I Love You Paman

I Love You Paman
BAB 71


__ADS_3

mohon dukungannya, ya.


☑️☑️☑️☑️☑️☑️☑️☑️☑️☑️☑️☑️☑️☑️


Anggi sumringah mendengar perkataan Jo. Segalanya akan didapatkan kali ini, dan tidak ada keraguan yang ditemukan Anggi dari pancaran mata pemuda tersebut, ia pun melepaskan pens Jo dari mulutnya dan mengambil kond—-om dari tangan pemuda itu.


"Apa kamu bisa memakaikannya?" tanya Jo dan dibalas dengan anggukan oleh Anggi


Ujung bungkus kon–dom tersebut di sobek oleh Anggi menggunakan gigi, tapi sayang, gigitannya mengenai kon-dom hingga ikut koyak.


"Maaf. Aku merusaknya," ucap Anggi merasa bersalah.


"Jadi, gimana nih? Batalin aja, ya?" tanya Jo


"Kita lanjutkan saja, nggak usah pakai kon—dom," sahut Anggi dan menarik tangan Jo. Ia pun langsung  berbaring dengan paha terbuka lebar, agar pemuda itu bisa memulai persetu—buhan mereka.


Jo pun kemudian merapatkan tubuhnya di depan vag- Anggi, ujung pen-nya digesekkannya beberapa kali sebelum membenamkan ke dalam liang hangat tersebut. Apa yang dilakukannya membuat gadis yang ada di hadapannya itu, merem melek menikmati sensasi yang ada.


"Jangan mainin gitu aku sudah tidak tahan lagi, cepat masukkan," pinta Anggi yang sudah tidak bisa lagi menahan godaan yang diberikan Jo.

__ADS_1


"Hmm!" Jo mengangguk. 


Perlahan pen-nya mulai didorong membelah celah vag— Anggi. Rasa hangat langsung menyeruak memberikan kenikmatan yang sebenarnya.


Begitu juga dengan Anggii, ketika pen– Jo  masuk ke dalam liang vag–nya, kepalanya langsung mendongak dengan mata terbalik menahan rasa nikmat yang tiada tara.


"Agghh…. Ini gila, benar-benar nikmat dan sangat nyaman," de–sah Anggi, membuat Jo senang mendengarnya.


"Apa sudah bisa aku menggoyangnya?" tanya Jo yang sudah tidak sanggup lagi menahan gejolak yang menyelimutinya.


"Iya, goyang cepat! Berikan aku kenikmatan," ucap Anggi yang juga sudah tidak tahan lagi, ia sangat menginginkan gesekan pen Jo dengan segera di vag-nya


Dengan perlahan pinggul Jo maju, sehingga pergesekan dua kelamin pun terjadi. Keduanya saling memejamkan mata, meresapi sensasi yang menyelimuti mereka. Jo mulai maju mundur menghujam vag Anggi, rasa nikmat mulai menjalari seluruh tubuhnya, membuatnya semakin intens meng—genjot.


PLAK….


PLAK….


Suara benturan terdengar  mengiringi gerakan dan des–ahan mereka. Setiap hentakan pinggul Jo membuat Anggi menjerit kenikmatan. Harapannya selama ini untuk bers—-etubuh dengan Jo agar bisa mengikat pria itu dalam hidupnya menjadi kenyataan. Ia pun tidak mau hanya menjadi penerima saja, Anggi juga ingin memberikan kenikmatan kepada Jo. Oleh karena itu, ia mulai menggoyang pinggulnya menyambut serangan Jo

__ADS_1


"Aghh…. Tekan yang kuat, sayang!" desah Anggi, ia pun merangkul leher Jo dengan erat dan kembali mel—umat bibir pria itu .


"Kamu sudah senang sekarang? Hmm…!" ucap Jo setelah ciuman mereka lepas, hentakan pinggulnya semakin tidak teratur.


Anggi mengangguk dan meraih pinggul Jo untuk membantunya agar hentakan pinggul pemuda itu semakin kuat. Karena semakin kuat hentakan pinggul Jo, sensasi yang ia terima pun semakin besar. Apalagi ketika pen— tersebut menghantam dinding rahimnya, dan walau sedikit terasa sakit, tapi rasa nikmatnya jauh lebih terasa.


PLOP


Jo tiba-tiba mencabut pen-nya dari dalam. Membuat Anggii kaget.


"Bisakah kalau nung—ging?" tanya Jo.


"Bang Jo suka gaya itu, ya?" Senyum tipis dan mata sayu menghias wajah Anggi.


Tidak ingin berlama-lama. Segera Anggi langsung mengambil posisi nung—ging, dengan begitu Jo bisa melihat dengan jelas bibir vag- gadis itu yang sudah basah. Ia merasa tergelitik untuk memasukkan jari tengahnya ke dalam vag Anggi.


"Oughhh…. Apa yang kamu lakukan?" tanya Anggi dengan kepala mendongak, ia merasa jari Jo begitu liar bermain di sana, dana rasanya tidak kalah jauh nikmatnya di banding pens pemuda itu.


Jari tengah Jo mulai keluar masuk dari vaga Anggi. Membuat gadis itu menggelinjang akibat sensasi yang ia terima. Walau hanya sebuah jari kecil, tapi mampu membuat gadis itu mend—--esah panjang.

__ADS_1


"Cukup. Aku sudah tidak tahan. Cepat ken—-t m3m3yykku," celoteh Anggii.


✓✓✓✓✓✓✓✓✓✓


__ADS_2