
jangan lupa dukung terus ya, dengan memberikan like, komentar, fav, bunga atau kopi dan juga πππππ.
Satu lagi, Mampir juga di cerita baruku.
βοΈβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈ
Selama satu Minggu ini, hampir tiap hari ketika pulang kuliah, di setiap saat Anggi tidak ada. Mira selalu saja bermain gesek-gesekan dan ciuman dengan Barno. Hanya sekedar itu saja, tidak lebih.
Pria paruh baya itu hanya pasrah, sekuat apapun ia menolak, Mira akan tetap terus mengunci dirinya dalam pelukan gadis itu. Barno bukannya tidak cara untuk menghindari. Namun, itu sangat beresiko merusak hubungan mereka, yaitu dengan kekerasan. Tentu saja Barno tidak bisa melakukan hal itu. Karena kesedihan gadis muda itu, termasuk kesedihannya juga.
Dengan sikap Barno itu, perawan Mira pun masih terjaga dengan baik. Berbanding terbalik dengan Mira yang sudah pasrah jika harta berharganya itu direnggut oleh Pamannya.
Akan tetapi, Malam ini Mira tidak bisa menggoda Barno, karena Pamannya itu sedang menelpon dengan Tiara. Malam ini Mira hanya bisa berbaring sambil berhalu ria di dalam kamar.
Seketika Anggi muncul dengan wajah bahagia, karena besok dia akan pergi camping. Tentu bukan itu saja yang membuatnya begitu ceria hari ini, melainkan karena Jo bakalan ikut bersamanya. Melihat Anggi senyum-senyum sendiri di meja belajar, membuat Mira heran dan bertanya-tanya.
"Kenapa kamu senyum-senyum sendiri? Udah kayak orang gila aja," sentil Mira yang meringsuk menghadap Anggi.
__ADS_1
"Aku tidak sabar lagi menunggu besok, biar cepat berduaan dengan Bang Jo," ujar Anggi. Lalu beranjak dari tempat duduknya dan menghampiri Mira dengan acungan kepalan tinju. "Semua ini berkat kamu. Terima kasih!"
"Semoga sukses!" Mira juga mengacungkan kepalan tangannya dan menyambut tinju Rani. Kedua tinju mungil itu pun saling beradu.
Begitu bahagianya Anggi sampai senyumnya melebar, lalu ia melompat memeluk Mira dan mencium pipinya.Β
"Terima kasih kakak!" ucap Anggi dengan panggilan yang sudah lama tidak diucapkannya.
"Sama-sama adikku cantik!" balas Mira.
Anggi terus mencium pipi Mira dengan bahagia dan tidak henti-hentinya mengucapkan terima kasih serta mengatakan betapa ia sangat mencintai Mira sebagai kakaknya.
"Sudah β¦ sudah, hentikan. Badanku bisa remuk kamu bikinβ¦. Sekarang aku malahan heran liat kamu, sudah banyak laki-laki yang kamu kencani, tapi kenapa dengan Bang JoΒ kamu sangat tidak berdaya?" tanya Mira, napasnya mulai sesak karena Anggi masih tidak mau turun dari atas tubuhnya.
"Hei, apa yang kamu lakukan, singkirkan tanganmu itu," pinta Mira ketika Anggi iseng meremas pasyudhara kanannya.
"Maksudku β¦ apa kamu tidak mengerti perasaan ini. Ah sudahlah! Kamu sih, belum pernah pacaran," ejek Anggi
"Iya β¦ iya. Tapi bisa tidak singkirkan tanganmu ini dulu," pinta Mira lagi karena Anggi masih terus meremas gundukannya. Lalu ia kembali berkata, "aku kan sudah bilang sama kamu, kalau aku sudah punya pacar. Jadi, aku tau apa yang kamu rasakan saat ini."
__ADS_1
Mira sudah mulai merasakan sesuatu akan meledak dalam dirinya, ketika tangan Anggi terus meremas pahud4ranya. Karena saat itu terjadi, yang ada di dalam benak Mita adalah tangan Pamannya yang sedang meremas.
"Jadi, sudah seberapa jauh hubunganmu dengannya? Apa kamu sudah melakukanya dengannya? Bagaimana rasanya, Enak nggak?" goda Anggi, dan membenamkan dagunya di antara kedua gundukan Mira.
"Lah, ngapain kamu tanya aku. Masalah itu, kan kamu yang lebih tau dan berpengalaman." Mira meletakkan kedua lengan di bawah kepala dengan cara menyilang, untuk dijadikan sebagaiΒ bantal.
"Tunggu. Apa jangan-jangan, kamu belum tidur dengannya?" tanya Anggii penuh selidik, terlukis di bibirnya sebuah senyum ledekan.
Mira menarik napas pelan. "aku bukannya tidak memiliki pengalaman, hanya saja aku berpikir, saat kami sedang berciuman, aku merasa kalau β¦ ya, seperti itulah, kayak lebih ke pemuas n4p5u saja, sepertinya kurang menarik dibandingkan dengan m4n5tur84s1." celoteh Mira, matanya menatap langit-langit kamar dengan kosong.
"Kalau begitu, apakah itu ciuman pertamamu,?" Anggi semakin antusias menyelidiki pengalaman, tentang perasaan Mira ketika berhubungan dengan pria.
"Kalau iya, memangnya kenapa?" Mira bertanya balik.
"Aneh. Aku pikir ciuman pertamamu dengan ayahku," celoteh Anggi.
"A-apa maksudmu?" Mira salah tingkah, tidak menyangka kalau Anggi akan membahas hal tersebut.
"Kenapa wajahmu itu. Bukankah benar yang aku bilang, kamu ciuman dengan ayah waktu itu." Anggi tersenyum menggoda Mira, matanya berputar ikutan meledek gadis itu.
__ADS_1
π
ππππππππππππ