
Whuang sedikit merinding merasakan tatapan elang yang begitu tajam dari sesosok pria dewasa yang tengah membelit pinggang istrinya posesif duduk diatas sofa panjang sana. Terlihat sekali kewaspadaan yang kuat membuat Whuang agak merasa kecil.
"Em... mau minum apa?"
Tanya Natalia mencairkan suasana yang sudah beberapa menit diam setelah duduk bersama di ruang tamu megah ini. Natalia sedikit risih karna Sam terlihat tak menerima sama sekali.
"Kau bukan orang asli jerman!" suara Whuang terkesan tegas dan sangat berkharisma membuat Natalia menatapnya dengan kagum.
"Iya. aku orang Indo. kalau kau?"
"Tak ada."
Natalia tersentak akan jawaban datarnya. Ia langsung menyipitkan mata menatap Sam seakan menyamakan sikap acuh menjengkelkan itu.
"Dia sama seperti kalian orang-orang aneh." bisik Natalia tapi ia masih tersenyum seakan tak terjadi apa-apa.
"Diamlah."
Sam mulai serius beralih menatap Zuan yang duduk di samping Whuang membiarkan wanita itu bicara. Kacamata hitam Whuang masih belum dilepas dan tampak angkuh.
"Kenapa kau kesini?"
"Menemaninya. Tuan!" jawab Zuan pada Sam yang sudah tahu apa yang terjadi di sana. anggotanya juga ada di Kediaman Daychi sesuai kesepakatan anggota kedua Klan.
"Bicaralah cepat, ini waktu tidur istriku." tegasnya langsung mendapat tepukan paha oleh Natalia.
"Tidak, aku tak ngantuk! jadi kami bisa bicara. Sayang!"
"Tidur!" tekan Sam tapi Natalia menggeleng menunjukan wajah imutnya yang melemahkan hati baja sang suami.
"Nanti saja. ya? ini baru punya teman malah di suruh tidur. tak baik, Sayang!"
Whuang terus melihat respon Natalia yang sangat menggemaskan dan begitu manja. Ia suka melihat tingkahnya yang tak dibuat-buat dan terkesan sangat menghormati suaminya dengan kata-kata santai dan lembut.
"Aku ingin bicara berdua denganmu!" ucap Whuang membuat keduanya diam.
"Baiklah!"
"Tapi..."
Natalia menggenggam tangan kekar Sam dengan senyum hangatnya seakan mengatakan ia baik-baik saja dan tak masalah.
"Hm. aku selalu memantau-mu."
"Iya!"
Sam berdiri lalu melangkah kearah luar tapi hanya didekat pintu dengan Zuan yang mengelus punggung Whuang meyakinkannya.
"Aku keluar!"
"Baik!"
Zuan pergi meninggalkan Whuang yang masih tak melepas pandangan dari Natalia yang juga memandangnya. Kedua wanita itu memiliki sisi yang berbeda dan mungkin tak sama.
"Maaf, namamu siapa?"
"Dia sangat sopan."
Batin Whuang menyukainya. Mungkin jika orang bertemu wanita seperti ini untuk pertama kali langsung merasa nyaman karenanya.
"Whuang!"
"Namamu bagus! kau juga sangat cantik, kulitku putih dan kenapa ada memar di pipi dan sudut bibirmu?" tanya Natalia sopan juga penasaran. Sedari tadi perhatiannya selalu tertuju pada luka-luka disekitaran wajah dan paha Whuang yang sedikit tersibak mantel.
"Kau kenal Daychi?"
"Kenapa dia tak menjawabnya?!"
Batin Natalia sedikit jengkel tapi ia sudah biasa menghadapi orang-orang bersikap dingin begini.
"Kenal. itu Kakak angkatku!"
"Dia mencintaimu!"
__ADS_1
"M..maksudmu?" tanya Natalia agak heran kenapa Whuang membicarakan soal Daychi. Apa yang terjadi sebenarnya?!
Whuang-pun merasa sesak untuk membahas ini tapi ia sudah mengambil keputusan penting. Ia akan memperjelas segalanya agar Daychi tak hidup dalam kekosongan lagi.
"Kenapa kau tak menerima cintanya? dia begitu mengagumi-mu. dia pria yang setia."
Natalia diam sejenak. ia merasakan aura sedih dari Whuang yang sepertinya juga memiliki perasaan yang sensitif.
"Dulu Kak Day tinggal bersamaku selama 8 bulan lebih saat mengandung anak kedua suamiku. saat itu kami bersama hanya sekedar tinggal satu atap karna ada masalah dengan suamiku, tapi. selama itu aku tak mencintai Kak Day. karna aku sangat mencintai suamiku."
"Apa kau hanya memberi harapan padanya?" tanya Whuang tak menyangka.
"Tidak. aku tak tahu kenapa Kak Day bisa seperti itu. Whuang! selama ini dia tak pernah mengungkapkan perasaannya tapi suamiku selalu waspada dan tak terlalu setuju jika Kak Day menemuiku." ujar Natalia sadar akan perasaan Daychi padanya tapi ia tetap menjaga hubungan mereka.
Whuang diam. ntah kenapa rasanya sangat sakit mendengar itu semua membuat dadanya seakan ditikam tapi, ia juga merasa prihatin karna Cinta tulus Daychi tak mendapatkan arah sama sekali.
"Kak Day menganggap putriku Elis sebagai putrinya. aku tak masalah karna dia orang baik, hanya saja dia tak bisa bersikap normal! suka membentak jika menyuruh dan..."
"Sangat kasar!" sambung Whuang menyunggingkan senyuman kecil. Ia hafal semua itu bahkan ia sangat merindukannya.
