Gairah Ranjang Sersan Daychi

Gairah Ranjang Sersan Daychi
Biarkan dia mati!


__ADS_3

Pagi ini semuanya tampak terkejut saat mendengar informasi dari anggota Ryoto yang melaporkan bahwa terjadi kecelakaan didekat Lebah tepian kota. Dan mobil yang masuk didalamnya adalah mobil yang biasa digunakan Nonanya.


"Sersan! dari pelacakan kami memang benar itu mobil. Nona!"


"Yah! rekaman CCTV jalan sudah tak berfungsi malam tadi hingga kami langsung mengikuti jalur laju mobil itu."


Para anggota pengintai melapor pada Daychi yang tampak diam duduk di sofa singelnya. Zuan dan Fang yang tadi datang dengan wajah khawatir seketika dikecam oleh respon Daychi.


"Sersan! kemungkinan besar Nona Whuang tak selamat." timpal Zuan dengan suara menyimpan kekhawatiran.


"Iya. Sersan! kedalaman lembah itu begitu curam dan ada banyak bebatuan runcing dibawah sana."


Fang ikut merasakan kekhawatiran Zuan yang ntah kenapa sangat panik dengan Whuang. Respon berlebihan itu menarik wajah datar Daychi yang seakan tak berbelas kasih.


"Biarkan saja!"


Degg...


Mereka tercekat kuat dengan Zuan yang mengepal. Sorot matanya benar-benar membunuh tak seperti biasanya menarik keterkejutan Fang. Kenapa Zuan semarah ini? padahal dia yang selalu tenang.


"Kenapa?" tanya Zuan dengan wajah mendidih. Setelah memakai wanita suci itu Sersannya malah seakan tak punya hati mencampakan wanita itu.


"Dia bukan apa-apa bagiku."


"Setelah semua yang dia lakukan?" tanya Zuan dengan manik penuh kekecewaan. Daychi menyeringai menegguk gelas winenya yang begitu nikmat pagi ini.


"Hm. kau sangat mengenalku! apa aku pernah serius dengan Spesies seperti itu, hm?"


Mereka langsung terhenyak. Seung yang melihat itu sudah berkaca-kaca tak menyangka nasib wanita sebaik Whuang akan jatuh ke tangan iblis itu.


"Yah. ku memang tak pernah serius." jawab Zuan lalu ingin berbalik pergi membawa gumpalan hawa panas dalam tubuhnya.


"Kau tak ingin merayakannya?"


Lagi-lagi dada Zuan terasa dipukul kuat. Urat kemarahan di wajah tampan dan lengannya semakin melintang ganas dengan kobaran marah tersorot nyata di manik tajamnya.


"Ini kemenaganmu.Sersan!"


"Na'if!"


Zuan melangkah pergi dengan pandangan aneh semua orang tapi di pintu sana ia terhenti dikala seseorang sudah berdiri dihadapannya.


"Zuan!" sapa wanita itu memekarkan senyuman misterius dengan rambut pirang tampak mengembang indah. Zuan hanya menatap sekilas lalu melanjutkan langkahnya tak ingin meledak disini.


"Cih! dia memang sangat mendekati sikap Daychi." Gumam Mey memainkan ujung rambutnya lalu kembali menatap kedalam dimana ia tengah dipandang oleh belasan mata kecuali manik elang yang tengah fokus menikmati wine-nya.


"Selamat Pagi. Daychi!"


"Nona. Mey!"

__ADS_1


Mereka memberi salam hormat tapi tidak dengan Fang yang sungguh muak dengan wanita ini. Langkah Mey mendekat seakan tak mengetahui apapun atas kerumunan setiap orang.


"Kenapa wajah kalian sangat kemalangan? ada apa. hm?"


"Sersan!"


Fang memilih pamit melangkah pergi keluar tak luput dari lirikan netra tajam Daychi yang begitu bengis.


"Pagi-pagi kau sudah minum. itu sangat tak sehat, Daychi!"


Mey duduk di sofa panjang tak jauh dari Daychi yang masih menyesap lembut minuman kecintaanya itu tanpa menatap Mey sama sekali.


"Kenapa kau kesini?"


"Emm. nanti malam akan ada jamuan makan malam di Kediaman Besar hingga.."


"Aku tak berminat." jawab Daychi datar beralih melirik lengan Mey yang di perban membuat wanita itu tertawa ringan.


