
Setelah tertidur cukup lama ntah kenapa Whuang merasakan sakit di dadanya. Perih bercampur nyeri yang menusuk membuatnya susah untuk bernafas walau ia sudah berusaha tapi tak kunjung bisa lega.
"Ehmm." Whuang mencengkram dadanya agak kuat meredakan rasa nyeri. Perutnya tengah dibelit hangat oleh Daychi yang tertidur lelap setelah pertempuran panas mereka tadi.
"A..Apa yang terjadi padaku?" gumam Whuang terus menahan sakit hingga ia mencengkram dadanya kuat meredakan segalanya. Rasa sakit ini semakin ditahan semakin kuat menekan jantungnya.
"A..Ayah!"
Yah. ia harus pulang mencari Ayahnya, ia tak bisa menahan ini terlalu lama.
Dengan hati-hati Whuang melepas pelukan Daychi yang tampak sudah kelelahan. Whuang menatapnya lama wajah puas yang selalu menikmati pelayanannya.
"Aku harus cepat. atau dia akan bangun."
Gumam Whuang turun dari ranjang meraih daleman dan batang-barangnya yang tadi sudah di koyak Daychi. Whuang sempat memerah memikirkan itu tapi ia tak ada waktu untuk melamun.
"A..***!"
Nyeri itu semakin menjalar membuat Whuang segera pergi ke Walkcloset mencari pakaian ditengah keringat dingin membanjiri keningnya.
"Siall!"
Umpat Whuang merutuki ini semua. Ia bergegas memakai semuanya termasuk cadarnya lalu keluar ruangan menatap kearah ranjang dimana Daychi belum bangun.
"Kay!"
Kay sudah ada didekat tirai balkon sana dengan wajah sama lelahnya dengan Whuang. Tentu Kay merasakan apa yang Whuang rasakan hingga Kay tahu dan datang sendiri.
"Ayo pergi!"
Kay meloncat turun dari Balkon diiringi Whuang yang dengan lihai menapaki satu persatu atap bangunan menuju dinding beton pemisah daerah luar sana. Ia sudah biasa dilatih seperti ini hingga dengan mudah Whuang melewati berbagai tindak kesulitan apapun.
"Lebih pecat!"
Ucap Whuang mendahului Kay yang menambah kecepatan loncatan hingga mereka sampai di jalan luar jauh dari daerah Kediaman. Tentu Whuang yang sudah terlatih-pun dengan mudah untuk sampai ke sebuah tempat persinggahan yang menyimpan Mobilnya.
Namun. Whuang terhenti tepat didekat penginapan santai itu dikala merasakan ada yang membuntutinya.
"Keluar!!!"
Suara keras Whuang membuat sesosok yang sedari tadi memantau-nya pun menyeringai keluar dari balik batang besar tepat dibelakang Whuang.
"Cih! instingmu cukup bagus."
Suara itu membuat Whuang terhenyak tapi seketika ia mengepal menduga siapa yang telah berani mengikutinya.
"Nyatanya kau begitu penasaran denganku."
__ADS_1
"Sangat percaya diri."
Jawab Wanita itu. Ia memakai pakaian serba hitam dengan masker yang menutupi setengah wajah cantik yang tadinya membuat masalah dengan Whuang.
"Aku tak punya waktu melayanimu."
"Ouhh. benarkah! nyatanya kau sangat sibuk, hm?"
Whuang mulai bersiaga merasakan ada gelagat penyerangan. Ia berusaha meredam rasa sakit didadanya dengan menatap Kay yang mengangguk.
"Dasar Bunga Malam!!!"
Wanita itu langsung menyerang Whuang dengan pisau ditangannya tapi Whuang segera berbalik menepis keras lengan lawan dengan tepat hingga keduanya berjarak cukup untuk saling tatap penuh perlawanan.
"Lumayan!" desis wanita itu melihat lengannya yang langsung memar. Ia membuka maskernya hingga Whuang semakin geram dikala wajah ini benar seperti dugaannya.
"Mey. sialan!"
"Hm? ingatan-mu sangat bagus."
Mey tampak menyeringai berdiri tegap menatap licik Whuang yang terlihat menahan sesuatu. Ia-pun penasaran apa yang di tahan wanita ini dan apa yang membuatnya keluar hingga larut malam begini?!
"Kenapa kau keluar?"
