I Love You Paman

I Love You Paman
BAB 87


__ADS_3

Mohon maaf ya lama up. dan ini juga dikit.


💦💦💦💦💦💦💦💦💦


Mira mengulurkan tangan membuat Barno mengerutkan kening, tidak mengerti apa maksud Mira. Walau bingung, Barno tetap menggapai tangan Mira.


"Selamat tinggal, Paman. Hari ini aku akan pindah ke kosanku."


"Hari ini!" Barno kaget.


"Iya!" Mira tersenyum, tapi matanya memancarkan kesedihan. "Semoga kita bisa bertemu lagi."


Kata-kata terakhir Mira membuat Barno semakin bingung. Kata itu seakan menggambarkan kalau Mira akan pergi jauh. Ada kikisan yang terjadi di relung hati Barno. Semalam ia tidak sempat mengungkapkan perasaanya, dan hari ini gadis yang yang selama ini hadir dalam hidupnya akan segera pergi.


"Kalau begitu, biar aku antar kamu," ucap Barno dan beranjak dari tempat duduknya.


Mira segera menghentikan Barno.


"Nggak usah repot-repot, Paman. Aku bisa sendiri."


"Tapi….!

__ADS_1


Mata Mira melotot dengan bibir mengerucut. Ada sebuah beban yang menggelayuti, Mira ingin berbohong. Namun, dari dasar hatinya ia tidak sanggup melakukannya. Dengan perasaan berat ia pun mengatakan yang sebenarnya.


"Maaf, Paman! Sebenarnya aku akan pergi jauh dari kota ini." Langsung menghambur ke pelukan Barno, tidak sanggup lagi menahan air mata.


Perpisahan memang menyakitkan dengan orang yang dicintai. Bagi Mira ini adalah pilihan terbaik untuk semua pihak, tidak pilihan selain perpisahan. Segera Mira melepaskan pelukannya setelah menyeka air mata.


"Pe–pergi jauh!" Barno terpaku menatap mata Mira. "Kenapa harus keluar kota?" tanya Barno kemudian.


Berita itu sangat menyakitkan, Barno merasa semua itu hanya mimpi. Akan tetapi, wajah Mira yang begitu serius membuatnya sadar, apa yang telah ia dengar adalah kenyataan.


"Wajah Paman terlalu jelek kalau sedang kaget. Ayolah tersenyum."


"Aku akan sering datang untuk mengunjungi ibu," ucap Mira tersenyum menutupi perih dalam hatinya.


"Kamu belum jawab pertanyaan aku. Kenapa harus keluar kota? Kita mana yang akan kamu tuju?"


"Aku tidak bisa memberi tau Paman ke kota mana. Alasanku karena aku mendapatkan pekerjaan di sana. Dan perusahaan akan menanggung separuh biaya kuliahku sampai tamat. Ini sebuah keberuntungan, dan ini sebuah keberuntungan yang tidak mungkin aku lewatkan?"


"Kalau kamu mau kerja. Kenapa kamu tidak mencari pekerjaan yang lebih dekat dengan rumah?"


"Apa Paman pikir mencari pekerjaan itu mudah. Ini sangat bagus untukku dengan jenjang karir yang menjanjikan. Setelah selesai kuliah nanti aku tidak perlu lagi sibuk mencari pekerjaan, bahkan jabatan aku akan naik setelah aku selesai kuliah nanti," ujar Mira lagi menjelaskan.

__ADS_1


"Aku hanya mengkhawatirkan kamu."


Mira tersenyum untuk menahan air mata. Mira merasa kalau Ibunya sudah sangat mempercayai sang Paman. Tidak mungkin juga ia ingin menghancurkan kepercayaan itu. Walau awalnya Mira ingin bersaing dengan ibu untuk mendapatkan cinta Barno, tapi sekarang tidak ingin merebutnya secara paksa. 


Mira tersenyum manis, dan dengan cepat mencium bibir Barno, dan meremas bajunya dengan kuat. Walaupun berat Mira harus mengambil keputusan saat itu juga. "Jaga ibuku."


Hanya itu pesan yang disampaikan Mira kepada Barno yang terpaku sehabis dicium Mira, tidak lebih. Mira langsung pergi. 


Ketika sudah keluar dari rumah Barno.


Anggi muncul dan merasa heran melihat Mira membawa koper besar


"Mira!"


"Anggi!


"Kamu mau kemana bawa koper segala?" tanya Anggi.


"Merantau!" jawab Mira singkat dan langsung memeluk Anggi.


"Maksudmu apa?" Anggi benar-benar bingung dengan kata-kata dan sikap Mira.

__ADS_1


__ADS_2