
^^^^^^^^^^^
K{{{{{{{{{{
Mira tersenyum ketika melihat Barno menelan slavinya sendiri, tanda kalau pamannya itu memang tergoda dengan keseksian yang ia tunjukkan.
"Aku melakukan ini hanya untuk merayumu, Paman. Bagaimana, apa sudah tergoda?" Mira tersenyum lebar, lalu mengangkat roknya sekolahnya. "Lihatlah, putihkan pahaku?" Mira memperlihatkan kemulusan pahanya.
Cara Mira menggoda Barno sangatlah ampuh, keseksian dan keindahan tubuhnya membuat Barno salah tingkah
"Aghhh…. Kamu!" seru Barno.
"Waw! Sudah panas rupanya," ejek Mira dengan senyum simpul.
"Siapa yang panas? kamu terus saja menggodaku. Cepat tutup pahamu itu."
Barno pun menyapu pandangannya ke seluruh ruangan, membuat Mira bingung, dan bertanya-tanya dalam hati, apa sebenarnya yang sedang cari oleh pamannya itu.
"Paman nyari apa?" tanya Mira penasaran.
"Aku lagi nyari tempat untuk sembunyi." ujar Barno.
__ADS_1
"Sepertinya semua tempat di rumah ini sudah tidak ada lagi tempat untuk sembunyi," sahut Mira tersenyum licik
"Aku pulang!"
Suara Anggi yang begitu nyaring dari ruangan depan membuat mereka kaget. Gadis itu sudah pulang berkemah, membuat Mira langsung gelagapan, sadar akan pakaian yang ia kenakan, Mira buru-buru hendak masuk kamar agar Anggi tidak melihat gaya berpakaiannya. Begitu juga dengan Barno, tidak ingin anaknya berpikiran macam-macam,ia langsung duduk di sofa dan mengambil koran yang tergeletak di meja.
"Mira!"
Baru beberapa langkah saja Mira hendak melangkah ke kamar, Anggi sudah muncul dan memanggil namanya.
"Hai Gi, kamu sudah pulang?" sapa Mira tersenyum simpul untuk menutupi rasa gugupnya.
Barno yang pura-pura sedang membaca koran, menyadari situasi yang terjadi antara Anggi dan Mira. Ia juga tau betul dampak yang akan terjadi kepada dirinya, kalau sampai anaknya menaruh kecurigaan kepada Mira nantinya. Oleh karena itu ia pun angkat bicara untuk mengalihkan situasi yang ada.
"Bagaimana kemahmu, apa semua lancar?" tanya Barno.
Ketika perhatian Anggi teralihkan oleh pertanyaan Barno, segera Mira menuju dapur, hal yang pertama dilakukannya adalah adalah mengambil air minum.
"Oh, sangat menyenangkan," Anggi menjawab pertanyaan ayahnya, lalu berjalan menuju kamarnya. Di depan pintu kamar, ia berhenti dan memanggil Mira yang sedang menuang air kedalam gelas. "Kamu ngapain, ayo kemari," ujarnya lagi dan masuk kedalam kamar.
__ADS_1
"Oh, oke!" Segera Mira menyusul Anggi ke kamar.
"Apa yang salah dengan kamu. Aku kan sudah bilang untuk jangan datang kemari kalau aku belum pulang," bentak Anggi dan merebahkan tubuhnya di atas ranjang.
Sebelum Anggi berangkat kemah bersama Jo, ia telah membuat janji kepada Mira, supaya saudara angkatnya itu tidak berada di rumahnya selama ia belum pulang. Itu semua karena firasat Anggi yang mengatakan, kalau ayahnya dan Mira memiliki hubungan bukan sekedar antara anak dan orang tua. Akan tetapi ada sesuatu yang menurutnya sangat aneh.
"Jangan salah paham. Aku datang ke sini mengawasi Paman untuk kamu," kilah Mira. " Sudahlah! Kamu lebih baik istirahat saja, kamu pasti lelah setelah melakukan perjalanan panjang." Mira berbalik untuk meninggalkan kamar.
"Oh, ya! Ngomong-ngomong, kenapa kamu berpakaian seperti itu?" tanya Anggi membuat Mira menghentikan langkah dan menoleh ke arahnya.
"Hmmm…." Mira menarik napas dan berpikir sejenak untuk mencari alasan, lalu ia tersenyum dan menjawab tanpa menoleh ke arah Anggi. "Aku sedang bermain sekolah-sekolahan tadi bersama Paman!"
"Permainan aneh, kalian seperti bocah saja," celoteh Anggi tidak percaya.
Akan tetapi Anggi tidak ingin mempermasalahkan hal tersebut, karena hatinya lagi berbunga-bunga setelah Jo telah resmi menjadi pacarnya, dan ia tidak ingin kebahagiaannya itu terusik dengan hal sepele.
"Bagaimana hubunganmu dengan Bang Jo? Melihat raut wajahmu, sepertinya semua berjalan dengan lancar," ujar Mira kemudian.
"Aku telah menunggu pertanyaan itu dari kamu," ucap Anggi seraya menghampiri Mira dan memeluknya dengan bahagia. "Aku dan Bang Jo sekarang sudah resmi pacaran. Itu semua berkat bantuan kamu. Terimakasih" teriaknya pelan dan mengangkat tubuh Mira sehingga mereka jatuh ke lantai akibat Anggi kehilangan keseimbangan.
💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓
__ADS_1