"Bukan urusanmu."
Tegas Whuang membuat Mey semakin suka dengan gaya wanita ini. Tapi Whuang, ia bingung kenapa Mey berubah? padahal saat bertemu tadi ia tampak sangat emosian dan begitu membencinya.
"Kay!!"
Titah Whuang meloncat saat Mey mengayunkan kaki untuk menghantam pinggangnya dengan Kay yang langsung melesat cepat kearah Mey dan mencakar lengan wanita itu kuat.
"Kerja bagus!!"
Pekik Whuang telah kembali ketempatnya dengan Kay yang menyeringai. Tak mau menunggu lama Whuang dengan cepat melangkah kearah mobil untuk segera pergi.
"Sial!!"
Umpat Mey melihat lengannya berdarah. Whuang memang bukan lawan yang mudah, ia harus lebih berhati-hati dan mencari informasi detail soal Whuang.
Ia menatap mobil yang dikendarai Whuang keluar dari daerah penginapan hingga Mey mengeluarkan ponselnya untuk menelfon seseorang.
"Kami siap!"
"Hm. kau lakukan secepat mungkin karna dia harus segera di bunuh."
"Baik!"
__ADS_1
Mey memutus sambungan lalu menyeringai melihat bayang-bayang mobil Whuang yang akan menjemput ajalnya. Ia harus terus menguji kemampuan wanita itu apa setara dengannya atau tidak.
"Yang jelas. kau tak akan ku biarkan bersanding dengan Daychi."
Umpatnya lalu pergi untuk mengurus yang lainnya. Ia sudah menyebar semua bawahan hingga akan mudah memantau wanita itu.
Sementara Whuang. Ia berkendara begitu kencang karna dadanya begitu nyeri dan tak bisa berkonsentrasi.
"Shitt! Kay!"
Whuang menoleh kearah Kay yang tampak juga menahan sakit. Ia tak mau Kay terluka parah karna hanya keterkaitan mereka. Whuang terus mengemudi menerobos jalan yang tiba-tiba saja ramai dan beberapa lampu juga kurang berfungsi dengan baik.
"***.. Sial!!! jangan sekarang."
Whuang terus memacu mobil cepat menyalip mobil-mobil didekatnya. Ia harus segera sampai ke penginapan Ayahnya karna ia merasa aneh dengan dirinya.
Titttt....
Suara klakson dari arah belakang hingga terlihat dua mobil Jip mengikuti-nya dengan kecepatan menyamai.
"Shitt! aku tak punya waktu meladeni kalian."
Umpat Whuang menambah kecepatan bahkan ia terus menyalip ditengah keterbatasan penyerangan. Melewati lorong jalan yang gelap tak jadi halangan bagi Whuang membuat dua mobil di belakangnya jauh tertinggal memantik rasa sedikit lega.
"Kita akan sampai sebentar lagi. bertahanlah Kay!"
Kay tampak menekuk tubuhnya membuat Whuang bertambah khawatir. Ia tak perduli dengan sakit ditubuhnya asalkan Kay baik-baik saja.
"Berhenti!!!"
Whuang menoleh ke spion dimana ada mobil Polisi. Pikiran Whuang mulai berkecamuk, bukan karna takut tertangkap tapi ia lebih pada Kay yang tak akan mampu bertahan lama.
"Tak ada cara lain!"
Whuang memutar stir mobil gesit kearah belokan menuju jalan buntu ditepi kota membuat Mobil polisi itu agak kesulitan menyamakan kecepatan dengan kendali Whuang.
Kegiatan kejar mengejar itu terjadi. Whuang yang terus ditekan sakit didadanya mulai merasa kehilangan konsentrasi apalagi kepalanya tiba-tiba pusing menatap bayang-bayang malam yang semakin membuatnya berkunang.
"A..Aku ..."
Whuang berusaha fokus tapi tetap saja tubuhnya mulai lemah dan pandangan kabur tak bisa menatap jelas ada jurang didepan sana hingga...
Beakkkk....
Mobil Whuang menabrak pepohonan dan palang pemberitahuan hingga terjerumus kedalam lembah gelap sana membuat 3 orang yang sedari tadi di lokasi menyeringai langsung menghubungi Nonanya.
"Bagaimana?"
__ADS_1
"Semuanya beres. dia masuk ke lembah!"
Vote and Like Sayang .