I Love You Paman

I Love You Paman
BAB 52


__ADS_3

🅾️🅾️🅾️🅾️🅾️🅾️🅾️🅾️🅾️


"Paman, berhenti! Aku sudah tidak tahan lagi, ahh ahh…. Paman, shhhhhh!"


Desahanku bukan membuat Paman berhenti, ia malah semakin aktif mempermainkan tubuhku, dan semakin membuatku menggelinjang dengan kuat, hingga akhirnya aku telungkup karena kakiku tidak sanggup lagi menopang tubuh ini.


"Aku hanya menjilatimu, kenapa reaksi tubuhmu berlebihan seperti itu?"


"Entahlah, Paman. Ini sangat aneh, jangan menyentuh lagi seperti itu, aku tidak sanggup menahannya lagi," ucapku.


"Itu reaksi biasa. Jadi … apakah kamu ingin aku berhenti."


Aku kaget, tentu saja bukan itu yang kumaksud. Bagaimana mungkin permainan ini berhenti begitu saja, permainan yang selama ini aku harapkan.


"Lanjutkan!" ucapku dan merangkul leher Paman.


Bibir kami bertemu dan saling lu -mat. Sekarang aku berada di pangkuan Paman.  Aku juga sudah merasakan sesuatu milik Paman telah menempel di m3 -m3yku yang masih terbungkus celana. Terasa hangat dan juga keras. Tangan Paman kembali bermain di payhudharaku dengan posisi tetap sambil berciuman.


Perlahan Paman membaringkanku di lantai, ia juga mengangkat bajuku sampai ke bahu, membuat dadaku dengan leluasa menunggu sentuhan.

__ADS_1


"Ahhhhhhh." 


Sentuhan lidah Paman di phutyng, membuat suara de sahan dari mulutku keluar tanpa bisa kutahan lagi. Ini sangat luar biasa nikmatnya.


Kepala Paman kudekap dan menahannya dengan kuat, agar phutyingku bisa masuk lebih dalam ke mulut Paman. Puas membenamkan kepalanya, aku menariknya kembali agar bisa mencium bibirnya lagi. Lidahku langsung menjulur, dan Paman mengerti dengan apa yang kuinginkan, dan kembali kami bermain lydah dan bertukar liur.


"Sshhhhhh ... Ahhhhhh….. Paman." jeritku tertahan setelah melepaskan ciuman secara tiba-tiba.


Luar biasa nikmatnya ketika Paman menyentuh mimykku, tangannya perlahan menggesek tepat di klythorys. Walau masih di luar celana da lam, tapi rasa nikmat elusan tangannya, sungguh luar biasa. Membuat urat sarafku tegang semua.


"Ah ah ah ah ah…. Paman!"


"Aku tidak tau, Lanjutkan saja." Otakku sudah kopong, tidak sanggup berpikir, yang ada hanya hasrat yang menggebu.


Aku memang tidak tau, apa yang terjadi dengan tubuhku ini. Rasa geli, nikmat, ngilu, bercampur aduk semua, membuat napasku semakin memburu, tubuhku mengejang. Baru kali ini aku merasakan semua ini, tapi aku tidak ingin menghentikannya.


Mimykku sudah sangat basah sekali, celana da lam yang kupakai seperti sudah tidak layak lagi karena sudah berlendir, tapi Paman masih lanjut mempermainkan klythorysku, dan juga menjilati pyuthingku. Kali ini aku benar-benar jadi gila, dan menjerit kesetanan.


"Paman…. Paman…. Ahhhhhh…."

__ADS_1


Semakin aku menjerit, jari-jari Paman semakin kuat menggesek di bawah sana, sesuatu yang hangat pun mengalir dari mimykku. Tidak sanggup lagi menahan getaran tubuh ini, sampai aku memeluk Paman begitu kuat.


"Aahhhhhhhh…. Paaaamaaannnn. Tungguuuu!"


Tubuh ini bergetar cukup lama dengan detak jantung begitu kuat. Aku hampir tidak bisa bernapas untuk menahan siksaan kenikmatan yang tidak bisa ku ucapkan dengan kata-kata. Aku tidak tau, cairan yang keluar dari tubuhku di bagian bawah adalah kencing atau apa. Satu yang pasti, aku merasa kenikmatan yang maha dahsyat.


Setelah semua yang kurasakan normal kembali, pelukanku pada Paman pun melonggar.


"Ada apa? Apa kamu baik-baik saja? tanya Paman dan mendekap kepalaku dalam pelukannya. Lalu kembali membaringkan aku dengan perlahan. Aku merasa seperti sudah menjadi istrinya, perlakuannya begitu lembut saat membaringkan aku di lantai.


"Hati-hati! Awas kepalamu," ucap Paman lagi.


Hal sesimpel itu, telah membuatku mabuk kepayang. Andai semua bisa berlanjut hingga suatu saat nanti, betapa beruntungnya aku. Akan tetapi, apa itu mungkin, ada ibuku yang berada di sampingnya.


Selanjutnya, apa yang dilakukan Paman, membuatku senang, malu dan juga takut, karena ia melorotkan celana da lamku, lalu membuangnya begitu saja.


Ini pertama kalinya harta berharga milikku terlihat jelas di hadapan seorang pria. Walau selama ini aku menginginkannya, tapi aku merasa sangat malu dan takut, ketika Paman membuka pahaku secara perlahan. Jantungku berdetak sangat kencang, napasku juga sudah tidak teratur lagi. Reflek tanganku langsung menutupi dari tatapan mata Paman.


🅾️🅾️🅾️🅾️🅾️🅾️🅾️🅾️🅾️🅾️🅾️

__ADS_1


__ADS_2