I Love You Paman

I Love You Paman
BAB 56


__ADS_3

πŸ›€πŸ›€πŸ›€πŸ›€πŸ›€πŸ›€πŸ›€πŸ›€πŸ›€πŸ›€πŸ›€


Menyadari lirikan mata Anggi ke arah selang-kangannya, Jo turun ke dalam air secara perlahan dan kembali memunggungi gadis tersebut. Namun, ada hal lain tidak ingin dilihat, tapi ada pula yang tanpa sengaja terlihat.


Saat Jo berbalik dan melihat B-ra yang dikenakan Anggi berbahan tipis, ada sesuatu yang samar-samar terlihat, yaitu pyuthingnya yang menonjol. Langsung saja membuat batang Jo kembali tegang didalam air, ketika matanya langsung terpusat ke benda yang kecil itu. Untuk menghilangkan otak me-sumnya, Jo membuat obrolan lucu sehingga Anggi tertawa terbahak-bahak.


"Hahahahaha…. Aku tidak menyangka kalau Bang Jo lucu juga."


Kebiasaan perempuan jika tertawa, tangan kiri untuk menutup mulut, sedangkan tangan kanan untuk menabok. Itulah yang dilakukan Anggi kepada Jo, hingga membuat punggung pria itu merah. Sadar akibat apa yang dilakukannya, Anggi turun dan mengelus punggung Jo yang merah karena tamparannya dengan lembut.


"Maaf, ya. Aku nggak sengaja."


"Tidak apa-apa," ucap Jo, lalu mengambil cemilan dan memakannya.


Anggi kemudian mendekat ke hadapan Jo, ia memperhatikan tubuh pemuda tersebut, dada yang bidang, pyuthing kecil hitam dengan bulu halus di tepiannya, membuat Anggi tergelitik untuk mencabut bulu pyuthing tersebut. Jo yang sedang meraih air teh, tidak menyadari apa yang akan dilakukan oleh Anggi kepadanya.

__ADS_1


"JIAHHH, SAKIT!" jeritnya Jo.


"Hahahaha. Bulu pyuthing Bang Jo lucu sekali. Tapi kenapa aku nggak ada, ya," ucap Anggi sok polos, dan berusaha untuk mengeluarkan sebelah dadanyaΒ  untuk memeriksa, apakah dia memiliki bulu pyuthing juga seperti milik Jo.


Akan tetapi, sebelum milik Anggi yang kenyal itu benar-benar keluar.


"Tu … tunggu!" seru Jo, matanya melotot dengan bibir bergetar.


Seandai itu sempat terjadi, Jo sangat yakin kalau dirinya akan kehilangan akal sehat, dan langsung menerkam Anggi, tapi semuanya sekarang sudah terlewati, karena Anggi tidak jadi mengeluarkan pasyu daranya.


Tanpa sepengetahuan Jo, seketika Anggi tersenyum penuh muslihat ketika sedang makan kentang goreng yang diiris panjang. Ia mengambil satu kentang.


"Bagaimana kalau kita bermain games?" Tanpa menunggu persetujuan Jo, ia menggigit ujung kentang goreng, lalu mendekat kepada Jo. Tentu saja pemuda tersebut kaget bercampur bingung.


"A-apa?" tanya Jo gugup, mendapat firasat aneh melihat sikap Anggi.

__ADS_1


Anggi hanya tersenyum dan menaikkan alisnya serta memainkan matanya beberapa kali kerah kentang goreng yang ia gigit. Namun, Jo masih diam, walaupun dia mengerti maksud tujuan games yang dikatakan Anggi.Β 


Tidak sabar dengan sikap Jo, Anggi langsung merangkul lehernya, membuat tubuh mereka menempel. Dengan sedikit menjinjit danΒ  mendongak, Anggi berhasil menempelkan ujung kentang goreng yana ia gigit ke bibir pemuda tersebut.


Akan tetapi, akibat tubuh mereka menempel satu sama lain, gantian mata mata Anggi tiba-tiba melotot ketika merasakan pisang bawah Jo yang sudah tegang nyelip di antara pahanya. "Anying. Besarnya."


Berbeda dengan Jo. Ia menyangka kalau Anggi sedang marah, karena dirinya tidak mengikuti permainan yang dilakukan gadis itu.


"Ba-baiklah!" Dengan wajah pasrah Jo mulai menggigit ujung kentang goreng dengan perasaan berkecamuk, karena ia juga merasakan kalau batangnya telah terjepit kuat diantara paha Anggi.


Hangat, kenyal, itulah yang dirasakan Jo saat ini. Ia tidak bisa lagi berkonsentrasi untuk melakukan permainan tersebut, dan langsung melepaskan rangkulan Anggi. Sensasi aneh yang menyelimutinya, tidak sanggup lagi ia tahan. Jo pun keluar dari dalam air.


"Kamu kenapa. Ini hanya permainan kecil," ujar Anggi ikutan keluar dari dalam air.


"Tunggu sebentar. Aku mengambil napas dulu!" kilah Jo memberi alasan.

__ADS_1


😁😁😁😁😁😁😁😁


__ADS_2