"Ouh. ini! luka saat ada di pelatihan."


"Kapan?"


Mey dengan bersemangat menjawabnya membuat Seung dan Eva yang melihat dari kejahuan tampak menggeram.


"Saat pulang dari Akademi. nyatanya para anak disana sangat tangguh."


"Kau memang sangat tampan."


Batin Mey memerah melihat kharismatik itu. Ia memilih terus menatap tanpa berkedip sama sekali membuat Seung merasa jengkel.


"Andai saja Nona Whuang ada maka wanita itu akan segera habis."


"Hust! jangan bicara terlalu pedas, jika dia dengar kau akan di musnahkan."


Bisik Eva menarik Seung untuk pergi. suara mereka tak akan berguna bagi orang-orang berkuasa di keluarga Yuchin. Tentu Mey adalah salah satu orang penting yang diperdulikan oleh Tuan Besar Khang.


Sementara Daychi. Ia yang selalu memberontak membuat jalan dan Klannya sendiri hingga tak ada yang mampu memerintahnya sama sekali.


"Daychi!" panggil Mey saat perasaanya semakin menggebu.


"Hm."


"Apa kau menyukai wanita itu?"


Mata Daychi perlahan terbuka hingga manik penuh kejantanan itu terlihat sangat misterius. Seringaian iblisnya juga muncul kepermukaan.


"Spesies seperti kau . tak ada dalam hidupku."


Mey langsung diam. Antara senang dan terluka akan pernyataan Daychi barusan. Jalannya begitu sempit tapi ia senang jika Whuang yang sudah tiada tak ada artinya bagi Daychi sendiri.

__ADS_1


"Benarkah? lalu kenapa kemaren kau terlihat sangat menjaganya?" Mey menggali lerung hati Naga Jantan itu.


"Dia menarik! tak pernah tunduk dan selalu keras akan usahanya, wanita yang penuh kejutan."


"Cih! apa gunanya? sekarang dia sudah tiada."


"Kau begitu senang. rupanya!" ucapan Daychi membuat Mey tersentak segera mengambil ketenagan dari wajahnya.


"Tentu. karna wanita itu hanya memanfaatkan kalian, termasuk Lien."


Mendengar itu Daychi terkekeh kecil membuat bulu kuduk Mey meremang. Pria ini memang sangat sulit ia tebak bahkan terkadang Daychi selalu berubah-ubah.


"Para wanita sepertimu itu sangat merepotkan."


"A.. iya. tapi aku tak seperti itu." bantah Mey dengan nada halus dan penuh emosi.


Daychi cukup diam lalu berdiri membuat Mey mengikuti pergerakannya.


"Pergilah!"


"A..B..Baik! tapi.. benarkah kau tak mau.."


"Apa jawabanku belum jelas?" tanya Daychi dingin membuat Mey mengangguk segera pergi menuju pintu keluar sana. Daychi hanya menatapnya datar lalu melangkah santai seakan tak ada beban juga keluar dari ruangan itu.


"Sersan!"


Langkah Daychi terhenti tepat di dekat pembatas pintu. Ia tak menoleh sama sekali karna ia tahu itu siapa.


"Ada apa?"


"Mobil itu sudah di derek ke Kediaman!"


Zuan tampak sudah tenang dengan wajah seperti semula. Tanpa menjawab sepatah-katapun. Daychi melangkah menuju pintu keluar kearah pintu utama Kediaman dengan para anggota yang terlihat sudah berkumpul termasuk Fang yang memucat.


"Sersan!"


Mereka membungkuk membiarkan Daychi keluar hingga wajah Daychi terlihat berubah melihat mobil mewah berwarna merah itu sudah remuk dengan kaca depan hancur. Ada tetesan air yang masih mengalir dan aroma darah yang kental.


"Aparat keamanan masih mencari mobil ini. untung anggota tepat waktu mengamankan segalanya." jelas Zuan.


"Buat semuanya seakan real kecelakaan. wanita itu sudah tamat sekarang."


"Yah. wanita yang sudah memberikan satu satunya mahkota kehormatan itu telah tiada dengan hormat."


Degg...


Vote and Like Sayang..


maaf ya say.. semalam dua babnya sama soalnya sinyal disini lagi eror

__ADS_1


__ADS_2