiri berpeggangan ke lengan kekar Zuan yang ia cengkraman menahan kesesakan di dadanya.


Fang menatap prihatin Whuang yang tampak terlihat berusaha kuat walau pasti kenyataan akan merenggut jiwanya.


"Kau siapa ingin tahu itu?"


"S..Siapa?"

__ADS_1


Whuang beralih menatap Daychi dengan mata berkaca-kaca dan senyum miris yang terlihat membungkus kekecewaan. Tak perduli akan kepala pusing dan nyeri ditampar itu Whuang lebih sakit menunggu jawaban Daychi.


"A..apa dia wanita yang kau cintai?" Whuang menatap mata elang Daychi yang terlihat diselumbungi emosinya. Mungkin, pria itu tak sadar jika ia telah menghancurkan hati seseorang yang telah menunggunya sejak lama.


Aku mohon. Ichi! j..jangan mengatakan kata itu.


"Yah!"


Duarrr...


Satu kata itu membuat tubuh Whuang lemas sampai Zuan kembali menyangganya. Tetesan air mata Whuang jatuh perlahan dengan rasa nyeri mulai menekan dadanya.


"Aku sangat mencintainya! bahkan, tak ada satu-pun wanita yang bisa menggantikannya, dan apa yang kau coba lakukan? kau sama sekali tak pantas sedikit-pun memeggang benda itu."


"Kauu..."


Whuang mencengkal lengan Zuan yang sudah mengepal ingin membalas pukulan Daychi tadi. Mata pria itu tampak begitu kelam dan Fang-pun baru kali ini melihat Zuan begitu.


"Biarkan aku membalasnya!" gumam Zuan tak lagi bisa bersabar tapi Whuang hanya diam melangkah mendekati Daychi lagi menahan setiap hujaman didadanya.


"Katakan sekali lagi!" Whuang tampak menguatkan wajahnya dengan mata berkaca-kaca. Katakan kalau kau memang mencintainya dan hanya dia yang kau inginkan.


"Kau masih tak mengerti rupanya." desis Daychi langsung mencengkram pipi Whuang yang tadinya lebam membuat Zuan ingin melesat maju tapi Fang menariknya kebelakang meninggalkan Daychi berdua dengan Whuang.


"Hm. AKU SANGAT MENCINTAINYA!"


Sakit! kenapa bisa sesakit ini? aku tak bisa bernafas normal.


Whuang ditikam beberapa kali sampai akhirnya air mata itu jatuh ke jari Daychi yang tersentak melihat luka di bibir dan rahang Whuang yang membiru.


"K..Kau..." Daychi melepas cengkramannya menatap Whuang yang tersenyum kecil.


"Ini!"


Daychi tersentak saat Whuang menyodorkan setangkai bunga kering yang tadi ia bawa bersama foto itu. tapi, ia hanya beralasan agar ia bisa tahu segalanya.


"Ambilah!" Whuang berusaha bernafas normal dan suara yang biasa padahal ia sudah ingin menghilang dari sini.


"K..Kau .."


"Lain kali ruangan-mu itu di jaga." gumam Whuang tetap menahan segalanya memberikan benda itu ke tangan Daychi yang menatap nanar wajah biasanya.


"Jangan menyamakan kau dengannya!" tekan Daychi dengan maksud berbeda tapi yang Whuang tahu itu hanya hinaan.


Whuang hanya tersenyum lalu melewati Daychi yang berdiri mematung diam lalu menatap tangannya yang tadi menampar wajah mulus wanita itu. Ia juga telah mengatakan soal masa lalunya.


"A..Apa aku salah?!" gumam Daychi mencengkram dadanya sendiri. Kenapa rasanya sakit? ia benar menghukum seseorang yang telah lancang menyentuh miliknya.


Lama Daychi merenung sendiri sampai para anggota sudah ada dibelakangnya.


"Tidak ada di kamarnya. Sersan!"


Daychi hanya diam menatap bunga kering itu lalu berbalik memandang kearah perginya Whuang. ia seakan kehilangan sesuatu yang tak ia tahu.


.....


Vote and Like Sayang..

__ADS_1


__ADS_2