I Love You Paman

I Love You Paman
BONUS 4


__ADS_3

❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️


Mata Barno terbelalak mendengar pengakuan Mira. Cobaan malam pertama yang begitu berat. Masih permainan pertama, Barno sudah yakin kalau dirinya pasti akan kalah.


"Ayo mulai," ajak Mira dengan mengangkat kepalan tangannya. Begitu juga dengan Barno mengikuti.


"Batu gunting kertas."


Mereka serentak mengucapkan kata kunci dengan ayunan tangan. Barno mengepal tangannya, sedangkan Mira membuka telapak tangannya. Dengan begitu, permainan dimenangkan oleh Mira.


"Buka … buka … buka!" Mira terlihat senang dengan kemenangannya.


Dengan wajah merengut, Barno mulai membuka bajunya dan menyisakan kaos dalam. Udara dari pendingin ruangan, lambat laun mulai terasa. Kali ini Barno berniat untuk menang.


Permainan terus berlanjut dengan penuh kebahagiaan bagi Mira, tidak bagi Barno. Mira masih berpakaian lengkap, hanya menyisakan satu lapis baju dari enam yang dipakainya, sedangkan Barno hanya tinggal segi tiga Bermuda saja, membuat Mira tersenyum mesum ketika melihat tonjolan besar tersebut.


"Kau senang menyiksa suamimu, ya. Awas kau nanti aku balas. Akan kubuat kau lemas sampai pagi."


"Hahahaha … emang bisa?" ejek Mira sambil menggoyang dadanya menggoda Barno.

__ADS_1


"Kita lihat saja nanti. Ayo lanjutkan." Barno mulai mengepal tangannya ke atas, siap melanjutkan permainan.


Kata kunci permainan kembali bergema di dalam kamar. Kali ini Barno yang menang. Wajahnya langsung berbinar dan menggosok kedua telapak tangannya. Tidak sabar melihat Mira membuka pakaian.


Dengan tubuh melekuk kesana-kemari, Mira membuka bajunya. Gaya Mira membuka baju mampu membuat jakun Barno naik turun. Sedangkan Mira hanya tersenyum melihat Barno yang tergoda oleh tingkahnya.


"Napa? Pengen megang?" Mira kembali menggoyang kedua buahnya ketika selesai membuka baju. Sekarang atasan hanya tinggal kacamata saja untuk menutupi pha -shuda -ranya.


Ketika tangan Barno hendak bergerak menyentuh phayu dhara Mira, segera menepis tangan suaminya. "Eit, tidak semudah itu. Sayangku harus bisa menang dan membuat aku untuk melepaskan semua ini."


"Ah, kau jahat." Barno memasang raut wajah kecewa, tapi itu tidak mempengaruhi Mira.


"Aghhhh … sayang. Jangan goda aku, dong." Barno seketika menggelinjang ketika mendapatkan sentuhan lembut dari Mira. 


"Ayo kita lanjutkan." Mira kembali mengangkat kepalan tangannya dengan senyuman lebar di bibirnya.


"Sayang, udah dong. Aku sudah kedinginan, nih. Pengen di angetin sama kamu."


"Oke, aku kasih bonus. Tapi kita lanjut permainannya." Mira segera melepaskan semua celananya. Kini dia hanya tinggal mengenakan Br /a dan segitiga tiga.

__ADS_1


Apa yang dilakukan Mira membuat Barno senang bukan main. Dengan begitu permainan terasa menjadi adil baginya. Dia pun semakin semangat untuk melanjutkan permainan, hanya tinggal meraih dua kemenangan, maka dirinya bisa membelah duren.


Permainan kembali berlanjut dan Barno kembali kalah. Mau tidak mau dia harus melepaskan satu-satunya yang melekat di tubuhnya. Burung Barno langsung ciut ketika lepas dari kurungan dan terpa dinginnya AC. 


Mira mencoba menahan tawa menyaksikan pemandangan tersebut. Penampakan burung yang begitu ciut, menjadi hal lucu bagi Mira.


"Awas kau, ya. Ntar ku masukin ke tempatmu, baru tau rasa kau," ujar Barno.


"Tempat mana?" tanya Mira sok polos.


"Itu." tunjuk Barno ke arah bawah pusat Mira.


"Yang mana?" tanya Mira lagi sambil melebarkan kedua pahanya.


"Itu."


"Itu mana?" tanya Mira tersenyum lebar.


"M3 M3 kamu." Barno melontarkan kata ketanat dengan kesal. Mira langsung tertawa terbahak-bahak.

__ADS_1


❤️❤️❤️❤️❤️❤️


__ADS_2