I Love You Paman

I Love You Paman
BAB 68


__ADS_3

®®®®®®®®®®®®®®®®®®®®®®


POV 3


********


Hampir satu jam Jo telah selesai menulis, sejenak ia memperhatikan Anggi sebelum ia turun dari ranjang untuk meninggalkan kamar.


"Cantik," gumamnya dan menyelimuti tubuh gadis tersebut. Lalu ia turun dari ranjang dan kembali berkata. "Tapi sayang. Dia memiliki kepribadian yang aneh!"


Anggi yang  masih belum tidur, terus memperhatikan Jo yang sedang menulis sejak tadi. Namun, ketika pemuda itu selesai menulis, ia pun segera  langsung pura-pura tidur. Oleh karena itu, ia bisa mendengar pujian Jo ketika mengatakan kalau dirinya cantik, tapi dia sedikit kesal mendengar kalimat terakhir yang diucapkan pemuda itu.


"Bang Jo mau kemana? Apa Bang Jo yakin mau meninggalkanku di kamar gelap ini sendirian." 


Anggi juga sangat kesal ketika mengetahui, kalau pemuda itu hendak meninggalkan dirinya sendirian di kamar.


Tidak menyangka kalau Anggi sudah bangun, Jo pun kaget dan langsung duduk di lantai tepat di samping ranjang. 

__ADS_1


"Aku pikir kamu sudah tidur," ujarnya sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal dan kembali sibuk dengan ponselnya.


"Apa yang Bang Jo mau lakukan?" 


Anggi semakin kesal melihat sikap Jo. Bukannya naik ke tempat tidur. Pemuda itu malah duduk di lantai dan sibuk bermain ponsel.


"Tenanglah, aku akan tetap di sini menjagamu sampai lampu menyala lagi. Jika sudah nyala, aku akan pergi mandi sebentar dan lalu tidur. Selamat malam!" ucap Jo tanpa menoleh sedikitpun kepada Anggi.


Tidak ingin berdebat, Anggi pun mengalah. 


"Baiklah, terserah Bang Jo saja," ucapnya, lalu berbaring dan menarik selimutnya sampai menutupi kepala. "Selamat malam juga!"


Ternyata apa yang ia dapatkan adalah tatapan tajam dari gadis itu, dengan lemas, ia pun masuk satu selimut dengan Anggi.


"Tidak apa-apa. Tidurlah! Aku tidak akan kemana-mana," ucap Jo berbaring dengan posisi menghadap gadis itu. Lalu ia mengganti posisi tidur dengan telentang, dan kedua tangannya dijadikan sebagai bantal. Ia pun memejamkan matanya.


Anggi yang berbaring menghadap Jo, dan terus memperhatikan wajah pria yang ada di sampingnya itu, lalu kembali menarik selimut untuk menutupi kepalanya, tapi tidak untuk matanya. Ia sengaja menyisakan celah agar bisa melihat wajah Jo.

__ADS_1


"Walau dia tidak terlalu tampan. Entah kenapa aku selalu ingin melihat wajahnya. Hmmm…. Sebagai seorang pria, seharusnya dia lebih dulu berinisiatif melakukan sesuatu padaku." Rasa kesal tiba-tiba muncul lagi dalam dirinya melihat sikap cuek Jo.


"Sangat menyebalkan, dia hanya diam saja, padahal aku tau kalau dia belum tidur. Hmmmm…. Lelaki nggak pernah peka. Argghhhh!" celoteh Anggi dan menggeram dengan suara keras karena tidak sanggup menahan kekesalannya.


Akan tetapi, ia tidak sadar karena suaranya tersebut telah membuat Jo kaget. "Kamu baik-baik saja. Suaramu itu menakutiku."


"Eh!" Anggi membuka selimut "maaf. Aku tiba-tiba ketakutan. Entah kenapa aku biasa kepikiran sama hantu," ujar Anggi beralasan dan menggosok hidungnya yang gatal.


Apa yang dilakukan Anggi dengan hidungnya, membuat Jo berpikiran lain.


"Kamu kedinginan, ya. Makanya mau bersin gitu?"


Walau sedikit bingung dengan ucapan Jo. Otak Anggi langsung bergerak, dan langsung berpura-pura kedinginan dengan membuat gestur menggigil.


"Benar. Ini sangat dingin, Bang Jo. Ughhh…. Ughhh…." Akting yang sangat bagus dari Anggi karena Jo percaya dengan apa yang terjadi.


"Baiklah kalau begitu, aku akan mengambil selimut lagi, biar kamu merasa lebih hangat."

__ADS_1


Ketika Jo hendak turun dari ranjang untuk mengambil selimut. Anggi langsung menghentikannya.


❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️


__ADS_2