I Love You Paman

I Love You Paman
BAB 48


__ADS_3

Selalu dukung ya, dengan memberikan like, komentar, fav, bunga atau kopi dan juga 🌟🌟🌟🌟🌟.


terima kasih buat yang terus mendukung ceritanya, baik melalui pujian atau ketika pedas.


πŸ˜‡πŸ˜‡πŸ˜‡πŸ˜‡πŸ˜‡πŸ˜‡πŸ˜‡πŸ˜‡πŸ˜‡πŸ˜‡πŸ˜‡πŸ˜‡πŸ˜‡πŸ˜‡πŸ˜‡πŸ˜‡


Di dalam ruangan lokal, Anggi menghampiri Jo. Tersemat sebuah senyum manis di bibirnya gadis Itu ketika melangkah menghampiri pemuda yang selalu menghiasi otaknya.Β 


"Hai Bang Jo," sapa Anggi, lalu duduk di samping pemuda itu.Β 


"Hai juga," saut Jo dan tersenyum, tapi ia langsung menunduk ketika beradu pandang dengan Anggi.


Sedangkan di belakang Anggi. Mira hanya bertopang dagu dengan wajah murung, ia begitu sibuk dengan pikirannya sendiri, sangat berbeda dengan Anggi yang begitu ceria.


"Hari ini kita camping, kan?" tanya Jo.


"Yap! Hanya kamu yang masih punya kuliah siang ini. Jadi, temui kami kalau sudah selesai ya," ucap Anggi, dan kemudian pamit untuk pergi ke ruang dosen bersama dengan Mira.

__ADS_1


"Kami duluan, ya!" ujar Mira tanpa intonasi. Hanya orang bodoh dan juga orang yang tidak memperhatikan Mira saja yang tidak mengetahui, betapa gadis itu saat ini bagaimana mayat hidup, tanpa ekspresi, nada bicara pun seperti orang yang sembunyi buang air kecil di antara keramaian, cepat tanpa suara, tidak riak yang menonjol.


"Baiklah, sampai jumpa nanti." balas Jo.


Kedua gadis itu berlalu dari hadapan Jo. Setelah menemui dosen, Anggi kemudian mengajak Mira untuk menemaninya untuk belanja pakaian di toko terdekat.


"Ini aja, sangat cocok untuk kamu, pasti Bang Jo sangat menyukai ini jika kamu kenakan." Mira mengambil sebuah gaun terusan dengan rok pendek transparan.


"Benarkah?" Kening Anggi mengerut dengan mata menyipit, memandangi pakaian yang di pilihan Mira untuknya.


Mira mengangguk, lalu menarik Anggi untuk masuk kedalam kamar ganti. Penuh semangat Mira membantu Rani untuk melepaskan pakaiannya.


Bukan itu saja yang dilakukan Mira, ia juga membuka paksa pengait bagian belakang sebagai kunci untuk menutup kedua gunung kembar Anggi.


"Hei, kenapa Be-Ha ku juga kamu buka,"


"Wah pyuthing pinkmu sangat cantik. Aku jadi ingin menjilatnya. Payhu-dharahmu juga bagus," candaΒ  Mira, ekspresi wajahnya tetap sama, datar dan dingin.

__ADS_1


"Hei, apa yang kamu bayangkan, jangan berpikir macam-macam!" Anggi jengkel melihat tatapan Mira yang aneh, dan juga merasa sedikit takut, ia pun langsung menyilangkan keduaΒ  tangan untuk menutupi gunung kembarnya.


"Sudahlah, cepat pakai, mungkin Bang Jo sudah selesai kuliahnya."


Anggi mendengus kesal dengan tatapan meyshum Mira. Namun, ia harus segera mengenakan pakaian, tidak ada pilihan lain, ia harus membiarkan mata jahil Mira menatapi tubuh mulusnya. Walau ada sedikit kejanggalan dengan sikap dan ekspresi Mira, Anggi tidak ingin mengambil pusing saat ini.


Setelah selesai memakai pakaian, Anggi memutar tubuhnya di depan kaca. Puas dengan pilihan Mira, karena dirinya terlihat selain cantik dan menggoda. Pakaian itu akan menjadi senjata terakhirnya nanti untuk bisa mengikat perasaan Jo.


Anggi kembali melepaskan pakaian barunya, lalu memakai kembali Be-Ha nya, dan juga pakaian yang semula ia pakai ketika berangkat ke kampus tadi.


"Tunggu di sini!" pinta Mira dengan wajah dinginnya lagi, lalu ke keluar dari kamar ganti.


Walau masih bingung dengan tingkah Mira, tapi Anggi tetap menurut dan diam menunggu di dalam kamar ganti. Beberapa saat kemudian Mira kembali muncul dengan membawa pakaian lain.


"Pakai ini saja, dan temui Bang Jo denga pakaian ini. Kalian berangkat sorean aja, kalau dia curiga bilang aja kalau yang lain sudah berangkat duluan."


Walau merasa risih setelah memakai pakaian yang baru dipilihkan Mira. Anggi tetap pergi dan menunggu Jo di lorong kampus. Ia sudah tidak sabar lagi untuk mengetahui reaksi pria tersebut, ketika nanti melihat dirinya berpakaian model anak sekolahan dari Negara tirai bambu, dengan warna putih polos. Walau risih dan malu, tapi Anggi menekan semua itu, karena baginya untuk menaklukkan sebuah jajahan harus rela tahan malu. Apalagi wilayah jajahan itu adalah wilayah hati.

__ADS_1


Di kejauhan Anggi melihat Jo melangkah mendekatinya, ia pun langsung merubah gaya berdirinya, layaknya seperti seorang model. Apa yang dilakukan Anggi berhasil membuat JoΒ  terpana.


😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭


__ADS_2