Gairah Ranjang Sersan Daychi

Gairah Ranjang Sersan Daychi
Rival Baby Ryu?"


__ADS_3

Membicarakan masalah 3 larangan. Daychi masih belum menyetujui permintaan Whuang yang ia rasa itu masih berbahaya untuk waktu sekarang.


Tepat hari ini Whuang menolak untuk pergi kemana-pun termasuk menolak ajakan Daychi untuk keluar. Ia kekeh berdiam diri di Kediaman walau sedari pagi semua orang tampak sibuk mengantarkan pakaian padanya.


"Nona! anda harus segera berganti pakaian!" bujuk Eva yang sudah menangani para MUA dan para tata busana yang di datangkan khusus kesini membuat Whuang heran.


"Kenapa kalian sesibuk ini?" decah Whuang tengah duduk di kursi meja makan. Ia bebas karna Baby Ryu sudah tidur setelah meminum asi tadi.


"Nona! kami diperintahkan Tuan Muda untuk merias anda."


"Apa aku kurang cantik?"


Pertanyaan itu membungkam mereka. Dari wajah natural ini saja tak ada niat untuk mencerca sedikit-pun. semuanya tampak mempesona pas porsi.


"Bukan begitu. Nona! hanya saja, ada pernikahan yang harus anda hadiri."


"Pernikahan siapa?" tanya Whuang seraya mengunyah potongan apel di piringnya. Seung hanya diam berdiri dibelakang kursi Whuang yang hanya acuh.


"Kalau begini terus. Nona tak akan menghadiri acara besar ini."


Batin Eva menatap para Team perias yang menggeleng tak tahu harus apa.


"Sudahlah. aku ingin kalian jangan bicarakan pesta-pesta lagi, aku mau keatas!" berdiri melangkah ke arah Lift.


"Momy Wu!!!"


Suara cempreng ceria itu membuat langkah Whuang terhenti. Eva dan Seung berbinar melihat siapa yang telah datang didepan pintu sana.


"Nona kecil, Xiaojie!" sapa mereka menunduk membuat Whuang segera menoleh dengan mata terpaku menatap objek dihadapannya.


"K..kau .."


"Hay!"


Senyum hangat Natalia mekar. Ia tampak melangkah masuk dengan tampilan anggun dan lebih dewasa. Rambut panjangnya digerai dengan wajah cantik ayu seperti biasa.


"Momy!" sapa Elis memeluk kedua kaki jenjang Whuang yang masih berpakaian santai baju kaos Oversize dan Hotpans pendek itu.


"Hay! apa kabarmu?" tanya Whuang mengusap puncak kepala Elis yang manis dan sangat damai. Senyuman ceria itu menurun dari Natalia ibunya.


"Baik! Momy apa kabar? Adik bayinya. mana? Bunda bilang ada Adik bayi!" tanya Elis melihat ke semua arah.


"Adik bayinya tengah tidur. nanti kalau sudah bangun Elis bisa bermain bersama Adik. bagaimana?"


Elis langsung mengangguk lalu berbinar melihat makanan di atas meja sana. Ia menatap Whuang yang mengulum senyum mengisyaratkan Eva dan Seung mengambil alih.


"Nona kecil! silahkan."


"Yeyy!!"


Elis berlari kesana dengan kaki mungil yang menggemaskan. Natalia menggeleng saja lalu mendekati Whuang yang sudah dekat dengan anak angkat suaminya itu.

__ADS_1


"Bagaimana kabarmu?"


"Aku?" tanya Whuang tak begitu mendengar.


"Iya. suamiku bilang kau selamat bersama anakmu. aku ikut senang, Whuang!"


Whuang mengangguk dengan pandangan tegasnya beralih melihat perut Natalia yang tak lagi besar. Pastinya wanita ini telah melahirkan anak ke 3 mereka.


"Bagaimana dengan anakmu?"


"Em.. dia bersama suamiku!" jawab Natalia yang diangguki Whuang. rasanya masih sendu membayangkan ia yang tak akan kuat hamil lagi sementara Natalia sudah mengandung beberapa kali.


Melihat kemurungan Whuang. Natalia sama sekali tak mengerti, apa ada masalah?


"Ada apa?"


"Tidak ada. emm.. apa ada sesuatu yang serius?!" elak Whuang tak mau membahasnya.


"Begini! kau harus bersiap sebentar lagi."


"Kemana? kalian begitu aneh." gumam Whuang tak mengerti. Natalia tahu jika Kakaknya menyembunyikan ini dari Whuang agar membuat sebuah kejutan.


"Pesta besar yang berarti bagiku. kau mau-kan datang?"


"Pesta?" tanya Whuang lagi memperjelas. Natalia mengangguk menatap para MUA dan Team busana yang langsung mendekat.


"Kami sudah menyiapkan segalanya di ruang rias khusus Nona. Xiaojie!"


"Tapi..."


"Sutt! pergilah."


Mau tak mau Whuang terpaksa menuruti para MUA dan pelayan lainnya. Ia sangat malas keluar karna masih jengkel dengan Daychi tapi karna Natalia ia segan menolak.


