I Love You Paman

I Love You Paman
BAB 66


__ADS_3

๐Ÿ’‹๐Ÿ’‹๐Ÿ’‹๐Ÿ’‹๐Ÿ’‹๐Ÿ’‹๐Ÿ’‹๐Ÿ’‹๐Ÿ’‹๐Ÿ’‹๐Ÿ’‹๐Ÿ’‹๐Ÿ’‹


Aku turun dari ranjang menuju meja yang terletak samping lemari pakaiannya, untuk mencari sebuah gunting. Setelah mendapatkan gunting, sejenak kutatap malam dari jendela kaca yang tirainya belum ditutup, lalu menggunting tirai menjadi sebuah tali. kemudian menghampiri paman dan duduk disampingnya. Tidak ada keraguan lagi dalam hati, akan kucuri kebersamaan ini, kehangatannya. Akan kubuat kenangan bersamanya yang tidak akan pernah bisa aku lupakan. Malam ini aku akan menjadi gila.


Ketika ingin mencium bibirnya, Paman menggeliat dan merentangkan kedua tangannya


"Oaahhhh โ€ฆ hmmmโ€ฆ!"


Sungguh aku begitu kaget karena mengira dia akan bangun, tapi ternyata tidak. Paman masih tertidur dan mendengkur sangat kuat. Namun, satu hal yang kusadari tentang cinta, ketika melihat Paman tidur seperti itu, ternyata bisa membuatku senang dan tersenyum, padahal itu hal yang aneh bagiku selama ini, ketika melihat orang tidur mendengkur.


"Hmm โ€ฆ Mira โ€ฆ Mira!"


Paman mengigau menyebut namaku. Apa artinya ini? Apa dia memimpikan aku? Entahlah, tapi aku sangat bahagia ketika dia menyebut namaku dalam tidurnya. Kubelai pipinya dengan lembut dan mencium keningnya. Lalu meringsuk naik ke atas tubuhnya. Dengan kain sobekan handuk, aku mulai mengikat tangannya ke tiang sandaran ranjang.

__ADS_1


Setelah semua selesai, aku pindah dan duduk tepat samping pahanya. Rencana akan dimulai, tapi aku begitu gugup untuk melakukannya. Namun, ini harus segera dilakukan untuk menciptakan kenangan indah bersama Paman. Oleh karena itu, setelah mengikat tangannya, aku tidak langsung melorotkan celana pendek yang ia kenakan, hanya untuk antisipasi kalau dia akan terbangun. Melainkan aku ingin mengguntingnya dengan hati-hati.


Akan tetapi aku mulai kembali ragu untuk menggunting celana Paman, takut kalau aku akan menyakiti Paman, karena bisa saja aku berbuat kesalahan dan akan melukainya nantinya. Gunting pun ku letakkan di atas meja yang adaย  samping ranjang. Perlahan aku mulai melorotkan celananya dengan hati-hati, agar dia tidak terbangun.


DEGH!


Seketika penampakan itu muncul ketika celananya melorot, kerongkonganku pun langsung kering, detak jantung semakin cepat melihat penโ€“ paman yang besar. Ia tiba-tiba menggeliat ketika aku memegang pen-nya, dan aku melihat kelopak matanya yang terpejam mulai bergerak. Aku tidak tau apa dia terbangun atau pura-pura tidur.ย 


Masak bodoh mau dia bangun, tidur beneran atau pura-pura. Aku sudah sangat tergoda dengan penampakan pen-nya itu, bahkan napasku saja sudah mulai memburu. Walau ini bukan yang pertama kalinya melihat penโ€”- paman, tapi tetap saja mampu membuat aku keringat dingin.


Aku membaringkan diri untuk mencium kepala pen Paman, aromanya sedikit aneh. Aku mulai menjilati seluruh batangnya, terasa sedikit asin. Akan tetapi, sensasinya itu membuatku melayang dan ingin melakukannya lagi, lagi dan lagi.


"Oke, ayo kita lakukan dengan cepat Mira!" ucapku bermonolog.

__ADS_1


Perlahan aku mulai memasukkan penโ€” Paman kedalam mulutku, tapi baru saja ujungnya menyentuh gigiku.


"Arghhโ€ฆ." Seketika Paman berteriak dengan suara tertahan.


Aku kaget dan tidak tau sejak kapan Paman terbangun dan bisa melepaskan ikatan tangannya. Namun, apa yang aku pikirkan tadi, ternyata benar kalau Paman itu pura-pura tidur. Atau mungkin diaย  ingin mengetahui, apa yang akan aku lakukan selanjutnya. Jika tebakanku tidak salah, mungkin dia terbangun sejak aku melorotkan celananya.


"Ada apa?" tanyaku, tidak begitu kaget melihatnya bangun.ย 


Paman pun langsung duduk, sedangkan tanganku masih menggenggam penโ€”nya dengan sangat kuat.


"Sakit! Apa yang kamu lakukan? Lepaskan tanganmu dari situ!" bentak Paman, terlihat wajahnya menahan sakit.


Namun, aku tidak peduli dengan apa yang diucapkannya, penโ€”- yang sudah berada di genggamanku mulai ku-urut dengan perlahan mengikuti naluriku.

__ADS_1


โœŒ๏ธโœŒ๏ธโœŒ๏ธโœŒ๏ธโœŒ๏ธโœŒ๏ธโœŒ๏ธโœŒ๏ธโœŒ๏ธโœŒ๏ธโœŒ๏ธโœŒ๏ธ


__ADS_2