Gairah Ranjang Sersan Daychi

Gairah Ranjang Sersan Daychi
Siapa?


__ADS_3

Sesuai ucapan Daychi semalam. Akhirnya mereka memang dalam perjalanan pulang beranjak meninggalkan Kediaman Zang dari jam 7 malam tadi dan tentu sekarang sudah jam 9 lebih hingga mobil mereka sudah tak jauh dari Kediaman di kota Beijing.


Whuang-pun sudah tertidur lelap dengan kepala dipangkuan kokoh Daychi yang juga memejamkan matanya karna lelah. satu tangannya ada di pinggang Whuang yang membenamkan wajah cantik itu ke perut keras suaminya.


"Kalau begini mereka terlihat sangat kalem."


Batin Zuan menyunggingkan senyuman dari sudut bibirnya menatap kearah spion mobil. Ia paham jika Sersannya pasti lelah karna mengurus berbagai masalah yang ada di kota Shanghai tadi.


Zuan fokus menyetir kembali dengan mobil-mobil para anggota dibelakang terus mengawal. Mereka sudah ada dilingkungan Kediaman hingga Beton tinggi itu tampak menjulang dari kejahuan.


"Buka Gerbangnya!!!!"


Suara anggota pemantau sudah melihat mobil mereka hingga Gerbang besar Kediaman di buka oleh dua anggota yang langsung menunduk penuh hormat membiarkan mobil-mobil itu masuk ke dalam lingkungan Mansion megah ini.


"Silahkan, Tuan!"


"Hm." gumaman Zuan melaju pelan mendekati Bangunan mewah berpilar itu. Para pelayan tampak sudah keluar sampai mobil terhenti di hadapan mereka.


"Sersan!" Zuan menoleh tapi Daychi maupun Whuang tak bergerak.


"Sersan! kita sudah sampai." ucapnya lagi agak keras hingga Daychi segera tergerak pelan membuka matanya yang tampak kantuk.


"Kita sudah di Kediaman. anda bisa istirahat di dalam." ujar Zuan turun dari mobil dan membukakan pintu mobil Daychi yang mengusap wajahnya.


"Bunga Malam ini sangat nyaman tidur di pahaku." lirih Daychi sinis lalu beralih mengangkat tubuh Whuang ringan dalam gendongan kokohnya ala Bridel-style.


"Mungkin dia kelelehan." timpal Zuan menatap Whuang.


"Kebanyakan makan." jawab Daychi santai membawa Whuang melewati para pelayan yang terlihat menunduk bahagia Sersan dan Nona jelitanya sudah kembali.


"Apa anda butuh sesuatu?" kepala pelayan membuntuti dari belakang.


"Tidak!"


Barulah mereka lega membiarkan Daychi membawa Whuang menuju Lift agar lebih cepat sementara Zuan tengah berbicara dengan Fang.


"Ada apa?"


"Tadi anggota di Kediaman Bilions menelfon kalau ada masalah besar di sana." jawab Fang tampak khawatir.


"Masalah apa?"


"Sepertinya Nona Muda Elis sakit, apa kita harus beritahu Sersan?!" Fang terlihat bimbang.


"Aku akan menyampaikanya. Kalian bersiap saja karna Sersan tak akan membiarkan putrinya sakit seperti itu."


"Hm. ntah kapan aku tidur?!" jawab Fang mendecah lelah tapi Zuan tak menjawab melainkan berjalan kearah Lift. Ia sedikit cemas jika nanti Sersannya meninggalkan Whuang sendirian di Kediaman ini.

__ADS_1


..........


Sementara Daychi. Ia sudah sampai ke kamar luas megahnya bertemu kembali dengan ranjang panas yang menjadi tempat peraduan dan pertempuran gila keduanya.


"Emm.. Ichi!" gumaman Whuang membelit erat leher kokoh itu setelah di baringkan diatas ranjang.


"Hm. kau tidurlah." bisik Daychi melepas Mantel yang membalut tubuh Whuang secara perlahan tak mau membangunkan Bunga Malamnya itu.


"Lepas dulu! aku mau membuka mantelmu."


"Hm?" Whuang sayu-sayu membuka mata indahnya menatap wajah tampan yang tengah terpampang jelas di wajahnya.


"Kau masih bernyawa-kan?"


"Cih!"


Whuang mendorong bahu Daychi menjauhinya lalu kembali memejamkan mata karna ngantuk. Daychi hanya mengambil nafas dalam lalu membuka kedua Boots hitam di kaki Whuang dan juga melepas mantel wanita itu.


"Ichi! cepatlah, aku mengantuk!"


"Hm. aku meletakan ini dulu."


