Gairah Ranjang Sersan Daychi

Gairah Ranjang Sersan Daychi
Ingin Bercerai?


__ADS_3

Sinaran cahaya diluar sana menerobos Fentilasi sebuah kamar luas yang terlihat sudah rapi. Di lantainya tak ada lagi serakan beling dan kaca, melainkan hanya Keramik mahal nan rapi serta barang-barang tepat pada tempatnya.


Dilihat dari kedipan mata memang tak ada yang berubah. Tapi, ntah apa yang akan terjadi nantinya saat Sosok Naga Jantan yang masih terlelap diatas ranjangnya itu tahu jika kamar ini sudah berubah.


"Bunga malam!" gumaman serak dari bibirnya muncul dengan wajah bantal menggemaskan yang masih diselumbungi selimut tebalnya. Tangan kekar itu meraba tempat disampingnya yang dingin membuat dahinya menyeringit.


"Whuang!!!!"


Panggil Daychi masih setengah sadar meraba-raba kasur empuknya. Ia mencari tangan lentik itu atau bagian-bagian kenyal milik wanita ranjangnya.


Karna tak mendapatkan apapun. Akhirnya Daychi terpaksa membuka matanya yang sayu, ia mengusap wajahnya sebentar lalu berdiam diri menatap ke arah samping tempat tidur.


"Astaga!" Daychi tersadar jika semalam Whuang belum pulang. Kepalanya tiba-tiba berdenyut karna minum sangat banyak hari ini.


"Sial!!! kenapa bisa mabuk? biasanya aku tak begini." umpat Daychi mencengkram kepalanya kuat. Ia mencoba diam mencerna segalanya sampai ia mencium aroma seseorang yang samar-samar dari aroma parfum kamar.


"Dia... ini.."


Daychi lagi-lagi di buat pusing. Ia memijat pelipisnya sebentar lalu mencoba untuk tenang.


"Mungkin dia dibawah." gumamnya lalu mulai bangkit turun langsung melangkah menuju kamar mandi untuk mendinginkan kepalanya.


Daychi menatap cermin Wastafel dimana wajahnya sangat kusut. Ia segera menghidupkan kran air membasuh pahatan tampan itu seraya ingin melepas baju kaos oblongnya dan...


"Perasaan semalam aku tak pakai pakaian ini." gumam Daychi heran seraya melepas semua pakaiannya. Ia hanya akan mendinginkan tubuh dan otaknya sekarang.


"Peralatan mandinya. kemana?"


Ia berdiri dibawah Shower yang membasahi tubuh kekar polosnya. Daychi merotasikan mata kesemua sudut yang tampak berubah tak seperti biasanya. Kemana barang-barang wanita itu?


Tak ingin bergelut dalam kebingungan terlalu lama. Daychi segera melaksanakan ritual mandi itu dengan tergesa-gesa tapi Daychi termasuk pecinta bersih hingga ia tak menyisakan kotoran apapun di tubuh kekarnya.


"Whuang!!!" panggil Daychi langsung menyambar handuknya di gantungan, sayangnya ia juga tak menemukan handuk istrinya.


"Apa dia masih marah padaku?" gumam Daychi merasa sangat resah membelitkan handuk ke pinggang berototnya. ia juga meraih handuk kecil untuk mengusap rambutnya yang basah beraroma Wood Musk yang khas.


Tak ingin berlama-lama. akhirnya Daychi keluar langsung masuk ke dalam Walkcloset membuka lemari besar miliknya. Daychi memilih gaya classic goth dengan memadukan kaos berwarna gelap, jaket kulit hitam dengan kerah lebar, celana jeans hitam, dan ikat pinggang dengan kepala besar. Lengkapi juga ShopBackers miliknya terlihat sangat Macho san Cool seperti gayanya.


"Whuang!!!" Daychi terus memanggil wanita itu seraya melihat penampilannya di cermin sangatlah mempesona dengan rambut agak berantakan yang menambah kesan seksi.


"Aku harus bicara dengannya. tak baik membiarkannya marah semalaman." gumam Daychi lalu memeriksa lemari besar Whuang dan..


"D..Dimana?"


Daychi terkejut saat tak menemukan satu-pun pakaian wanita itu disini. Jantungnya mulai berdebar kuat memeriksa koper yang tak ada dan sepatu-sepatu milik Whuang juga tak ada di tempatnya.


"D..Dia..."


Daychi segera berlari keluar melihat meja rias juga tak ada barang-barangnya. Dadanya semakin terasa berat menduga yang tidak-tidak.


"Whuang!!!'


Daychi bergegas membuka pintu kamar dan berlari keluar masuk ke lift. Wajahnya tampak cemas menunggu benda kotak mewah ini membawanya keluar dengan jantung terus memberontak.


"D..dia pasti di bawah. dia memang sering membuat kekacauan." umpat Daychi mengusap wajahnya. Saat Lift sudah terbuka segera Daychi keluar menatap ke semua sudut lantai dasar dimana ada para pelayan yang tengah menyambutnya.


"Tuan!"

__ADS_1


"Dimana Whuang?"


Mereka tampak diam saling pandang lalu menunduk. Eva dan Seung juga sama tak mau membuka suara dengan wajah pucat mereka.


"Dia pulang semalam-kan?"


"K..kami..."


"Kenapa barang-barangnya tak ada di kamarku? dimana dia?"


Para pelayan sana diam dengan tubuh gemetar takut jika Tuannya marah dan akan membuat kepala mereka meledak sekarang juga.


"K..kami..."


"JAWAB!!!!"


Bentak Daychi membuat Seung dan yang lainnya tersentak dengan mata berkaca-kaca tak mampu menahan aura intimidasi yang begitu kuat dari tubuh kekar Daychi yang kelam.


