I Love You Paman

I Love You Paman
BAB 72


__ADS_3

$$$$$$$$$$$$$$$$$$


Kata-kata yang diucapkan Anggi membuat Jo kaget. Ia tidak menyangka kalau gadis yang sedang nung–ging di hadapannya itu, mampu mengeluarkan kata-kata kasar seperti itu, tapi nap-su Jo malah semakin tinggi setelah mendengar kata-kata kotor yang keluar dari mulut Anggii.


"Ohhhh…. Cepat sayang! Masukin kon—mu itu ke mim3kku. Aku sudah tidak tahan lagi." 


Anggi menjangkau pen- Jo, dan mengarahkan ke lubang vag -nya, tanpa menunggu respon dari pemuda tersebut. Anggi kemudian mendorong pinggulnya ke belakang, membuat pens Jo langsung amblas kedalam vag—nya dalam kegelapan yang basah, dan Anggi pun kembali mendongak merasakan sensasi yang kuat 


"Ayo sayang! Dorong kont—-mu!" pinta Anggi sambil menggoyang pinggulnya dengan cara memutar.


"Kata-katamu sangat kasar. Tapi entah kenapa aku sangat suka mendengarnya. Shhhhhh … enaaaaaakk." Jo menyeringai senang, ia pegang kedua pinggul Anggi, dan mulai menyodoknya dari belakang.


Dengan posisi menung—-ging, membuat pens Jo semakin mudah menghantam dinding rahim gadis itu, dan semakin menambah sensasi yang aneh tapi nikmat baginya. Tanpa sadar pinggul Anggi pun semakin liar bergoyang setiap kali milik pemuda itu menghantam dari belakang.


"Aku sudah tidak tahan lagi. Ini benar-benar nikmat. Entut aku yang kuat, aku rasa ada yang mau keluar. Ahhhhh…. Ayo sayang. Koncoll mu enak. Aghhhh….." Akal sehat Anggi mulai hilang, ia nyerocos tidak karuan akibat kenikmatan yang didapatkannya.


Begitu juga dengan Jo, ketika merasakan tubuhnya mulai mengejang bersamaan hentakannya yang keras menghantam ****** Anggi. Bukan itu saja, saraf-saraf pemuda itu juga mulai kaku, tanda kalau dia juga segera mencapai puncak kenikmatan yang sesungguhnya.


"Aku juga mau keluar…. Gimana ini? Ahhhhh….!"


"Oh oh oh oh…. Gimana apanya?"


"Diluar apa di dalam?" tanya Jo.

__ADS_1


"Terserah!" ucap Anggi pasrah. Ia tidak sudah tidak bisa lagi berpikir, yang ia inginkan hanya meraih puncak kenikmatan. Tidak ada waktu baginya untuk berpikir dimana Jo harus mengeluarkan cairan benih kentalnya.


PLAK….


PLAK….


PLAK….


"Ahhhhhhhh…. Aku keluar!" jerit Jo dan menekan kuat pinggulnya, membuat pensnya masuk lebih dalam. 


Crrroooooottttttt….. crrroooooottttttt


Semburan cairan panas memenuhi liang vag Anggi. Beberapa detik Jo membiarkan pen–nya diam sampai seluruh sper—---manya keluar semuanya.


.


.


.


.


.*************

__ADS_1


POV MIRA


************


Waktu itu ketika aku duduk di kelas 3 SMP. Setelah jam istirahat aku bolos sekolah dan langsung pulang ke rumah paman meninggalkan Anggi yang sedang bermain bersama teman-temannya. 


Setelah beberapa kali menekan bel, Paman pun muncul dari balik pintu. 


Itulah pertama kalinya aku tidak langsung pulang ke rumahku, melainkan pulang ke rumah Paman. Semua itu dikarenakan aku sangat nyaman dengannya dan juga awal dimana aku sangat merindukan Paman. Namun, saat itu aku belum tau perasaan macam apa yang aku rasakan kepadanya.


"Mira, kamu nggak sekolah?" 


Aku melihat Paman terlihat kaget. Mungkin dia heran kenapa aku datang di jam belajar dan juga masih memakai pakaian sekolah, karena biasanya aku ke rumahnya setelah pulang sekolah dan juga sudah berganti pakaian.


"Boleh aku masuk?"


"Hmm" Paman mengusap keringat yang ada di keningnya, sambil mempersilahkan aku masuk.


"Paman habis olah raga, ya?" tanyaku sambil meregangkan kedua tangan. Hal itu selalu aku lakukan waktu itu,jika datang aku ke rumahnya agar ia menggendongku.


Salah satu kebiasaan yang aku rindukan dari paman, setiap ke rumahnya aku pasti akan digendongnya, dan mengayunkan tubuhku seakan-akan aku sedang terbang. Hatiku sangat bahagia jika Paman melakukan hal tersebut. Aku merasa seperti burung yang terbang bebas di angkasa.


$$$$$$$$$$$$$$$$$$

__ADS_1


__ADS_2