Gairah Ranjang Sersan Daychi

Gairah Ranjang Sersan Daychi
Kenapa kau sangat beruntung?


__ADS_3

Jawaban tanpa rasa bersalah itu membuat Fang pasrah akhirnya meninggalkan kapal besar dengan para anggota meringkus petinggi-petinggi penyerangan kali ini.


Api menggila melalap kapal yang dibakar diatas lautan dengan para anggota bekerja sama untuk memusnahkan alat-alat musuh beserta mayat-mayat yang mereka tumpuk didalam kapal itu.


"Apa tak ketahuan pemerintah?" tanya Whuang yang sudah berdiri diatas pasir abu jauh dari tempat pembakaran . Ia tengah memeluk Kay yang juga memandang kobaran api sana.


"Ini wilayah Sersan! tak ada kuasa untuk membuat aturan." jawab Zuan berdiri disamping Whuang yang kagum dengan semua wilayah kekuasaan Naga Jantan itu.


Sementara Fang. Ia tak bicara sama sekali selain duduk di batu besar tak jauh dari mereka menatap nanar hutan lebat yang tampak sudah diurus para anggota mereka.


"Kenapa Fang sangat kesal? nanti aku yang akan bicara pada Ichi!" gumam Whuang menekuk wajah cantiknya.


"Bukan masalah itu!"


"Maksudnya?" tanya Whuang menatap wajah samar Zuan yang tenang.


"Itu tanggung jawab Fang! dulu dia pernah mengalami ini sampai Metina hampir mati hingga Sersan ingin membunuhnya."


Whuang syok mendengar jawaban Zuan yang tampak tak begitu banyak marautkan wajah datarnya.


"Benarkah? tapi, Metina itu siapa? lalu kenapa Ichi sampai marah sebesar itu?"


"Itu hewan-hewan yang sangat patuh pada Sersan, khususnya Metina! Sersan membentuk anggota khusus hanya untuk menjaga hewan satu itu."


"Apa dia di hutan itu juga?" gugup Whuang merasa sedikit cemas.


"Tidak! Metina ada di tempatnya sendiri karna dia bukan tipe berkelompok."


Whuang menghela nafas dalam mendekati Fang yang masih tenggelam dalam pikirannya. Ia merasa bersalah melakukan itu.


"Fang!"


"Apa? kau belum senang memojokanku?!" ketus Fang melempar beberapa batu ke air sana membuat Whuang segera meloncat kedekatnya.


"Kau tenang saja. nanti, kalau Ichi bertanya bilang saja aku."


"Memangnya kau berani?" sinis Fang menaikan alisnya memandang Whuang yang mendongak angkuh.


"Tentu! percayalah dia tak akan marah pada siapapun, karna aku tak akan membiarkan kalian terluka. selama aku masih hidup kalian akan tetap dalam penjagaanku sampai..."


"Sampai?"


Duarr...


Whuang terlonjak kaget mendengar suara dibelakangnya dengan Fang yang segera turun dari batu dengan pucat menatap sesosok gagah dibelakang Whuang.


"S..Sersan!" gugup Fang membungkuk membuat mata Whuang terbelalak.


"Mati aku!!"


Batin Whuang perlahan berbalik memandang ciut samar-samar wajah tampan yang tengah memakai jaket bertopi itu. Ia bisa mencium aroma Wood Musk milik Daychi yang begitu menggetarkan jiwa.


"I..Ichi!"


"Sampai apa?"


"A.. itu.. tadi Fang bilang dia ingin minta maaf. iya kan?"


Fang syok mendengar ucapan Whuang yang mempelototinya ditengah remangan bulan yang begitu indah malam ini. Ia segera menggeleng tak setuju.


"K..kau bilang tadi.."


"Tak usah malu, kau memang sangat pemalu. hm?" Whuang turun dari batu mendekati Fang yang sudah ingin berteriak agar menghilang dari muka bumi ini.

__ADS_1


"S..Sersan! aku...aku minta maaf k..karna itu.. hutan..mu.."


"Siapa yang membakarnya?"


"Whuang!! Whuang yang melakukannya!" sambar Fang cepat menunjuk Whuang yang terkejut segera menatap tajam Fang yang tak mau disalahkan.


