I Love You Paman

I Love You Paman
BAB 53


__ADS_3

💓💓💓💓💓💓💓💓🅾️🅾️🅾️🅾️🅾️


Sial! Paman membungkuk tepat di depan memekku, entah apa yang ingin dilakukannya, sampai pahaku juga semakin ia lebarkan dengan kedua tangannya, lalu….


"Pamaaaann!" 


Aku merasa malu, ketika melihat wajah Paman begitu dekat, bahkan dengus napasnya terasa meniup di bagian bawahku yang berlendir. Benar-benar gila, Paman sepertinya ingin menjilat mimyekku, dan anehnya, belum sampai menyentuh milikku, aku merasa itu sangat luar biasa nikmatnya. Tapi, aku merasa malu sendiri, itu pasti sangat bau. Refleks kutahan kepala Paman dengan tangan kananku supaya tidak menyentuh milikku itu, sedangkan tangan kiriku menutupi bibir bawah kecilku yang basah.


"Ahhhhh…. Paman. Ja–jangan, aku belum mandi, itu pasti bau."


Paman sepertinya tidak peduli, dia terus menepis tangan yang kugunakan untuk menutupi  mimykku. Dengan jantung berdebar kuat, aku melihat dengan rasa penasaran, tentang aksinya  yang akan dia lakukan.


Agar bisa melihat, kuangkat kedua paha dengan tanganku, dan sumpah! Pemandangan yang terlihat, semakin membuatku menikmati sensasi tersebut. Lidah Paman perlahan menyapu dan mulai naik-turun. Akan tetapi, aku masih kasihan dengan Paman, punyaku itu pasti sangat bau karena belum mandi.


"Oh Paman, tunggu! Aku belum mandi. Berikan aku waktu 10 detik. Tidak, kasih aku waktu beberapa detik saja, cairan kental bisa keluar dari sana, biarkan aku membersihkannya dulu." Bibirku terasa bergetar ketika mengucapkan kalimat-kalimat itu.


Semuanya sangat jelas terlihat di mataku. Apa yang dilakukan Paman dengan mimykku, bahan ketika dia membuka bibir bawah itu dengan tangannya. Aku yakin, aroma amis  pasti sangat mengganggu.


"Jangan lakukan itu Tolol, aku akan marah. Jangan masukkan mulutmu semua ke dalam sana!" Aku panik ketika mulut Paman masuk ke dalam dan menyeruput milikku

__ADS_1


Kepanikan yang kualami hanya sesaat, setelah itu berganti dengan sensasi yang luar biasa. Seruputan yang dilakukannya membuat dinding mimykku seperti kesemutan, tapi itu jauh lebih nikmat, hingga tubuhku mulai bergetar sangat kuat, urat-uratku terasa kaku. Ini luar biasa.


"Pamaaaaan…. Ja–jangan menjilatnya lagi. Aku tidaaaaak tahaaan. Aahhhh…." Walau mulutku berkata jangan, tapi aku sangat menikmatinya.


Lagi…. Paman melakukan hal yang membuat jantungku berdetak tidak karuan, ketika jari Paman menowel klythorishku


"Ahhhhh…. Pamaaaann,"


Tubuhku melengkung menahan gejolak bir ahi yang semakin tinggi. Semua rasa geli, kesemutan, atau apalah itu, bercampur menjadi satu. Permainan jari dan permainan lidah Paman di klythorys, membuat aku semakin gila, otakku sudah tidak bisa bekerja lagi.


Jari Paman semakin cepat bermain, bahan ia melakukan manuver dengan mengocok lidahnya di dalam sana. Aku tidak sanggup lagi menahan semua sensasi ini, hingga tubuhku menggelinjang. Cairan hangat muncrat, aku rasa itu air kencing kenikmatan.


Lemas rasanya ketika semua cairannya keluar dari tubuhku, bahkan saat Paman mencium, aku tidak sanggup untuk membalasnya. Aku benar-benar lemas.


®®®®®®®®®®®®®®®®®®®®®®®


POV 3


********

__ADS_1


Orghasmey yang diraih Mira, membuatnya lemas tidak berdaya, hingga akhirnya pingsan dengan deru napas masih memburu. Barno mendekap tubuh Mira dan mencium keningnya, lalu kembali membaringkannya di lantai.


"Kamu menakutiku saja. Aku harus membawanya ke kamar," gumam Barno menghela napas.


Akan tetapi, saat ia melihat milik kecil Mira yang licin tanpa bulu sehelai pun, kembali membuatnya kehilangan akal. Dorongan sya hwat membuatnya membuka celana. Batang besar menegang siap untuk beraksi, kedua paha Mira dibukanya selebar mungkin.


Kepala batang miliknya sudah berada di bibir kecil Mira yang berada di bawah sana. Namun saat hendak menekan kedalam, Barno tersadar. 


"Tidak! Apa yang kulakukan. Aku pasti sudah gila," gumam Barno penuh penyesalan, ia duduk condong ke belakang dengan bertopang tangan di belakang.


Setelah kembali memakai celana, Barno membopong tubuh Mira kedalam kamar, dan membaringkannya di tempat tidur, lalu duduk di sisi ranjang seraya membelai kepala Mira.


"Maafkan aku"


Tono menyelimuti Mira, kemudian keluar dari dalam kamar.


@@@@@@@@@@@@@@


Jangan lupa tetap dukungannya. ya. komentar juga sangat mendukung.

__ADS_1


__ADS_2