
Malam telah bergelut. saat ini Whuang telah berdandan secantik mungkin bahkan ia membuat tampilannya begitu woww. Ia mempunyai bakat kelihaian dalam beladiri tapi juga lihai menggerakan kuas Make-up di wajahnya.
Whuang tampil dengan Make-up Bold yang menonjol. Ia mempertajam mata keabuannya dan sedikit Kontur di pipi tirusnya hingga wajahnya persis seperti wanita dewasa yang sangat sexsi.
"Kau sangat sempurna!" puji Whuang pada dirinya sendiri. Ia menatap cermin yang menampilkan keindahan lekuk tubuh dibalik gaun seksi hitam yang ia pakai.
Gaun berbelahan dada renda tanpa lengan hingga dada sekang putih mulus itu setengah menyembul sesak. Panjang Gaun ketat itu hanya sampai sejengkal paha hingga lekuk tubuh bagaikan biola spanyol itu terpampang jelas dan sangat panas.
"Whuang! akhiri masa lajangmu karna ini permintaan Ayahmu."
Whuang menekan itu pada dirinya lalu menyambar Mantel tebal panjang menutupi tubuhnya. Kaki jenjang itu dipertontonkan betapa mulus dan putihnya kulit sang dewi.
Ia melangkah keluar dari kamarnya membawa tas kecil dan tak lupa obat yang diberikan Ayahnya. Whuang bertekad malam ini Lien harus bisa menikahinya.
....
Tatapan datar penuh intimidasi pria bermata sipit mempesona itu sedari tadi hanya diam duduk di kursi tepat didalam sebuah Restoran mewah yang dijadikan tempat pertemuan kedua Klan. Tak ada pengunjung lain selain mereka disini hingga semuanya bebas.
Tidak satupun yang mengetahui siapa Daychi sebenarnya karna ia memang tak punya identitas di mata Masyarakat. Daychi. selalu memakai nama Daychi Ryoto Shan dibanding menggunakan Marga Yuchin yang tak ia terima. Daychi adalah seorang Mafia Klan Ryoto yang dibentuk di Jepang. Ia mengetuai Klan besar itu sendiri hingga akan banyak orang yang menginginkan jabatan kuatnya.
"Sersan Daychi! saya sungguh tak menyangka kau akan memblokade pasokan senjata ke wilayahku!" sarkas Tuan Marvello seorang Bandot Ilegal di Argentina. Ia bekerja sama dengan Klan Ryoto dalam melakukan perdagangan tapi ia heran kenapa Pria tampan berwatak keras ini mencari masalah dengannya.
"Aku rasa kau tahu jawabannya." Jawab Daychi dengan intonasi yang tetap dingin tapi matanya sudah menyimpan bara. Tuan Marvello jelas sudah mengadakan kamuflase pada Gudangnya hingga membuat informasi dalam bocor ke wilayah lawan.
"Ouh. kau mencurigai-ku?" tanyanya dengan sedikit tak percaya. Wajah Daychi semula bertahan sekarang mulai membara tak bisa mengontrol emosinya.
"Enyalah kau!!"
Brakk..
Daychi menerjang meja didepannya dengan satu hantaman langsung membuat Tuan Marvello terpental ke lantai. Dengan para anggota Tuan Marvello langsung melepaskan tembakan kearah Daychi yang hanya duduk santai tapi anggota Ryoto tak tinggal diam.
"Penghianat kecil!" desis Daychi mengeluarkan pistolnya dengan hujaman peluru terus disekitarnya. Zuan menjaga Sersannya walau ia tahu pria ini bisa melindungi dirinya sendiri.
Kedua kubu itu saling menyerang. Para pelayan Resto dan staf lainnya bersembunyi dibelakang dengan jeritan para wanita jajahan bawa'an Tuan Marvello tadi berteriak histeris di belakang sana.
"Kau jangan angkuh. Sialan!!" maki Tuan Marvello berdiri namun satu tembakan tepat dari Daychi mengenai pahanya membuat anggota pria itu semakin menyerang hebat.
Rongsokan peluru terlempar dimana-mana dengan Daychi yang sudah berdiri gagah menatap muak Tuan Marvello yang meringis memeggangi pahanya. Keadaan di sekitar sini sudah tak bisa ia harapkan. Anggotanya begitu lemah melawan anggota Ryoto.
__ADS_1
"Mau kemana. hm?" Daychi menyeringai memutar pistolnya bermain emosi. Langkah pelannya pasti dan juga begitu membawa maut bagi Tuan Marvello yang sudah mulai gemetar.
