I Love You Paman

I Love You Paman
BAB 43


__ADS_3

jangan lupa ya buat dukungannya, berikan like, komentar, fav dan juga bunga atau kopi, serta 🌟🌟🌟🌟🌟.


🀧🀧🀧🀧🀧🀧🀧🀧🀧


"OK!" ucap Mira mengangkat alis dengan perasaan lega.Β 


Sedangkan Barno mengangkat kepala dengan raut wajah bingung, lalu ia pun beranjak menuju kamar mandi. Tidak sampai setengah menit, Mira diam-diam menyusul Pamannya dengan langkah menjinjit, tanpa sepengetahuan Anggi


"Tunggu sebentar lagi, aku sedang menggosok gigi," ucap Barno ketika pintu terbuka dan melihat Mira berdiri di depan kamar mandi..


CLEK!


Mira masuk dan mengunci pintu, membuat Barno sangat kaget, apalagi saat melihat senyum jahil Mira. Otak pria paruh baya ituΒ  langsung bekerja, berpikir kalau keponakannya itu akan kembali berbuat jahil, yaitu kejahilan 5y4hw4t. Apa yang dipikirkannya segera terbukti ketika Mira secepat kilat menubruk tubuh Barno hingga tersandar ke dinding kamar mandi.


"Tu-tunggu!" Barno kaget.


Kata tunggu tidak berhasil menghentikan Mira yang sudah m3lum47 bibirnya, bukan itu saja, tangan gadis itu juga sudah masuk kedalam celana dan mengurut batang Barno yang sedang loyo menunduk.


"Kalau seperti ini, bagaimana aku bisa menghindar dari bocah gila ini. Aisss, aku kira setelah berdamai, dia tidak akan melakukan semua ini lagi. Apa yang harus lakukan sekarang dan kedepannya."


Raut wajah Mira terlihat begitu senang, karena ini sudah kedua kalinya ia memegang batang kenyal Barno secara langsung tanpa ada penghalang.


Segera memasukkan tangannya kedalam celana sendiri, Barno berusaha menarik batangnya agar lepas dari genggaman Mira, tapi yang terjadi, mereka berdua malah saling tari-tarikan seperti halnya tarik tambang. Kejadian itu malah membuat milik Barno kembali bangun dan memanjang.


"Mira…. Lepaskan!" pita Barno dengan mata melotot tajam, tapi raut wajahnya meringis kegelian.

__ADS_1


Di ruang dapur Anggi sudah selesai memasak dan menata di meja makan. Ia pun masuk ke kamar untuk untuk mengambil ponselnya, Namun, ia tiba-tiba teringat sesuatu tengah camping, kalau ia belum memberitahu ayahnya tentang kepergiannya itu.


"Ah…. Kenapa aku bisa lupa lagi," gumamnya dan keluar dari kamar untuk menemui ayahnya.


"Ayah … ayah! Ayah dimana? Minggu depan aku mau pergi camping." teriak Anggi.


Sudah beberapa kali memanggil, tapi tidak ada sahutan. Ia pun memeriksa kamar mandi. Saat dia sudah berada di depan kamar mandi, pintu tiba-tiba terbuka dan melihat Mira muncul dari dalam. Anggap juga melihat ayahnya juga berada di dalam kamar mandi tersebut.


"Eh…. Anggi," sapa Mira tetap berusaha tenang.


"Kamu di sini juga?" sahut Anggi.


"Kami baru siap gosok gigi," jawab Mira, lalu menuju meja makan.


"Hmmm…. Apa ayah tidak tidak tau cara menjawab panggilan!" oceh Anggi kesal kepada ayahnya karena tidak menyahut ketika dipanggil.


"Ayah. Aku mau pergi camping. Boleh minta tambahan uang jajan?"


"Ok. Nanti ayah transfer ke rekening kamu," ucap Barno dan menyeka mulutnya dengan handuk kecilΒ 


Setelah mendengar ayahnya akan menambahkan uang jajan tambahan, Anggi pun beranjak dari pintu kamar mandi menuju meja makan. Ia terlihat begitu senang karena ayahnya menyetujui dan juga memberikan uang jajan tambahan.Β 


Beberapa saat kemudian setelah Anggi duduk dan dibalik meja makan, Barno pun menyusul ke meja makan.


Anggi dan Mira duduk bersebelahan, dan Barno duduk di seberang meja makan, tepat di hadapan Mira. Ketika pria paruh baya itu hendak menyuap nasi, ia sangat kaget dengan kejahilan keponakannya itu yang meremas batangnya dengan menggunakan kaki. Dia pun langsung melotot, dan di balas Mira dengan senyum menggoda.

__ADS_1


Tentu saja pria itu tidak tinggal diam dengan tingkah Mira tersebut. Namun, berapa kali pun Barno menepis kaki Mira, gadis itu tetap saja melakukan aksinya. Barno pun mulai memberanikan diri untuk melakukan hal yang sama kepada Mira. Ia menggesek paha gadis itu dengan kaki, dan itu ia lakukan bukan karena n4p5u, melainkan agar Mira menghentikan kejahilannya itu.


Apa yang dilakukan Barno, tentu saja membuat Mira kaget, tidak menyangka kalau Pamannya itu akan melakukan hal yang sama kepadanya. Walau Mira sangat menginginkan hal tersebut. Namun, karena Anggi ada di sampingnya, ia pun takut kalau sampai ketahuan. Mira segera menepis kaki Barno, tanpa menghentikan kegiatan kakinya sendiri. Alhasil, mereka saling memainkan kaki dan saling menepis.


Dughh….


Semua yang ada di atas meja terangkat, membuat nasi beserta lauk pun tumpah, itu semua terjadi karena kaki kaki Barno dan Mira tanpa sengaja bersamaan menendang dari bawah meja.


"Hei…. Ada apa dengan kalian. Ini kita sedang makan, berhentilah bercanda," bentak Anggi melihat nasi yang ada di piringnya tumpah semua.


"Itu salah Paman!" Mira melimpahkan semua kejadian tersebut kepada Barno.


"Apa! itu salah kamu."


"Paman!"


"Kamu!"


"HENTIKAN!" Tidak ada lagi yang berbicara. Semua diam setelah Rani membentak dan menampar meja makan.


🏁🏁🏁🏁🏁🏁🏁🏁🏁🏁🏁🏁


Sekalian promo cerita baru. Mampir buat meramaikan ya.


__ADS_1


TERIMA KASIH Banyak SEMUA.


πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™


__ADS_2