
๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐
"Kamu mau mendarat dimana gadis kecilku?" tanya Barno dan langsung mengangkat dan memutar tubuh kecil Mira.
"Antar aku ke sofa," pinta Mira.
Barno pun membawa Mira ke sofa dan membuat gadis kecil itu seolah-olah terbang menuju sofa.
"Aku terbang," teriak Mira, tubuh kecilnya dijatuhkan dan langsung terduduk di atas sofa. Kemudian ia tertawa bahagia karena merasa sangat senang.
"Oke! Kamu di sini dulu. Aku mau olah raga lagi."
Barno pergi ke ruang kerja dan kembali membawa beberapa komik.
"Bacalah buku-buku ini." Barno meletakkan beberapa komik dibatas meja yang ada di depan Mira.
Barno kembali melakukan olahraga, ia mulai melakukan push-up di belakang sofa tempat Mira duduk
"Ini komik ya?" tanya Mira.
"Iya. Cuman itu buku-buku yang suka aku baca. Oh, ya. Kenapa kamu pulang sangat cepat?" tanya Barno yang baru sadar kalau Mira pulang masih di jam sekolah.
__ADS_1
"Aku habis ngantar teman pulang yang lagi sakit," jawab Mira berbohong.
Itu hanyalah alasan saja. Mira sebenernya pulang lebih awal karena malas sekolah. Semua itu di sebabkan karena dirinya habis berkelahi dengan salah satu siswi di Jam istirahat, dirinya tidak terima di ejek anak haram karena tidak memiliki seorang ayah.
Mira turun dari sofa untuk pindah ke tempat duduk lain, agar bisa melihat Pamannya yang sedang berolahraga.
"Apa! pastiย kamu bolos, ya?" tanya Barno dan langsung berhenti berolahraga dan duduk menatap Mira penuh selidik, ia tidak langsung percaya begitu saja dengan ucapan Mira
"Iya, aku bolos. Itu karena ada temanku yang mengejek, kalau aku itu tidak punya ayah, makanya aku jadi malas sekolah," ucap Mira sambil terus membaca komik.
Mira melirik Barno saat menatap dengan tajam, membuat Mira menjadiย merasa bersalah dan takut karena telah membuatnya kecewa.
"Maafkan aku karena berbohong!" ucapku sambil menutup wajah dengan buku. Tingkah terlihat begitu imut, bukan terlihat seperti orang yang menyesali sesuatu.
"Maaf! Tapi pala nggak usah menghawatirkan aku mau menjadi apa ketika besar. Aku sudah punya tujuan." ucap Mira, raut wajahnya dibuat bertambah sedih.
"Bukan begitu maksudku. Padahal kamu tau, kalau aku tidak punya nyali untuk memarahimu." Suara Barno mulai melembut.
Tatapan Barno tiba-tiba berubah sangat aneh di mata Mira, dan ia yakin kalau Barno sedang membandingkan dirinya sedang Anggi, yang begitu kuat menerima bullyan dari anak-anak lain tentang keadaan Anggi yang tidak memliki ibu.
"Aku nggak sekuat Anggi. Aku hanyalah gadis lemah," ucap Mira memelas.
__ADS_1
Ternyata dugaan Mira benar, kalau Barno sedang membandingkan dirinya dengan Anggi, sangat terlihat jelas dari raut wajah pria itu, sebagai tanda kalau isi pikirannya sudah ketebak oleh Mira.
"Apaan. Itu tidak benar," kilah Barno dengan senyum terpaksa.
Dengan terpaksa Mira membalas dengan senyum sinis, agar Barno tau kalau Mira tidak suka jika Barno selalu membandingkan dirinya dengan Anggi.
"Baiklah, baiklah! Aku tau kamu sangat cerdas, dan bisa memahami isi pikiran orang. Apalagi orangnya seperti aku yang populer ini," canda Barno serayaย tertawa lebar, lalu ia menghampiri Mira.
Akan tetapi, Mira langsung menutupi wajahnya lagi dengan buku, setelah melihat tatapan Barno seperti sebuah ejekan untuknya. Namun, Barno ternyata salah tanggap dengan sikap gadis itu barusan, ia mengira kalau Mira sedang kebauan akibat keringatnya, sehingga ia pun mencium baju sendirinya.
"Maafkan aku, aku berkeringat. Pasti ini sangat mengganggu." ujar Barno sambil berdiri.
Buru-buru Mira menyanggah prasangka Barno tersebut. "Bu-bukan. Sama sekali tidak mengganggu, kok. Aku baik-baik saja. Hanya saja aku merasa kedinginan," ucap Mira beralasan.
"Benarkah?"
"Iya. Tapi aku melihatย Paman kepanasan."
Sebuah perkataan bodoh. Tentu saja saat itu Barno kepanasan,karena habis berolahraga. Tapi seperti itulah kepolosan Mira waktu itu
Tapi sekarang tidak. Mira bukan lagi gadis kecil yang polos, dan Barno bukan lagi pria dewasa yang selalu bersikap seperti sosok ayah baginya. Sekarang Mira tidak membutuhkannya lagi sebagai ayah, tapi sebagai seorang laki-laki yang akan dijadikan miliknya, dan sekarang Pamannya itu tengah duduk di atas tubuhnya.
__ADS_1
@@@@@@@@@@@