Gumam Daychi turun dari ranjang kearah ruangan ganti pakaian membuat Whuang menunggu. Ia tak bisa tidur tanpa pelukan hangat itu apalagi ia sudah biasa.


"Ichi!!!!"


"Sebentar!!!! kau ini berteriak malam-malam!!!" umpatan Daychi terdengar jengkel tapi Whuang malah terkekeh.


"Hm."


Whuang menunggu dengan menatap langit-langit kamarnya yang ada lukisan naga hitam dan naga emas, terlihat cantik dan sangat jantan menghiasi gradasi kamar.


"Sebenarnya apa semua ini perlu?"


"Sangat!"


Sambaran suara itu dari arah Walkcloset dimana Daychi sudah berganti pakaian dengan kaos oblong dan celana pendeknya membawa pakaian tipis Whuang yang biasa.


"Ichi! kenapa harus Klan Naga? apa Yuchin itu juga Klan Naga?"


"Sebenarnya Kakekku yang membangun nama dan aliran itu sejak pertama. Keluarga Yuchin memang dikenal sebagai Bangsawan Naga itu karnanya aku memberi nama Klan yang ku bangun menjadi Klan Naga." jawab Daychi naik keatas ranjang menatap ke arah langit-langit yang dipandang Whuang.


"Em.. kenapa ada Naga emas dan Naga Hitam?"


"Naga hitam melambangkan keangkuhan dan penguasa! sedangkan naga emas adalah Naga yang dipercaya menurunkan bakat Naga hitam dan akan selalu bersemayam bersama walau Naga emas bisa dibilang akan membawa kedamaian keturunan Naga Hitam."


Whuang manggut-manggut mengerti. Jadi bisa dibilang Patung Naga besar di samping Kediaman itu adalah simbolis dari Naga hitam yang berkuasa.

__ADS_1


"Lalu kenapa banyak patung lain yang mengelilingi Patung Nagamu di luar itu?"


"Ada singa, ular dan serigala. masih banyak lagi membuktikan jika orang-orang yang berdiri disekitar Naga pimpinan adalah orang yang memiliki ketangkasan yang tak diragukan lagi kemampuan mereka, ini seperti kisah awal lengenda leluhur."


"Ouhh, begitu!" Whuang seakan mengerti tapi sebenarnya ia tak tahu menahu soal apapun yang dijelaskan Daychi.


"Kau mengerti?"


"Tidak!"


Daychi langsung membelo jengah menarik Dress Whuang lepas hingga pemandangan indah ini kembali menyapa. Jiwa mesumnya keluar seketika membuat Whuang tersenyum jahil.


"Kau mau?" Whuang melebarkan paha putih mulusnya memancing Daychi yang tak akan tahan hingga tangan kekar itu langsung menelusup kedalam benda segitiga merah itu.


"Kau sangat nakal. hm?" desis Daychi langsung menyambar bibir Whuang dengan jari sudah membelai penuh sentuhan memantik api gairah yang kembali membara di tubuh keduanya.


Whuang menggeliat erotis mengulur tangan jenjangnya juga meraba benda perkasa itu sampai Daychi semakin liar mencumbu bibirnya.


Drett...


Ponsel Daychi menyala membuat suara bising tapi tak menghentikan cumbuan panas Daychi yang tak menghiraukannya.


Namun, lagi-lagi ponsel itu berdering membuat Whuang segera melepas pangutan dengan nafas keduanya memburu.


"Kau.."


"Lihat dulu siapa yang menelfonmu!"


Daychi membuang nafas kasar segera menyambar ponselnya di bawah kaki sana. Tertera nama anggota mereka yang khusus menjaga Elis membuat Daychi heran.


"Ada apa?"


"Sersan! Nona Muda sakit dan.."


"Apa? bagaimana bisa? dan sejak kapan?" tanya Daychi beruntun dengan raut cemasnya membuat Whuang tersentak.


"A..Ada apa?" tanya Whuang tapi Daychi sudah bangkit dari ranjang.


"Dari tadi sore. Sersan!"


"Kenapa kau baru memberi tahu-ku sekarang. ha??? kalau terjadi sesuatu padanya tak akan ku biarkan kalian bernafas lega!!!!"


Whuang dilanda kebingungan. Kenapa Daychi semarah itu dan tiba-tiba meninggalkannya disini? apa seseorang yang spesial?


Batinnya bertanya-tanya menatap sendu Daychi yang tampak tergesa-gesa menganti baju.


"Kau..kau mau kemana?" tanya Whuang tapi tak dijawab Daychi yang segera keluar dengan wajah kelamnya.

__ADS_1


.....


Vote and Like Sayang..


__ADS_2