"Sersan! s..saya akan jujur. saya.."
Dorrr...
Satu tembakan lagi-lagi mengenai leher Tuan Marvello yang tak dapat bicara karna darah itu bercucur dimulutnya. Wajah pria paruh baya itu memucat menarik jiwa iblis Daychi menggelora.
"Pengkhianat bukanlah dari Klanku!"
Daychi ingin kembali melesatkan tembakan tapi tiba-tiba Tuan Marvello melempar bubuk asam ke hadapannya hingga Daychi langsung menghindar.
"Sial!!!"
Umpat Daychi saat kabut mereda ia tak lagi melihat pria itu. Zuan mengkerahkan anggota mereka mencari tapi Daychi mengangkat tangannya hingga mereka berhenti bergerak ditengah timbunan mayat musuh.
"Biarkan dia pergi!"
"Baik!"
Zuan mengangguki perintah Sersannya. Jika Daychi sudah berkata demikian maka ada hal dibalik itu yang akan dipertimbangkan dan telah direncanakan.
"Bawa mereka!"
"Baik!"
Anggota Ryoto mendekati 5 wanita penghibur yang gemetar histeris tak mau ikut. Mereka pasti akan bernasib sama dengan wanita-wanita bayaran seperti yang telah berakhir tragis diatas ranjang pria itu.
"T..Tuan! Tuan jangan!!"
"L. Lepaskan kami!!"
Jerit mereka penuh ketakutan. Daychi hanya menatap datar dengan hasrat iblis itu berkilat di wajah tampannya.
"Aku tak ingin diganggu malam ini!"
"Baik. Sersan!"
Daychi melangkah melewati mayat-mayat yang telah diseret bawahannya. Ia keluar dari Resto yang telah dibooking khusus untuk pertemuan mereka hingga disini aman jauh dari keramaian.
__ADS_1
Para Staf dan pelayan Resto tampak bersembunyi melihat para pria berpakaian hitam itu meringkus wanita-wanita bawa'an pria paruh baya tadi. Mereka tak berkutik saat Restoran-nya hancur karna tembakan peluru. tapi bayarannya cukup membangun kembali 3 kali-lipat.
"Sersan! apa anda di.."
"Di Club terbesar disini!"
Jawab Daychi masuk ke mobil. Ia menyiapkan pisau-pisau didalam Mobilnya untuk kembali membantai. Ntahlah, ia hanya menyukai darah dan aroma amis seperti melepas batinnya sendiri.
Zuan mengerti akan tabiat buruk Sersannya. Ia mengisyaratkan anggota membawa para wanita itu mengikuti mereka ke Club yang sudah ditetapkan. Malam ini akan kembali membisu dengan jiwa kejam seorang Daychi.
....
Whuang telah sampai didepan Club biasa kemaren malam bersama Lien. Tapi, ia tak melihat pria itu padahal sudah mengiyakan janji di sambungan ponselnya.
"Kemana dia?"
Gumam Whuang menelisik dalam kegelapan. Ia berdiri didekat tempat Mobil karna tak mau dilihat banyak orang, ia malas berdebat saat ini karna Moodnya buruk.
"Kemana dia? pria memang sangat menyebalkan."
Umpat Whuang terus mencari batang hidung pria itu. Walau dalam hati Whuang merasa enggan tapi jika kembali membawa kehormatannya maka Ayahnya tak akan memberinya ampun lagi.
Lama Whuang bersandar ke Body Mobil. bahkan, suasana malam dikota Beijing begitu dingin membuat Whuang mengeratkan Mantel hangatnya dengan umpatan kasar selalu keluar.
Kay yang melihat dari kaca jendela hanya diam menelisik lagi seakan membantu mencari.
Brummm...
Whuang terlonjak kaget saat suara deru mobil yang masuk kedalam area Club begitu keras. Ia menatap Mobil-mobil mewah hitam ini dengan bingung sekaligus penasaran.
"Siapa? apa Lien?"
Whuang bertanya-tanya. tapi ia yakin itu Lien karna tak mungkin jika Mobil-mobil mewah itu bisa dibeli sembarang orang. Keluarga Yuchin keluarga yang kaya raya, ia yakin Lien datang hanya untuk dirinya.
"Apa harus sekarang?" gumamnya merasa tak rela tapi tak punya daya upaya.
Whuang menyelinap gesit ditengah kegelapan. Ia harus lebih dulu sampai dipenginapan kamar atas agar bisa menenangkan diri untuk lebih rileks.
.....
__ADS_1
Vote and Like Sayang .