I Love You Paman

I Love You Paman
BAB 42


__ADS_3

Mohon dukungannya, Like, komentar, fav, bunga atau kopi, serta 🌟🌟🌟🌟🌟


🏁🏁🏁🏁🏁🏁🏁🏁🏁🏁🏁🏁🏁


"Hei, ada apa denganmu Mira? Sikapmu sangat aneh. Apa kamu bertengkar lagi dengan Ayah. Mana Ayahku?" cecar Anggi menepis tangan Mira dari lehernya dengan sebuah pertanyaan.


Mira memainkan bola matanya, seakan dia sedang memikirkan sesuatu.


"Ayah di sini!" teriak Barno setelah dia berhasil merangkak diam-diam, dan duduk di meja makan dengan tenang.


Ruang makan dan ruang tengah, hanya dibatasi tembok setinggi satu meter, membuat siapa saja yang duduk di ruang tamu, bisa melihat orang yang ada di dapur, begitu juga sebaliknya. Karena itu, Anggii bisa melihat Barno duduk bertopang dagu. Namun, saat menyadari raut wajah Mira yang aneh,Β  ia pun mulai curiga.


"Ada apa, Mira?" tanya Anggi heran ketika melihat lirikan aneh Mira.


Anggi berpikir kalau keduanya bersitegang, karena itu ia mencoba mengalihkan suasana. "Ah, sudahlah! Ayo kita makan. Kalian pasti belum makan?" lanjut Anggi.

__ADS_1


"Hah…. Makan malam!" Mira kaget


"Astaga. Sudah jam berapa ini?" Baro juga berseru kaget.


Paman dan keponakan itu sama-sama kaget, karena sudah tiba waktunya makan malam. Mereka berdua sungguh tidak habis pikir, kalau pertempuran panas itu telah memakan waktu yang cukup panjang dari waktu normal yang sebenarnya..


"Ada apa dengan kalian? Sudah hampir jam tujuh malam, yang kalian pikirkan hanya pertengkaran,"Β 


Anggi mendengus kesal. Lalu ia beranjak menuju kamarnya. Namun, ketika ia sudah membuka pintu, Anggi menyadari sesuatu yang ganjil dan langsung menoleh kembali ke arah Mira.


"Jangan khawatir. Kami sudah baikan," ucap Mira ketika menyadari lirikan Anggi yang penuh misteri. Ia pun langsung beranjak menghampiri Barno dan mendekap kepala pamannya itu ke dalam pasyudharanya. "Iya, kan paman," lanjut Mira.


Di Dalam kamar Anggi mengganti baju dengan sebuah pikiran yang terganggu. Pakaian yang dikenakan Mira telah menyita perhatiannya, pakaian jaman sekolah dulu. Kenapa Mira kembali memakainya? Apa tujuannya? Atau ia kembali membuat keisengan dengan Ayahnya. Anggi kembali merasa curiga, ia berpikir kalau mereka belum berbaikan, pasti pertengkaran kecil terjadi lagi akibat ulah usil Mira.


Setelah selesai mengganti pakaian, Anggi kembali keluar dan bergabung dengan Mira dan Ayahnya.

__ADS_1


"Kalian serius sudah baikan?" tanya Anggi.


"Beneran! Kami sudah baikan. Iya, kan Paman?" Mira menoleh dan menepuk. bahu Barno dengan kuat, membuat pamannya itu segera mengangguk.


"Syukurlah! Aku kadang heran dengan kalian berdua. Entah apa yang merasuki kelian sehingga selalu ribut sepanjang hari. Dan Ayah, kamu tidak boleh memukul orang lagi. Aku tidak pernah melihat ayah sekejam itu. Kamu juga Mira, kamu selalu mengganggu ayah, mentang-mentang kamu selalu di manjakan. Sedangkan aku di sini, selalu mengkhawatirkanΒ  kalian berdua," kata Anggi yang terus memperhatikan pakaian Mira.


Menuju wastafel, Anggi mencuci tangannya, dan kemudian mengambil spatula, dan alat lain untuk kebutuhan memasak dari lemari dapur yang ada di atas wastafel. Dengan begitu, posisinya sedang membelakangi Mira dan ayahnya.


Sedangkan semuaΒ  yang dikatakan Anggi, bagai angin lalu bagi Mira dan Barno. Bahkan sekarang mereka berdua sedang sibuk berciuman. Barno terkejut mendapatkan serangan dadakan tersebut, dan tidak bisa mengelak.


"Oh, ya Ayah, besok aku….!"


Ketika Anggi menoleh untuk memberi tahu Barno tentang kepergiannya untuk kemah.Β  Keponakan dan Paman itu langsung melepaskan ciuman. Barno langsung menunduk di atas meja, sedangkan Mira menghapus liur dengan lengan bajunya. Saat posisi itu terjadi, Anggi menoleh dengan mata melotot dan mengacungkan spatula ke arah mereka.


"Apa yang kalian lakukan! Sudah aku bilang, jangan main pukul lagi. Tidak ada yang boleh main pukul sampai aku selesai memasak. PAHAM!" bentak Anggi penuh emosi.

__ADS_1


Bentakan itu bukannya membuat Mira dan Barbo jadi takut, tapi malah merasa lega. Posisi Mira yang sedang menghapus liur dengan lengannya, membuat Anggi beranggapan, kalau Mira akan memukul Barno yang sedang menunduk di atas meja. Dengan kata lain, Anggi tidak melihat kalau mereka baru saja ciuman.


✌️✌️✌️✌️✌️✌️✌️✌️✌️✌️✌️


__ADS_2