I Love You Paman

I Love You Paman
BAB 33


__ADS_3

πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™


"Bar, aku sudah basah rupanya, lihatlah!" ucap Tiara dan memainkan lendir yang melekat di ujung telunjuknya dengan jempol, tepat didepan mata Barno.


Melihat tingkah dan sikap Tiara yang begitu agresif, Barno yang awalnya sudah mulai merasakan b1r4h1nya muncul, malah berubah menjadi takut, ia pun langsung berdiri dari tempat duduknya untuk menghindari cengkraman Tiara. Namun, ketika Barno berdiri, ia malah merasa kesakitan, karena batangnya digenggam kuat oleh Tiara.


"Arghhhh…. Sakit!" jerit Barno dan kembali duduk seperti semula.


"Makanya kau jangan gegabah seperti itu. Jadinya kan kayak gini. Sudah! Biar aku urut dulu, bahaya kalau nggak di urut, bisa-bisa si gagah ini nanti malah terkilir."


"Ibunya Mira. Tolong hentikan. Aku tidak mau nantinya apa yang kita lakukan ini menjadi sebuah masalah kedepan harinya." Barno berusaha menghindar dengan memberikan pengertian, tapi Tiara tidak peduli dengan ucapannya itu.


Malah Tiara memberikan sebuah kejutan yang tidak terduga. Tanpa rasa malu dan jijik, wanita itu langsung memasukkan kepala kecil milik Barno kedalam mulutnya. Sensasi yang tiba-tiba itu, membuat Barno menyipitkan mata, akibat kenikmatan yang muncul menyerang persendiannya.


"Arggg…. Tia! Apa yang kau lakukan ini," jerit Barno dengan suara tertahan, di saat kepala kecilnya terkena gigi Tiara.

__ADS_1


"Maaf. Aku nggak sengaja. Makanya kau diam aja, biar ini nggak tekena gigiku," ucap Tiara mengingatkan Barno.


"Sial, apa yang harus aku lakukan sekarang? Apa aku harus meladeni keinginannya."


Di halte, setelah sekian lama menunggu, bus trans yang dinantikan akhirnya muncul. Mira segera naik, dan bus pun Kembali melaju dengan kecepatan normal. Sebuah dering pesan terdengar dari ponsel Mira yang disimpannya di dalam tasnya. Ia pun kemudian mengambil, dan tanpa membuka kunci ponsel, Mira melihat dan membaca sebuah pesan dari Anggi


"Berdamailah…."


Setelah membaca sepenggal pesan tersebut, dengan malas Mira menggenggam ponselnya, dan menatap kosong keluar jendela bus.


Sepanjang perjalanan pulang ke rumah, untuk menetralisir suasana perang dingin antara dirinya dan sang Paman, Mira terus memikirkan beberapa cara epik untuk rencananya meruntuhkan pelindung moral sang Paman.


Di sisi lain, hampir tiga menit Tiara melakukan 0r4l. Barno juga sudah kewalahan menahan perasaannya yang terus menggebu, akibat sensasi yang diberikan oleh Tiara. Barno sekarang sudah telentang pasrah tanpa penutup bagian bawahnya.


Bukan hanya itu saja, sekarang beberapa kan-XingΒ  baju Tiara bagian atas telah lepas, juga dengan kacamata penutup gunung lembutnya telah terangkat ke atas. Dengan begitu, Tiara dengan mudah menyelipkan sebatang daging milik Barno di sela-sela gunungnya. Di bantu dengan kedua tangannya, kedua gunung Tiara semakin menjepit batang daging milik Barno.

__ADS_1


"Mungkin, setelah aku menerima dan melakukan semua ini dengan Tiara, aku mungkin bisa membuang jauh-jauh Mira dari dalam hatiku. Kami tidak mungkin bersama. Umur, karakter, dan lainnya, kami sungguh jauh berbeda, dia hanya layak sebagai anakku. Aku rasa ini jalan yang terbaik."


Barno mulai mengusap kepala Tiara dengan lembut, dan menikmati semua sentuhan yang telah diberikan oleh wanita itu. Bahkan, ketika Tiara mengangkat kepalanya, Barno sedikit menunduk dan memberikan lum474n hangat.


Beberapa detik mereka melakukan perang Lie-dah. Sambil merangkak ke atas tubuh Barno, Tiara dengan cepat melepaskan segitiga bermudanya.


"Ayo kita lakukan segera, kita punya waktu 20 menit sebelum keberangkatanku ke luar kota," d354h Tiara di telinga Barno yang sedang mei---reimas gunungnya yang sebelah kanan.


"Aku sudah siap. Aku akan mulai memasukkan semuanya," ucap Tiara lagi, tangannya sudah mengarahkan batang daging Barno ke celah miliknya.Β 


Perlahan Tiara menggesekkan batang tersebut, untuk mendapatkan pelumas alam, sebelum nanti akhirnya menelan milik Barno. Namun, ketika Tiara mulai melakukannya, tiba-tiba kepala kecil milik Barno kepeleset.


"Ahhhh, sial. Apa aku sudah kembali per-awan, setelah bertahun-tahun hiatus dalam per lendiran," batin Tiara sedikit kecewa dengan keadaanya.


"Itu tidak masuk. Pelan-pelan saja," ujar Barno dan sedikit memperbaiki posisinya, agar Tiara sedikit mudah untuk melakukan aksi selanjutnya.

__ADS_1


🏁🏁🏁🏁🏁🏁🏁🏁🏁🏁🏁


__ADS_2