I Love You Paman

I Love You Paman
BAB 74


__ADS_3

Setelah menatap Mira cukup lama, Barno kemudian mengambil tali kain yang tadi di gunakan gadis itu untuk mengikat tangannya. Ia menggunakannya kembali untuk mengikat tangan Mira, persisi seperti gadis itu mengikat tangannya.


"Paman, mau ngapain? Kenapa Paman mengikat tanganku?"


"Tenang saja, aku akan mengikuti semua kemauan kamu malam ini," ucap Barno.


Setelah selesai mengikat tangan Mira, ia kemudian turun kebawah dan mengikat kaki Mira. agar gadis itu tidak bisa membuka ikatannya, ujung kain yang tersisa ia ikatkan ke kaki dan kepala ranjang.


"Sudah selesai. Tidurlah, biar besok cepat bangun. aku akan membawa kamu jalan-jalan layaknya seorang padangan kekasih," ucap Barno dan berjalan keluar dari kamar.


"Paman, tunggu! Apa yang kau lakukan? lepaskan aku. aku ingin membuat kenangan bersama Paman dengan caraku sendiri." Mira berteriak penuh amarah, ia sungguh tidak terima dengan perlakuan Barno. Namun, dia tidak bisa berbuat apa-apa selain pasrah.


Di ruang tengah, Barno menghempaskan tubuhnya di atas Sofa, sejenak setelah itu ia pun berbaring tanpa mempedulikan sara Mira yang masih terdengar mengumpat dirinya.


Di tempat lain, jauh dari rumah Barno. Anggi dan Jo istirahat sejenak untuk melonggar saraf-saraf mereka setelah menikmati surga duniawi. Setelah tenaga pulih kembali, Jo bangun dan mengambil handuk kecil untuk menyapu keringat di kening Anggi. Akan tetapi, bukan itu saja yang dilakukannya, butiran keringat yang keluar di setiap tubuh gadis itu ia usap dengan lembut, tidak ketinggalan bagian vag– gadis itu yang masih meneteskan lendir.

__ADS_1


Begitu juga dengan Anggi, ketika melihat pens pemuda yang dicintainya itu berlumuran cairan, ia pun ingin membersihkannya. Namun, ketika ia meraih pens tersebut, Jo langsung mencegahnya.


"Eh, tunggu!"


Anggi tersenyum. "Aku ingin membersihkannya."


"Biar aku saja yang melakukannya," ucap Jo seraya menepis tangan Anggi dengan lembut.


Gadis itu pun mengambil handuk dari tangan Jo dengan paksa, agar bisa membalas perlakuan lembut yang diterimanya. Senyum yang begitu lebar terpancar di wajah Anggi saat dia mulai mengusap keringat Jo, mulai dari kening, leher, dada, hingga sampai ke pens.


Sepeninggal pria idamannya itu, Anggi duduk termenung. Tiba-tiba dia begitu gelisah memikirkan dirinya yang begitu liar di depan Jo. Ia berpikir, tidak seharusnya hal itu terjadi, sebagai wanita ia harusnya bisa menjaga harga dirinya. Anggi menjadi merasa takut jika Jo akan berpikir macam-macam tentang dirinya, dan membuat pria itu menjadi ilfeel. Akan tetapi ia tersadar setelah mengingat apa yang dikatakan pemuda itu barusan, kalau dia telah menjadi miliknya seutuhnya. Seulas senyum bahagia pun terpancar di wajah Anggi.


Begitu juga dengan Jo yang berada di dalam kamar mandi. Pemuda tersebut terus berpikir dengan kejadian yang baru dialaminya, di bawah guyuran air shower, ia terus bertanya-tanya dalam hati.


"Apa ini sudah benar. Bagaimana bisa kami berhubungan s3kxxx tanpa kencan lebih dahulu. Tapi kenapa ekspresinya sangat aneh tadi, apa cuman aku yang menikmatinya. Ahhh … apa mungkin dia dalam suasana hati yang buruk setelah melakukannya denganku? Seharusnya aku tadi bertanya keadaanya. Apa dia merasa puas dan senang dengan apa yang aku lakukan."

__ADS_1


Jo melangkah kedepan cermin yang ada di bathroom. Lama ia memandangi dirinya, lalu perhatiannya tertuju ke pensnya.


"Sudah cukup lama, tapi kenapa burungku masih belum tidur juga. Sial! Ada apa dengan diriku," batinnya lagi.


Sejenak Jo menatap wajahnya yang ditumbuhi bulu halus di bagian dagunya. "Sepertinya sudah waktunya jambang dan kumis ini dicukur." gumamnya


"Tidak perlu."


Jo sangat kaget, tidak menyangka kalau Anggi sudah berdiri di belakangnya. Ia pun baru ingat, kalau pintu kamar mandi lupa ia kunci.


"Se–sejak kapan kamu di sini?" tanya Jo


"Wajah Bang Jo sudah cukup tampan, tidak ada yang perlu dirapikan. Oh, ya! Ayo kita mandi bersama," ajak Anggi dan langsung memeluk Jo dari belakang


"Makasih Bang Jo sudah mau menerimaku dan membuka hati Bang Jo buat aku."

__ADS_1


__ADS_2