"Kau lagi?!" geram Daychi menggertakan giginya hingga Whuang langsung mencengir mengusap tengkukny yang tak gatal.


"A..itu.. a..apinya yang membakar h..hutan dan.."


"TAK MUNGKIN API ITU TIBA-TIBA MUNCUL!!"


"Zuan!!!"


Pekik Whuang melesat melewati Daychi lalu bersembunyi dibalik bahu kekar Zuan yang sekali lagi menggeleng. Ntah kapan dua manusia ini bisa akur dan bisa bekerja sama.


"Zuan! tolong aku, dia bisa saja membunuhku sekarang. aku belum siap karna harta-hartaku belum di uangkan." bisik Whuang menyembunyikan wajah cantiknya.


"Kau selalu saja membuat masalah!! apa tak bisa kau diam saja tanpa sok tahu dan sok kuat. ha???" geram Daychi berbalik memandangnya membunuh. Ia sudah melihat segalanya sedari tadi sampai kelakuan Whuang yang memusingkan kepala.


"Kau pikir ini tempat bermain? sudah jelas ini laut mati dan kau tak tahu ada banyak ular dan hewan beracun disini!!!" timpalnya lagi emosi.


"Kenapa kau yang marah? lagi pula hutanmu tak terbakar semuanya!!" bantah Whuang tak mau kalah membuat Daychi mendidih ingin mendekat tapi Zuan segera angkat bicara.


"Tak ada yang terluka di hutan sana. hewan-hewan anda baik-baik saja hanya bagian tepi yang dibakar, beruntung hutannya lembab jadi tak terlalu menyebar. Sersan!"


"I..Iya, tak ada masalah! kau bisa tenang. Ichi!" timpal Whuang lega mengelus dadanya. Kay meloncat turun dari gendongannya saat melihat ada dua orang yang terkapar diatas pasir tak jauh dari mereka.


"Ada apa?"


"Kay mendekati orang di sana." Whuang menunjuk ayah dan anak tadi hingga Zuan mengisyaratkan para anggota untuk mengamankan mereka.


"Mereka musuh?" tanya Daychi seraya menarik lengan Whuang hingga membentur dada bidangnya.


"Seperti korban. tapi kita belum tahu sebelum mereka di selidiki." jawab Zuan melangkah pergi mengurus anggota lainnya bersama Fang meninggalkan sepasang suami istri aneh itu.


"Kenapa dia memandangku seperti itu?! aku jadi gugup."


Batin Whuang berusaha tenang seakan tak sadar tetap memandang ke sembarang arah mencoba menghindari pandangan Daychi padanya.


"Ichi! kau datang sendiri. ya?" Whuang mencoba mengalihkan suasana.


Tanpa menjawab sama sekali. Daychi langsung menarik tengkuk Whuang hingga bibir keduanya berbenturan dengan mata Whuang melebar terkejut.


"D..Dia menciumku!!!"


Batin Whuang terpekik kaku dengan ciuman mendadak ini. Tak pernah biasanya Daychi seperti ini kecuali diatas ranjang panasnya.


Kelembutan bibir Whuang membuat Daychi memejamkan matanya. Ia mulai memangut lembut seraya menarik pinggang ramping itu merapat ke tubuhnya.


"Sial!!! bibirnya sangat lembut dan manis."


Sekarang Daychi yang beralih mengumpat didalam batinnya. Hisapan itu dilayangkan bersama lidah yang ingin menyusuri rongga mulut cantik Whuang yang tanpa sadar memejamkan matanya menikmati segalanya.


"Ehmm!"


Whuang beralih mencengkram pinggir jaket Daychi saat lidah keduanya sudah bertemu membelit satu sama lain dengan decapan lembut yang terdengar samar.


Daychi sangat mahir berciuman membuat Whuang-pun tak mau kalah membalas dengan bergairah hisapan seksinya menyengat seluruh tubuh Daychi yang sudah panas.


"I..chimm!" erangan kecil Whuang muncul saat satu tangan Daychi yang tadi membelit pinggangnya beralih turun meremas bokong padatnya yang kenyal dilapisi Legging panjang.


Keduanya saling bertukar saliva sampai Whuang mulai kehabisan nafas barulah Daychi melepasnya dengan nafas memburu dan tatapan sangat berat.

