Gairah Ranjang Sersan Daychi

Gairah Ranjang Sersan Daychi
Menikah?


__ADS_3

Mereka sudah menunggu di meja makan yang memaparkan berbagai hidangan berbahan dominan ikan dan Seafood lezat tak lupa satu minuman alkohol milik Daychi yang selalu sedia.


Nyonya Mieng tampak cantik duduk dengan anggun di kursinya dan Mey yang tak berhenti menatap kearah pintu masuk ruang makan. Ia memperbaiki riasan dan tatanan rambut kepirangannya lalu membuka kancing dress di area dada hingga terlihat dua bongkahan kenyal itu menyembul.


"Daychi sangat suka dengan keseksian. aku tak akan menyia-nyiakan apapun."


Batin Mey memang memakai Dress ketat singkat diatas paha lengan panjang namun agak transparan dibagian belakang punggungnya.


"Mey! apa Daychi akan turun?"


"Tenang saja. Kakak Ipar! dia akan turun, apalagi untuk pertama kalinya setelah waktu yang panjang Kakak kemari." jawab Mey tak sabaran melihat reaksi Whuang soal berita yang akan mereka bawa.


Sementara Nyonya Mieng. Ia agak gelisah karna khawatir jika Daychi marah. Para pelayan yang melihat kecemasan itu hanya diam berdiri dibelakang kursi mereka termasuk Seung dan Eva.


"Ibu!"


Suara itu membuat Nyonya Mieng berdiri diikuti Mey yang memekarkan senyum bahagianya. Seperti biasa wajah Daychi sangatlah tampan dengan kulit putih yang mulus.


"Nak! selamat pagi."


"Hm. ada apa?" tanya Daychi tak menatap Mey sama sekali. Ia melangkah tegas ke kursi makannya dengan dibaluti kaos abu oblong tanpa lengan memperlihatkan lengan kekarnya dan celana pendek santai hitam yang sangat cool.


"Nak! sebaiknya kau makan dulu, sepertinya kau baru bangun." jawab Nyonya Mieng lembut merasa senang melihat rambut Daychi lembab dan wajah segarnya habis mandi.


"Hm. kau juga, bu!"


Ucap Daychi datar membiarkan pelayan mendekat untuk mengambil hidangan makanan tapi Mey segera berdiri dengan gaya centilnya.


"Biar aku saja."


Daychi hanya menatap lurus kedepan walau Mey melangkah mendekat mengambil piring dan menyiapkan hidangan di atas meja. Ia sengaja membungkuk mempertontonkan dadanya membuat Seung dan Eva geram.


"Kau seharusnya tak baik minum alkohol pagi-pagi, Daychi!"


"Bukan urusanmu." jawab Daychi dingin sama sekali tak memandangnya. Tapi, Mey sudah bahagia bisa dekat begini bahkan aroma parfum dan shampo Wood Musk itu menyeruk melemaskan jiwanya.


"Ini. makan yang..."


"Ichi!!!"


Nyonya Mieng tersentak mendengar teriakan itu hingga mereka menoleh kearah sesosok wanita super cantik yang setengah berlari memeggangi resleting jaket abu olahraganya dibagian depan yang terbuka memperlihatkan Bera Sport yang membusung menampung bola dunia yang sekang itu.


"B..Besarnya." gumam para pelayan iri melihat dua aset berharga itu tampak sempurna membuat mereka terbelalak tak percaya dunia ini akan terguncang.


"K..Kau..." Daychi memerah melihat Whuang memakai hotpans berwarna hitam diatas paha hingga semuanya terlihat luar biasa dengan rambut panjang yang di gukung tinggi.


"Sulit di kancing. Sayang!"


"S..Sayang?"


Para pelayan syok mendengarnya tapi Nyonya Mieng tersenyum malu melihat Whuang begitu manja dan sangat intim dengan putranya.

__ADS_1


Whuang berdiri dihadapan Mey yang masih terhenyak akan tubuh Whuang yang memang sempurna dari lekuk manapun. Ia langsing tapi kenapa bagian-bagian indah itu begitu montok?


"A... I...Ibu." Whuang pura-pura terkejut tak menyadari Nyonya Mieng yang menahan kegelian dan bahagia.


"Hm? tak apa. aku senang kau begitu manja pada putraku."


"A.. maaf, maksudku.. tidak jadi. ini... tak apa." Whuang belagak gugup tak jadi mendekati Daychi yang menatapnya dari kepala sampai ujung kaki. Tak ada cela untuk menghujat.


"Sini!"


"I...Ichi, ada Ibumu." segan Whuang saat Daychi menarik tangannya mendekat hingga Daychi duduk menyamping menghela nafas dalam memperbaiki jaket olahraga Whuang yang pendek hanya sampai ke pertengahan perut datarnya.


"Tak apa."


"Jaketnya ke-kecilan." gumam Whuang membiarkan Daychi mencoba mengancing resleting jaketnya tapi tak bisa karna tak muat.


"Dadamu kebesaran." jengah Daychi mendapat cengiran Whuang yang melirik penuh kemenagan Mey yang menutupi kembali dadanya. Ia kalah saing dengan Whuang yang sudah tahu rencana Nenek Peot ini.