"Oh. kalian ingin ini."


Daychi langsung mengambil Vas bunga disampingnya dengan segera ia melemparkannya ke tubuh mereka yang tersungkur dengan pecahan keramik mahal itu.


"T..Tuan!" mereka gemetar saat Daychi tak puas dengan semua ini. Ia beralih mengambil pisau buah didekat meja dengan sorot mata membunuh yang tak di hindarkan.


"Kau!" Daychi menunjuk salah satu pelayan wanita yang tadi jatuh tampak sangat gemetar dan air mata merembes keluar.


"T..Tuan!"


Daychi sama sekali tak bicara banyak. Ia melangkah mendekat membawa maut bagi mereka semua.


"Katakan!"


Srekk...


"Tuan!!!!"


Mereka terkejut berteriak histeris saat Daychi dengan sadisnya menggorok leher wanita muda itu yang sudah tak bernyawa ditempat dengan darah menyembur dimana-mana.


Daychi sudah tak perduli. Jiwa iblisnya kembali kepermukaan menatap semuanya menjadi sebuah ambisi dan hasrat membunuh yang kuat.


"Berikan jawaban. atau ini yang kalian inginkan." Daychi menenteng kepala pelayan yang sudah terpisah dari tubuhnya membuat mereka tak mampu berdiri lagi.


Seung menangis memeluk Eva yang juga diam menatap kosong ceceran darah itu dengan bulu badan tegak merinding.


"Kau!" Daychi menunjuk pelayan lain yang tampak lebih berumur dari yang tadi membuat mereka semua semakin lemas.


"S..saya tak tahu. Tuan! saya.. saya ..."


Lagi-lagi Daychi melakukannya hingga ia benar-benar menggila menghabisi semua pelayan yang tak memberikan jawaban. Lantai dasar yang tadi sudah bersih dan rapi kembali terlihat berantakan dengan tempat pembantaian yang nyata.


"Jawab aku. atau nyawa kalian tak akan tertolong!!!"


Daychi terus membunuh siapa saja yang mengatakan tak tahu hingga ia benar-benar membuat lantai dasar itu berubah merah dengan ceceran tubuh manusia dimana-mana. Hanya ada 5 pelayan lagi yang merapat ke dinding menatap nanar tubuh teman-temannya yang tergeletak tanpa kepala.


"Berikan aku jawaban!!!!"


Para anggota yang tengah melihat dari arah pintu utama hanya diam menatap semua itu datar. Ini memang resiko besar bekerja disini walau Gajinya tak main-main.

__ADS_1


"E..Va, hiks!" isak Seung gemetar memeluk Eva saat tatapan iblis itu mengarah pada mereka.


"Kau!"


Seung bertambah syok saat Daychi melangkah mendekat dengan tangan sudah penuh darah di pisau yang menetes disetiap langkahnya.


"Jawab!"


"S..saya..."


Daychi menyeringai menarik Seung yang menjerit histeris tak mau melepas pelukan dari Eva yang tampak mau pingsan dengan wajah pucat pasih.


"Saya tak tahu. Sersan!!! saya hanya melihat Nona datang dengan tubuh penuh lukanya!!!!"


Brughh...


Daychi mendorong Seung keras hingga tubuh wanita itu tunduk di hadapannya. Pandangan Daychi semakin kelam mendengar ucapan Seung yang tampak sudah sayu-sayu ingin pingsan.


"Luka?"


"I..iya, semalam dia dibawa Tuan Lien dan Tuan Zuan ke kamar anda. lalu ..lalu kami di suruh pergi dan .. kami tak tahu lagi apa yang terjadi." isak Seung beringsut menjahui Daychi yang mengepal menggenggam kuat pisau ditangannya.


"Sersan!"


Suara Fang terkejut diambang pintu sana melihat para pelayan yang terbantai di lantai dasar hanya menyisakan 5 orang itupun tampak sudah tumbang tak sadarkan diri.


"Sersan! anda..."


"Dimana dia?" Daychi berbalik menatap Fang yang tersentak melihat mata Daychi yang berubah kelam. Ini pandangan iblisnya yang begitu haus akan darah.


"Tak ada yang memberi jawaban?!" gumam Daychi menyeringai melangkah kearah Fang yang sudah tahu Sersannya pasti akan membantai satu Kediaman ini.


"Sersan! kendalikan diri anda, kita bisa bicara.."


"DIMANA DIA???? BERIKAN JAWABAN ATAU KALIAN AKAN SAMA SEPERTI MEREKA!!!"


Bentak Daychi mengigil menahan emosi dan wajah keras dan rahang mengetat. Angkara murka itu terlihat nyata membuat mereka menelan ludah kasar.


"Baik! aku akan jelaskan."


Fang mengambil nafas dalam menyelamatkan nyawa para anggota mereka yang pasti akan jadi sasaran amukan.


"Nona memutuskan untuk bercerai dengan anda!"


Duarrr...


Daychi terkejut dengan ucapan Fang yang menatapnya serius. Wajahnya tampak termenggu kosong tak percaya dengan pernyataan itu.


"I...Ini..."


"Kami sudah berusaha mencegahnya tapi Nona kekeh untuk bercerai sampai menemui Tuan Khang yang setuju dengan keputusannya!"


Tak ada jawaban apapun dari Daychi yang segera melempar pisaunya ke sembarang arah lalu berlari keluar menuju mobil. Tidak bisa, kau tak akan lepas dariku dan kau akan terima hukuman atas tindakan seenaknya ini.


"Jangan harap kau bisa lepas." geram Daychi masuk ke mobil dengan emosi berkabut nyata. Sampai mati-pun ia tak akan melepas apapun yang ia cap sebagai miliknya.


......

__ADS_1


Vote and Like Sayang..


__ADS_2