I Love You Paman

I Love You Paman
BAB 57


__ADS_3

Mohon dukungannya ya, dengan memberikan like, komentar, fav, bunga atau kopi dan juga 🌟🌟🌟🌟🌟




Setelah semua kembali normal, Anggi dan Jo sudah kembali berada di dalam air lagi. Mereka akan melakukan permainan sesuai dengan permintaan Anggi, tapi dengan satu syarat yang diajukan oleh Jo, tubuh merekaΒ  tidak boleh saling menempel. Anggi tidak punya pilihan, ia menyetujui syarat yang diberikan.



"Ingat, kita tidak boleh menggigit kentang ini sampai putus sebelum sampai di tengahnya," jelas Anggi, matanya terlihat bercahaya karena sebentar lagi bibir mereka akan menempel.



Jo mengangguk. Mereka pun mulai permainan. Namun, karena Jo merasa gugup, gigitan pertama kentang sudah putus. Mereka mengulang lagi, gigitan kedua kentang masih putus juga.Β 



Anggi menjadi kesal, ia berpikir kalau putusnya kentang tersebut, akibat postur tinggi mereka yang jauh berbeda. lalu ia pun menarik bahu Jo agar pemuda itu duduk. "Baiklah, biar lebih mudah, aku di atas."



"Tu-tunggu!" Jo mulai panik.Β 



Jika Anggi duduk di pangkuannya, maka batangnya pasti akan menempel lagi di vag-nya Anggi, dan itu akan membuatnya berjibaku menahan naf\_su.



Mendapat penolakan, Anggi mendengus dan langsung berbalik sambil berkata, "baiklah! Jika kamu tidak mau bermain, lebih baik aku pergi tidur saja."

__ADS_1



Mendengar hal tersebut, Jo sebenarnya merasa senang, dengan begitu dia tidak lagi tertekan batin dengan kemolekan tubuh Rani, tapi dari segi harga diri, ia sedikit terusik. Takut kalau Anggi menganggap dirinya seorang pria pecundang.



"Tunggu! Aku bisa melakukannya." Jo menelan slavinanya, jantungnya berdetak tidak karuan, ia kemudianΒ  meraih lengan Anggi, lalu berdiri dan memegang kedua bahu gadis itu.



Anggi menunduk sehingga rambutnya menutupi wajah, membuat Jo tidak mengetahui kalau dia sedang tersenyum bahagia. Ketika ia kembali mengibaskan rambut ke belakang, Anggi sudah merubah raut wajahnya menjadi murung.



"Ini sudah malam, sebaiknya kita tidur. Tapi…. Mari kita coba untuk yang terakhir," ucap Anggi.




Anggi malah langsung maju menerobos mulut Jo dengan lidahnya, sehingga kentang goreng tersebut, berpindah ke dalam mulut Anggi. Sambil mengunyah, ia melβ€”umat bibir bawah Jo dengan lembut.



"Akhirnya permainan selesai juga," ucap Anggi gugup. Getaran ciuman barusan membuatnya berdebar. "Sudah malam rupanya, aku akan pergi tidur," ucapnya lagi.



Jo sudah tidak peduli lagi dengan ucapan Anggi, apakah dia benar mau pergi tidur atau tidak, yang dia inginkan sekarang adalah \*\*\*\*\*\*\* bibir gadis tersebut, dan itu ia lakukan tanpa meminta persetujuan Anggi. Bahkan pasyudhara empuk itu menjadi sasaran juga, benar-benar gejolak telah menguasai Jo.


__ADS_1


Bagi Anggi, itu adalah peluang besar untuk mendapatkan hati Jo, ia pun membalas ciuman itu, dan membiarkan tangan Jo menggerayangi kedua dadanya.



Setelah Jo melepaskan ciumannya, ia pandangi wajah Anggii yang bersemu merah, lalu kembali mencium bibi lembut tersebut, pindah ke pipi, telinga dan juga leher. Membuat gadis itu semakin kepanasan, dan langsung menyambar bibir Jo dengan ganasΒ  Mereka berdua berpelukan sangat erat dibarengi permainan bibir, saling lu-mat, saling jilat lidah. Tangan pemuda itu kembali bermain di pasyudhara Anggi.



"Tu–tunggu!" ucap Anggi sedikit kaget dengan keagresifan Jo. Apalagi ketika merasakan batang Jo menyembul dan mengenai pusarnya. Sensasi itu membuat vag-nya mulai basah.



Akibat seruan Anggi tersebut, Jo tersadar dengan apa yang dilakukannya. Menurutnya, apa yang mereka lakukan itu terlalu cepat. Tidak seharusnya itu terjadi sekarang.



Melihat wajah Jo yang aneh, Anggi merasa heran.



"Bang Jo!" seru Anggi lembut sambil memegang bahu pemuda itu. Ia tidak ingin adegan ini berhenti.



"Maafkan aku, Aku kehilangan akal sehat. Aku mengerti dengan perasaanmu. Kamu mengerti kan maksudku. Kita hampir saja melakukannya. Maafkan aku, itu murni naluri seorang pria," ujar Jo panjang lebar dengan nada cepat.



Sontak perasaan kecewa menyelimuti Anggi setelah mendengar perkataan Jo barusan. Ia tidak menyangka kalau ternyata yang dilakukan pemuda itu kepadanya, hanya sebatas naluri seorang pria, tidak lebih. Hatinya begitu sangat terluka.


__ADS_1


😁😁😁😁😁😁😁😁😁😁😁😁😁😁😁😁


__ADS_2