"Kenapa kalian harus kesini? aku bisa melakukan semuanya sendiri." gumam Whuang merutuk tapi mereka hanya memaklumi. mulut wanita ini memang sangat pedas.


"Nona! disana akan ada banyak Keluarga Bangsawan. kehadiran Tuan Muda Daychi sangat di nanti-nantinya."


"Keluarga bangsawan?" gumam Whuang mulai membayangkan suasana pestanya. Pasti disana akan banyak wanita-wanita cantik bertubuh seksi dan sangat pandai melintah.


"Tidak! aku tak bisa membiarkan Daychi kesana sendirian. dia itu pecinta ranjang, tak akan ku biarkan kalian merebut suamiku."


Batin Whuang lalu mempercepat langkahnya. Luka operasi itu sudah sembuh dengan bantuan pengobatan medis para dokter profesional yang Daychi kerahkan terus. Jadi, Whuang bisa tampil menunjukan jati dirinya nanti.


...............


"Apa ini sudah bagus?"


Tanya Daychi tengah berkaca didepan cermin yang memperlihatkan semua pahatan sempurna itu. Ia memakai pakaian pengantin dari rancangan desainer ternama keluarganya.


"Anda sudah sangat tampan. Sersan!" puji Fang melihat pantulan visual Daychi yang sedari tadi selalu bertanya merasa gugup. Ini bukan pernikahan pertamanya tapi ia rasa kali ini ia benar-benar diposisi itu.

__ADS_1


"Tapi, apa Whuang suka aku memakai ini?"


"Pasti! tinggal Jasnya yang harus di .."


"Tidak! ini kurang." gumam Daychi kembali membuka Jasnya lalu mengambil Jas lain yang ada di atas Sofa. para pelayan pria dibelakang mereka hanya diam melihat tumpukan pakaian pengantin ini sangat tak berguna padahal mereka lihat sudah sangat bagus.


"Cih! ini juga, seharusnya sedari kemarin aku tak melihat ini." umpat Daychi kembali melempar Jas itu. Fang menatapnya jengah, ini sudah 2 jam mereka berdiri tanpa ada kepastian.


"Sersan! acaranya 2 jam lagi, ini harus selesai."


"Apa? 2 jam!" gumam Daychi mulai dingin. Ia frustasi melihat tumpukan pakaian ini tak ada yang cocok sama sekali.


"Acaranya 2 jam lagi, tapi. tak ada pakaian yang cocok, kalian ini bagaimana?" geram Daychi panik sendiri. baru kali ini ia terlihat gelisah hanya karna sebuah pakaian.


"Pakai apa saja yang ada."


Daychi menoleh ke belakang hingga matanya seketika membelo malas melihat sosok kekar Herchier jerman itu sudah sampai rupanya.


Sam tampak menggendong bayi berusia 6 bulanan yang terlihat memiliki ekspresi sama dengan Papanya. Si kecil itu menuruni gaya menatap Sam dan lejukan bibir sensualnya.


"Anakmu?"


"Menurutmu?" tanya Sam begitu terlihat gagah. Semakin tahun pria ini begitu bahagia dikarunia ini anak-anak yang sangat berbakat dan beraura dari rahim istrinya.


"Cih. kau seharusnya juga melihat putraku!" .


"Aku tak berminat." jawab Sam membuat Daychi mengepal lalu kembali fokus memilih pakaiannya. Sam hanya diam beralih duduk diatas sofa di sudut ruangan memangku putranya yang hanya ingin digendong olehnya saja.


"Maaf, tapi anak anda siapa namanya? Tuan!" sopan para pelayan yang kagum melihat ketampananya. kenapa para anak-anak pewaris keluarga besar ini begitu sangat mempesona?


"Edwards Austin Bilions!"


Daychi langsung terdiam. Melihat sekilas saja ia sudah merasakan anak ini yang menuruni aura dan jiwa Sam yang sangat tenang tapi penuh rencana.


"Namanya sangat luar biasa. begitu berwibawa." puji mereka yang menyandingkan dua sosok penerus Keluarga Yuchin dan Keluarga Bilions. keduanya kalau dipertemukan apa akan sama seperti ayah mereka masing-masing?


"Sepertinya itu Rival Tuan kecil kita. Sersan!" bisik Fang yang memperhatikan bayi itu dengan baik. Daychi hanya acuh, ia bangga punya pewaris seperti Ryu yang punya kekuatannya sendiri.


"Itu lebih baik. permusuhan ini harus diteruskan, bukan?"


"Tapi, apa anda tak cemas jika nanti kisah kalian akan terjadi pada anak-anak kalian. Sersan?"


Daychi menatap tajam Fang yang seketika menciut pura-pura tak mengingat pertanyaannya.


"Tak akan ku biarkan putraku menjadi sepertiku!"


"A..anda santai saja. Sersan! aku hanya bercanda." Fang mencengir meredam kegugupannya. Daychi sangat sensitif dan bisa saja pria ini membuat kepalanya putus hari ini juga.


....


Vote and Like Sayang..

__ADS_1


__ADS_2