I Love You Paman

I Love You Paman
BAB 40


__ADS_3

❤️❤️❤️❤️❤️❤️


Akan tetapi, tidak peduli bagaimana Barno memberi alasan, dengan sekali tarikan dari Mira, tubuh pria itu langsung ambruk diatas tubuh Mira dengan sebuah pelukan erat, dan akhirnya mereka kembali melakukannya lagi. 


Mira sangat menikmati posisi tersebut, dikarenakan lebih terasa ketika bibir bawahnya bergesekan dengan batang Barno, apalagi saat dia melingkarkan kedua kakinya untuk menjepit pinggang sang Paman, membuat bagian bawahnya semakin becek


Ciuman mereka semakin lama semakin panas, ping*gul Mira pun semakin aktif bergerak, sangat menikmati setiap sentuhan lyidah yang ia lakukan bersama Pamannya. Bagian bawah Mira mulai berkedut sangat kuat. Tanpa ia sadari, baju Pamannya sudah diangkatnya sampai punggung oleh tangannya yang nakal.


Begitu juga dengan Barno, ia membalas setiap kec**upan yang dilayangkan Mira, tangannya juga mulai aktif meremas punggung keponakannya itu, tanpa ia sadari tanktop yang dikenakan Mira tersingkap, sampai memperlihatkan kedua gundukan mulus nan lembut milik Mira. 


Semua terjadi begitu saja tanpa terkontrol, sampai akhirnya tubuh Mira mengejang kuat, dan memanggil Pamannya dengan desa han panjang sembari memeluk erat. Mira sudah tidak tahan lagi membendung sensasi yang didapatkan dari setiap gesekan di bagian bawah.


"Ahhh…. Pamaaaannn. Shhhhhhh!"


Barno heran ketika merasakan tubuh Mira bergetar sangat kuat. Ia sempat bertanya dalam hati, apakah Mira mencapai orga****sme, tapi bagaimana mungkin itu bisa terjadi hanya karena sebuah ciuman panjang. Namun, ketika ia merasakan celananya sudah basah akibat cairan Mira yang merembes. Barno pun menjadi yakin kalau keponakannya itu mencapai orga**sme yang sesungguhnya. Ia pun bangkit dan duduk sembari menatap Mira yang menutupi wajahnya dengan kedua tangan.

__ADS_1


"Kamu tidak apa-apa Mira? Kamu baik-baik saja, kan?" tanya Barno pura-pura bodoh, lalu mencoba mengangkat tangan Mira yang sengaja menutupi wajahnya yang merona.


"Jiahhhh…. Jangan lihat aku Paman, hah … hah … hah," teriak Mira. Ia malu kalau sampai Pamnnya itu melihat wajahnya yang bersemu merah akibat menikmati sisa-sisa orga***sme nya.


"Baiklah, kamu istirahat saja dulu," ucap Barno dan mengelus kepala Mira.


Mira menurunkan tangannya. "Huff! Aku baik-baik saja, Paman!" Wajah Mira masih bersemu merah, mata sayu memandang dalam ke wajah pria yang ada di hadapannya.


"Sudah selesai. Bisakah kita istirahat sekarang?"


"Tunggu! Kenapa selesai? Aku masih bisa ciuman sepanjang hari," protes Mira, tidak ingin permainan mereka selesai begitu saja.


Mati-matian Barno menetralisir keinginan batinnya yang memuncak, agar  tidak tergoda untuk mengulang kembali permainan mereka. Apalagi tadi ia hampir saja lepas kendali, dan Barno sangat bersukur itu tidak sampai terjadi. Akan tetapi, sekarang Mira malah mengajaknya untuk melanjutkan kembali semu yang telah terjadi.


"Kamu masih muda dan penuh tenaga," ucap Barno sembari merapikan tank top Mira yang tersingkap. "Aku sudah tua, dan aku sekarang sangat lelah." Barni bangkit dan berjalan menuju dapur untuk mengambil sebotol air minum.

__ADS_1


"Huff…. Ternyata sangat sulit untuk menaklukkan Paman, permainan tadi seharusnya sudah membuatnya kehilangan akal, dan lepas kendali untuk membobolku. Huff…. Paman … Paman!" batin Mira.


"Apa kamu mau minum?" Barno sudah kembali dari dapur dan memberikan sebotol air mineral kepada Mira.


"Terima kasih, Paman." Mira menerimanya.


Ketika membuka botol air mineral tersebut, mata Mira tanpa sengaja melihat gumpalan di balik celana Barno. Mata sayu dengan imajinasi liar kembali bermain di otaknya.


"Gumpalan itu sangat besar, tapi kenapa Paman tidak memakanku, apa mungkin dia impoten, dan gumpalan itu apa mungkin palsu. Semacam silikon! Ah…. Tidak mungkin. Aku tadi merasakan kalau itu terasa hangat dan kerasa. Tidak mungkin itu palsu," batin Mira.


"Apa yang kau pikirkan? minumlah!" Barno menghela napas.


Mira tersadar dari lamunannya, ia pun langsung meneguk minuman sampai habis satu botol, ******* yang begitu hebat telah membuatnya sangat haus.


😭😭😭😭😭😭😭

__ADS_1


__ADS_2