I Love You Paman

I Love You Paman
BAB 54


__ADS_3

🅾️🅾️🅾️🅾️🅾️🅾️🅾️🅾️🅾️🅾️🅾️🅾️


Hujan turun dengan lebat mengguyur puncak  dengan lebat, cuaca pun begitu dingin. Beruntung bagi Anggi, di di bagian belakang tersebut tersedia kolam pemandian air panas privat, ia pun menuju kesana untuk berendam. Sebelum berendam ia masuk kamar kecil untuk buang air. Tiba-tiba ia mendengar suara seseorang memasuki ruangan pemandian.


"Apa mungkin itu Bang Jo. Ah…. Mudah-mudahan memang dia," batin Anggi penuh harap.


Setelah selesai buang air kecil, segera Anggi keluar dengan lilitan handuk di tubuhnya. Dugaannya tadi memang benar kalau Jo lah yang datang. Pria itu berdiri di tepi kolam pemandian yang berukuran lebar 2×2 meter itu.


Jo berdiri sambil memperhatikan segitiga yang ia pakai. Pakaian da lam yang ia kenakan berasal dari fasilitas yang disediakan untuk mandi, terlalu sempit untuknya. Namun, untuk mengganti dengan yang lain, Jo tidak punya, karena ia hanya membawa pakaian yang melekat ditubuh.


Awalnya Jo ingin membawa pakaian ganti, minimal satu, tapi Anggi mengatakan kalau semua keperluannya sudah disediakan olehnya, dan Jo percaya begitu saja.


Sebuah senyum menghias di bibir Anggi ketika melihat tingkah Jo, kemudian ia terkagum di saat pandangannya fokus, dan membuat ia menyadari kalau bentuk tubuh Jo yang berotot dan perut sispek. Puas memandangi, Anggi menghampiri pria tersebut.


"Apa yang kau lakukan?" sapa Anggi setelah berdiri di belakang Jo.


"JIAHH…! Kamu membuatku kaget saja!" jerit Jo langsung menutupi bagian selang-kangannya dengan kedua telapak tangan.

__ADS_1


"Kelihatan bagus, kok. Kenapa Bang Jo jadi malu? Seharusnya bangga karena memiliki postur tubuh yang bagus. Aku sangat menyukainya!" puji Anggi.


"Apanya yang bagus, ini terlalu sempit," sahut Jo salah kaprah mengenai apa yang sedang dipuji Anggi.


"Kenapa kamu malu, tidak akan ada yang melihatnya. Kita hanya berdua saja disini," ucap Anggi ketika Jo masih membelakangi dan menutup sela ngkannya dengan kedua tangan.


"Tapi, ini sangat memalukan walau  jika dilihat sama kamu. Jadi, kamu harus menutup mata, sampai aku bisa masuk ke dalam kolam."


"Baiklah kalau begitu. Aku akan membukanya juga, biar kita impas. jadi, kita tidak perlu saling merasa malu lagi," ucap Anggi melepaskan handuknya. "Bagaimana? Apa ini cukup adil?" senyum tipis tergambar di bibirnya yang tipis.


"Oh, ya, sebelum mandi, bagaimana kalau kita makan dulu, kamu belum makan, kan?" ajak Anggi.


"Oke. Baiklah,"


"Kalau begitu, ayo ke dapur. Aku akan memasak untukmu." Anggi berjalan di depan.


"Apa! Dengan pakaian seperti ini?" tanya Jo kaget, tapi matanya diam-diam menikmati pemandangan pinggul Anggi yang melenggok.

__ADS_1


"Tidak ada orang di rumah ini selain kita. Jadi, kenapa tidak."


"Baiklah!" Jo segera melangkah pangan mengikut Anggi ke dapur.


Semua sudah tersedia di dapur, mulai dari sayuran, lauk bahkan bumbu juga. Karena tidak enak hati Jo pun membantu Anggi untuk memasak, ia mengiris  bawang dan cabe. Sedangkan Anggi membersihkan ikan, untuk di dibuat sup.


"Ngomong-ngomong. Pasti mahal membayar sewa dan juga semua fasilitas ini. Berapa bagian yang harus aku bayar?" tanya Jo  sambil memotong cabai menjadi beberapa bagian kecil.


"Nanti saja kita bicarakan itu, sekarang tolong ikatkan tali 8r4 ku ini. Entah kenapa sebelah ikatannya tiba-tiba lepas." 


B-ra yang dikenakan oleh Anggii, tidak memakai pengait di bagian belakang, hanya mengenakan ikat simpul di bahu, dan ikatannya tiba-tiba terlepas begitu saja yang sebelah kanan, akibat pergerakan punggungnya ketika membasuh ikan.


Jo segera mencuci tangannya, lalu membantu untuk mengikatkan tali B-ra Anggi dengan tangan gemetar. Punggung Anggi yang begitu putih dan mulus, membuatnya sedikit gugup. Bukan itu saja, batangnya tiba-tiba berdiri. 


Pria mana yang tidak akan tergoda melihat kemolekan tubuh seorang wanita, begitu juga dengan Jo. Ia masih berdiri dan menikmati aroma wangi tubuh Anggi, padahal ia sudah selesai melakukan tugasnya mengikatkan tali B-ra yang lepas.


@@@@@#########

__ADS_1


__ADS_2