
..
FLASHBACK
"Terima kasih Bar, selama empat tahun ini kamu udah mau jagain Mira setipa kali aku di luar kota. Ini ada oleh-oleh aku bawain buat kamu!"
"Terima kasih!" Barno menerima paper bag yang diberikan Tiara kepadanya. " Oh ya, Tia. Aku boleh ngomong sesuatu sama kamu?" tanya Barno kemudian.
Perasaan Tiara campur aduk ketika Barno menatapnya begitu lembut. Pikirannya terus menebak apa yang akan disampaikan oleh Barno, walau sebenarnya ia berharap lebih tentang sesuatu yang sebenarnya belum pasti.
"Ka–kamu mau ngomong apa?" Tiara menatap kebawah, menunggu dengan gugup.
Selama empat tahun Tiara sudah hidup berdampingan dengan Barno. Ia begitu mengagumi pria tersebut. Apalagi ketika melihat caranya memperlakukan Mira dengan penuh kasih sayang, ada sesuatu yang menggelitik hatinya, dengan ribuan rasa yang tidak bisa ia mengerti.
"Aku perhatikan satu tahun terakhir ini. Kamu selalu mementingkan pekerjaan. Aku sarankan, lebih seringlah di sisi Mira. Ia sangat membutuhkanmu. Aku tau kamu sibuk bekerja demi masa depannya juga. Tapi materi bukan segalanya untuk membuat Mira bahagia. Dia butuh perhatianmu juga. Sekarang dia mulai beranjak dewasa. Umurnya sudah 17 tahun. jangan sampai kamu menyesalinya nanti."
"Aku tau!" ucap Tiara.
Pandangan mata Tiara tiba-tiba sendu, ada sesuatu yang membuatnya hati sedih.
"Apa kamu punya masalah?"
__ADS_1
Tiara menggeleng, sejenak ia menarik napas dan menghembuskan dengan pelan. Ia mengangkat kepala dan memandang Barno dengan senyum manis.
"Nggak ada masalah!" Tapi dalam hati Tiara berkata. "Maafkan ibu, Nak! Kamu harus kuat tanpa ibu!"
Barno menyadari ada suatu hal yang besar yang dialami Tiara, tapi ia tidak bisa berbuat apa-apa, jika wanita yang ada di hadapannya itu, bersikeras untuk menyimpan masalahnya sendiri.
"Aku tau kau mempunyai masalah, dan tidak ingin membaginya dengan seseorang, apalagi orangnya itu adalah aku."
"Kaku terlalu berlebihan menebaknya. Aku baik-baik saja." Tiara kemudian berdiri dan kembali berkata setelah melihat jam tangannya. "Sudah jam sebelas malam. Aku pulang dulu."
"Aku bangunkan Mira dulu," ujar Barno.
"Nggak usah, biarkan dia tidur di sini. Aku pulang!"
FLASHBACK END
"Ini benar-benar enak, Bar. Sudah lama aku tidak makan sup lembu. Makasih ya, Bar,!" ucap Tiara dengan tulus.
Betapa lahapnya Tiara makan, seperti orang yang sedang kelaparan, membuat Barno begitu senang melihatnya.
"Oh ya. Kau masih suka minum sampai mabuk, ya?" tanya Barno tiba-tiba.
__ADS_1
"Kalau sampai mabuk sih, nggak lagi. Tapi aku harus tetap minum itu, untuk menjaga stamina ku, karena akhir-akhir ini aku sangat sibuk. Kamu tau sendiri kan, aku lagi kejar target buat menyelesaikan project yang kamu berikan waktu itu. Sekarang kami kekurangan naskah buat diterbitkan, banyak penulis yang lari ke penerbit lain, jadi kemungkinan kami akan memutar haluan. Itupun kalau perusahaan menerimanya. Jadi semuanya tergantung naskah yang kamu berikan." tutur Tiara sambil tetap melanjutkan makannya.
"Oh… project itu. Apa sudah siap?" tanya Barno.
"Tuh, ada di kamar, liat aja."
Baro langsung beranjak ke kamar Tiara. Ketika ia membuka pintu, Barno merasa kagum melihat kamar itu begitu bersih dan rapi. Namun seketika matanya terpaku ke sebuah benda saat mendekati meja kerja Tiara.
"Kenapa ada be–ha di sini?" gumamnya ketika melihat be–ha Tiara tergeletak di atas meja.
Tidak mau ambil pusing dengan benda ajian tersebut, Barno segera mengambil berkas project Tiara yang tergeletak di samping be–.ha. Lagi-lagi matanya terganggu ketika melihat bungkus obat yang ada di atas meja. Kening Barno langsung berkerut saat melihat bungkus obat tersebut.
"Hmmmm."
Barno menarik nafas dalam, Lalu memutuskan menuju lemari pakaian Tiara untuk mengambil baju hangat. Kemudian kembali menemui Tiara.
"Pakai ini." Barno memakaikan baju hangat tersebut dengan meletakkanya di bahu Tiara..
"Eh…. Terimakasih, Bar!" ucap Tiara.
Kemudian Barno duduk, dimana mereka berdua saling berhadapan. Dengan serius Barno mulai membaca file project yang sedang dikerjakan oleh Tiara. Namun, pikirannya mulai tidak bisa konstentrasi, dan sesekali ia melirik ke arah Tiara yang bertopang dagu memandang dirinya.
__ADS_1
®®®®®®®®®®®
Tetap selalu dukung cerita ini ya...