"Cih! kau pikir aku bodoh?!"


Batin Whuang sinis mendapat acungan jempol dari Seung dan Eva yang bahagia.


"Emm.. ya sudah. kalau begitu nanti saja ku ganti, tapi ukurannya ini semua di lemari."


"Hm." gumam Daychi datar menarik Whuang duduk di sampingnya lalu menatap Eva penuh tekanan hingga wanita itu mengangguk melangkah pergi keluar ruangan agar tak ada lelaki yang masuk kesini.


"Whuang! kau sangat cantik." puji Nyonya Mieng kagum memandang lembut dirinya.


Raut wajah Daychi berubah total menatap intimidasi Whuang yang hanya diam mengambil makanan yang baru di satu piring.


"Ouh iya. Nenek ..."


"Nenek?" tanya Nyonya Mieng tak mengerti membuat Whuang tersentak.


"Maksudku. Aunty Mey! ini piring-mu tadi, makan yang banyak. hm? agar cepat besar." kelakar Whuang mengesampingkan piring wanita itu tadi membuat Mey mengepal menahan amarah.


"Dia memang benar-benar." Batin Mey berapi-api memandang Whuang penuh permusuhan tapi Dewi Bulan itu malah asik menyodorkan piring ke hadapan Daychi yang diam.


"Ya sudah. ayo makan! Ibu juga, apa perlu aku ambilkan. Bu?"


"Tak usah. Nak! Ibu tadi sudah makan, kalian saja." tolak Nyonya Mieng lembut hanya menyeduh teh hangatnya.


"Emm.. baiklah." jawab Whuang lalu mulai mengambil sumpit menyuap beberapa sayuran lalu menatap Daychi yang memandangnya dingin.


"Ada apa?"


"Kau bisa tidak tak membahas Lien?"


Whuang menyeringit seraya mengunyah lalu menggeleng kembali melanjutkan makannya membuat Dahchi mengepal.


"Makanlah, dan jangan minum!" tekan Whuang saat Daychi sudah mau mengambil botol alkohol.

__ADS_1


"Apa yang mau ibu katakan?" Daychi masa bodoh tetap membuka tutupnya dengan mudah membuat Mey menyeringai merasa puas.


"Sayangnya dia juga tak mendengarkanmu." gumam Mey bisa didengar Whuang yang mencengkram sumpitnya kuat sampai patah membuat mereka terhenyak.


"N..Nak! kau..."


"Aku makan di luar!" pamit Whuang berubah dingin lalu berdiri tapi Daychi segera menekan pinggangnya hingga kembali duduk.


"Ibu ingin bicara. sopanlah sedikit."


"Kauu..."


Daychi meletakan kembali botol minum yang tadi ia buka hingga Whuang diam dengan tatapan penghakiman.


"Aku tak akan minum pagi ini. tapi, setelah siang jangan melarangku."


"Cih."


Whuang dengan kesal mengambil sumpit baru dan kembali memakan makananya membuat Nyonya Mieng terdiam menatap botol minuman itu. Apa Daychi mencintai Whuang? tapi kenapa interaksi mereka agak menggelikan.


"Katakanlah. Bu!" sambung Daychi hanya meminum segelas air putih menatap Nyonya Mieng yang menghela nafas dengan Mey duduk kembali di tempatnya.


"Ibu tak tahu harus mulai dari mana. tapi, sepertinya Keluarga mereka kembali menginginkanmu."


Whuang seketika terhenti mengunyah kepiting saosnya. matanya bertanya-tanya apa maksud Nyonya Mieng.


"Aku tak perduli." jawab Daychi dingin dan tak suka.


"Ibu paham. tapi, temuilah dia sekali saja karna dia sekarang sakit karna ..."


"Aku tak ingin menemui siapapun. lagi pula bukan salahku membuatnya sampai sakit selama bertahun-tahun." tegas Daychi dengan mata elang tak bersahabat. Wajah tampannya mengeras mendinginkan suasana.


"Daychi! kau lupa jika dia Fans terberat-mu, karna tabiat burukmu mencincang wanita sampai ia trauma dan sakit-sakitan." sambung Mey menyesap segelas susu di depannya.


Whuang diam berfikir jika itu pengaggum Daychi yang sepertinya penting sampai Nyonya Mieng datang sendiri kesini.


"Bukan urusanku."


"Daychi! ibu harap kau bijaksana dalam bertindak, Nak! Ibu bukan ingin mendekatkan-mu dengannya tapi setidaknya kau jangan menghancurkan hubungan keluarga kita. setidaknya jenguk dia bersama istrimu. itu tak masalah." jelas Nyonya Mieng memberi pengertian.


"Bukankah pernikahan kalian tersembunyi?" Mey merumitkan suasana.


Whuang hanya diam melanjutkan makannya. Memang benar pernikahan ini hanya sebuah kesepakatan dan keterpaksaan tapi ntahlah, ia bingung mau berkata bagaimana.


"Jangan sampai dia memintamu menikahi Putrinya."


Degg...


......


Vote and Like Sayang..

__ADS_1


__ADS_2