"Hm. tapi walau begitu, dia juga punya hati nurani. hanya saja terkadang dia tak memahami sikapnya yang suatu ketika menyakiti orang lain." jawab Natalia menatap lembut Whuang yang tengah berkaca-kaca.
"D .dia sangat mencintaimu! temui dia sebentar saja dan biarkan dia mengungkapkan perasannya padamu." Whuang meneggarkan hatinya untuk meminta ini.
"Apa kau mencintainya?"
Whuang diam mengepal menahan perasaan. Ia sudah berjanji pada dirinya sendiri kalau ia akan membuat semuanya selesai dalam waktu yang ia tetapkan.
"A..aku .."
"Apa dia yang melukaimu?"
"T..tidak, ini... ini berbeda."
Natalia diam mulai paham sedikit kenapa Whuang kesini dan sepertinya ia juga tak sehat.
"Dia menyakitimu?"
Seketika Whuang sadar dengan sikapnya dan segera berdiri menatap Natalia dari balik kacamata itu.
"M..maaf!"
"Tunggu!"
Natalia mencengkal lengan Whuang yang terhenti ditempat. tak ada kata-kata yang keluar dari mulut Whuang yang terkatup rapat.
"Aku senang. kau mencintainya!"
"Tapi dia mencintaimu!"
Degg...
Seketika Natalia merasa sedikit tersentak. Ia paham jika Whuang merasa kecewa tapi berusaha untuk tetap tegar seperti ini.
"Whuang kau .."
"T..temui dia, biarkan dia bicara. setidaknya dia..dia mengungkapkan cintanya padamu. aku.."
Natalia langsung memeluk Whuang yang terhenyak akan pelukan ini. Terasa tulus dan sangat hangat tak pernah ia merasakan pertemanan yang begitu bernyawa.
"Maafkan aku."
"K..kenapa?"
"Karna aku dia mengabaikan Cinta yang sebenarnya."
Whuang tersenyum miris dengan tetesan air mata yang keluar. Ia membuka kacamatanya hingga terlihat manik abu indah itu sudah berair.
"Sudahlah. aku tahu ini memang jalan hidupku, aku tak heran lagi dengan semua ini."
"Whuang! kau..."
Whuang langsung menggenggam kedua tangan lentik Natalia dengan mata seeius dan tatapan tegas.
__ADS_1
"Aku tak menyuruhmu meninggalkan suamimu atau anak-anakmu! tapi, aku hanya ingin kau mendengarkan isi perasaan Daychi. biarkan dia mengatakan segalanya agar dia...dia tak terluka lagi."
"Whuang kau..."
"Aku tak apa. aku..."
Whuang memejamkan matanya mencoba menerima. Ia tersenyum kembali menatap Natalia walau air matanya tak kunjung berhenti.
"Setelah itu. aku ..aku serahkan dia padamu."
"Maksudnya?" tanya Natalia tak mengerti tapi Whuang hanya tersenyum penuh arti.
"Tak ada. aku ingin dia bahagia, hanya itu." gumam Whuang menunduk memaksakan lengkungan indah itu. Natalia tertegun diam, memang dari awal Whuang terkesan sangat sulit didekati tapi ia merasa Cinta itu sangat tulus sampai rela menyakiti hati sendiri.
"Aku akan bantu bicara dengan Kak Day soal.."
"Jangan!" Whuang menggeleng membuat Natalia semakin berat.
"Kenapa? aku yakin Kak Day akan mendengarkan."
"Tak usah. kau bicara soal perasaannya saja, pasti dia senang saat melihatmu mau mengetahui isi hatinya."
"Whuang! sebaiknya kau.."
"Kau mau-kan?" tanya Whuang memeggang kedua bahu Natalia yang terdiam sejenak.
"Aku mohon!"
"Em... aku bicara dengan suamiku dulu! kalau dia izin-kan aku mau."
Whuang langsung tersenyum lebar memeluk Natalia yang juga membalasnya. Memang usia Whuang lebih tua dari Natalia hingga keduanya seperti Kakak adik.
Tampilan Whuang yang selalu glamor selayaknya model menjadikannya seperti dewi hingga Natalia yang imut dan ayu memiliki kesan sendiri diantara masing-masing.
"Bunda!!"
Keduanya tersentak saat ada suara anak laki-laki yang berdiri didepan pintu sana tengah menggendong bocah mungil yang terlihat mirip dengan wajah imut Natalia.
"Bunda!!"
"Ya? baru pulang?"
Alfin menatap Whuang dengan pandangan heran. Apa itu Model baru perusahaan Papanya? tapi kenapa ada Uncel Zuan?
"Itu siapa?" tanya Alfin pada pada Sam yang mengambil alih Baby Elis dari gendongan putranya.
"Istri Daychi!"
"Apa????"
Alfin terkejut memekik keras membuat Natalia heran melangkah mendekat bersama Whuang yang terfokus pada Baby Elis. Apa itu anak yang disayangi Daychi?
"Alfin, Sayang! kenapa?"
"Bunda! d..dia itu..."
Natalia menoleh kearah Whuang yang masih berwajah datar dan terkesan tak berminat untuk berkenalan. Sam paham karna sosok Naga iblis itu pantas mendapatkan pasangan yang setara dengan keangkuhannya.
"Ini temannya Uncel Day"
"T..tapi, Papa bilang itu.." Alfin masih tak percaya jika ada yang sanggup menjadi istri pria itu. Walau sangat tampan tapi auranya selalu tak tenang dan sangat emosian.
"Ada apa. Sayang?" Natalia beralih pada Sam yang tak memberi tahu istrinya soal pernikahaan Daychi.
"Ayolah. kenapa?"
"Dia istrinya!"
Duarrr...
......
Vote and Like Sayang..
__ADS_1