__ADS_1


"I..Ichi!" lirih Whuang lemah beralih mencengkram jaket Daychi dengan benang saliva yang masih terhubung di bibir keduanya. Tatapan mereka saling terhubung mengobarkan hasrat sampai dada itu naik turun mengisi pasokan udara.


"Aku menginginkanmu!" serak Daychi langsung menarik Whuang berlari kearah mobil di dekat pepohonan sana. Para anggota sudah tahu dan berjaga membiarkan Sersannya melakukan apapun.


"Ichi! kita mau kemana?"


Daychi tak menjawab sama sekali membuat Whuang kebingungan berdiri didekat mobil menatap kesekelilingnya dengan Daychi yang membuka pintu mobil bagian kemudi.


"Kita pulang?"


"Hm."


Daychi duduk diatas kursi kemudi lalu menarik Whuang hingga duduk diatas pangkuannya dengan pintu mobil ia kunci rapat.


"Apa disini?"


"Buka pakaianmu!"


Melihat Daychi yang sudah tampak meradang menahan hasrat. Whuang langsung membuka jaket dan baju kaosnya hingga terlihatlah bera sport itu masih membungkus rapi dada sekang miliknya.


Tatapan Daychi semakin berat melihat pemandangan indah ini. Ia tergesa-gesa mengambil gunting didekat tempat barang membuat Whuang heran.


"Mau ap.."


"Angkat kakimu!"


"T..Tapi..."


Daychi segera menggunting bagian tengah celana Whuang yang memang seperti Legging ketat karet hingga sampai ia membentuk bulatan sampai ke daleman Whuang yang tertegun.


"Kau.."


"Ini cukup!" gumam Daychi sudah menatap puas bagian inti Whuang yang terlihat dari bulatan yang ia buat hingga barulah Daychi memposisikan kaki wanita itu agar berkoala ke pahanya.


"Lalu bagaimana?"


"Puaskan aku seperti biasa." bisik Daychi kembali menyambar bibir Whuang liat sampai membuat wanita itu sedikit kelimpungan tapi sebisa mungkin Whuang mengimbanginya.


Tanpa Whuang sadari. Daychi sudah menghidupkan mobil dengan satu tangan melepas kancing beranya dibagian depan membuat Whuang terhenyak menarik ciuman.


"M..Mobilnya!" gumam Whuang terengah-engah tapi Daychi malah menyeringai menurunkan resleting celananya mengeluarkan benda perkasa yang sudah tampak tegang sempurna.


"Aku mau begini."


"Tapi..."


Daychi segera menekan pinggang Whuang kuat membuat benda keras itu masuk terbenam dalam jepitan ketat dan lembab dan hangat.


"I..Ichii!" pekik Whuang menggelijang dengan wajah keduanya terkadah nikmat merasakan penyatuan dahsyat ini.


Pinggangnya beberapa kali tertekuk penuh sensasi merasa bergetar hebat.


"K..kau masih saja sempit, akhss!" lemah Daychi sensual mencengkram pinggang seksi Whuang yang merasa benar-benar gila.


Mata keabuan itu sudah bak kucing memasrah dengan kedua lengan Whuang beralih membelit leher kekar Daychi yang membenamkan wajahnya kebelahan kenyal penuh itu.


"Kau bisa memuaskan-ku dalam kondisi mobil berjalan?" tanya Daychi membuat Whuang segera menyatukan kening keduanya lalu menjilati telinga Naga Jantannya sensual membuat Daychi mengerang kecil.


"Jangan meremehkanku. Sersan!" desis Whuang. Daychi semakin bersemangat memacu mobil stabil keluar arena Lautan. Ia mahir dalam berkendara hingga tak masalah melakukan itu didalam sini.


Seperti biasa Whuang selalu membuatnya lepas dan meledak sampai Daychi tak bisa menjabarkan betapa luar biasanya pelayanan sang istri.


Mobil mereka dipandangi nanar oleh mata berair seorang wanita yang sudah melihat sedari tadi keintiman keduanya. Memang jika didalam mobil itu ia tak bisa melihat aktifitasnya tapi ia sudah menduga apa yang terjadi.

__ADS_1


"Kenapa kau sangat beruntung?!"


Vote and Like Sayang..


__ADS_2