
@@@@@@@@@@@@@
"Terima kasih," ucap Anggi, ia kembali memasak.
"Oh, sama-sama." Jo tersadar, ia pun langsung duduk di tempat meja makan.
"Hei, kenapa Bang Jo duduk, bukannya Abang ingin membantu," ucap Anggi ketika melihat Jo duduk.
"Maaf, aku tiba-tiba merasa lelah, dan susah untuk bergerak." Jo hanya beralasan, padahal ia hanya takut kalau Anggi sampai melihat batangnya sudah menonjol dengan keras.
"Baiklah, Bang Jo duduk saja yang manis, biar aku siapkan makan malamnya." Anggi tersenyum dan membiarkan Jo bersantai.
Selesai memasak, Anggi menyajikan di atas meja, lalu mereka mulai makan. Setelah selesai makan, ia pun membawa piring kotor ke wastafel. Saat melewati Jo yang masih makan, mata Anggi tanpa sengaja melihat tonjolan di celana pria itu.
"Anjing! Itu barang besarnya kayak l botol," batin Anggi. Tangannya gemetar saat meletakkan piring ke dalam wastafel. Gambaran batang Jo di benaknya membuatnya menjadi panas dingin.
"Letakkan saja di situ, biar aku yang mencucinya nanti," ujar Jo
__ADS_1
"Oh, baiklah! Kalau begitu, aku duluan. Jangan lupa, selesai cuci piring datanglah ke pemandian." Anggi pun menuju ke pemandian. Disaat melewati Jo, ia kembali melirik ke arah selang kangan pria itu. "Besarnya."
Anggi berdiri di tepian kolam, perlahan ia turun untuk membiasakan kulitnya terhadap air panas. Ketika ia membenamkan seluruh tubuh tubuhnya ke dalam air. Bayangan Batang Jo membuat otaknya kerasukan hal-hal vul-gar. Ia terus memikirkan bagaimana cara agar bisa berduaan nantinya dengan pemuda tersebut.
"Aku harus lebih pro-aktif lagi, untuk menutup jarak diantara kami. Batangnya itu, hmmm…. Tunggu, apa mungkin benda itu naik karena melihat tubuhku, jika itu benar, berarti … ah. Membayangkan saja, m3 M3 ku sudah basah." Anggi merapatkan kedua pahanya ketika merasakan kedutan dibagian bawah sana.
Setelah Jo sudah selesai mencuci piring, ia kemudian membuat dua cangkir teh panas untuk dibawa ke pemandian. Namun, ada sedikit masalah yang dia alami. ****** ***** yang dikenakannya terlalu sempit, sehingga kepala batangnya mengintip dari balik ****** *****.
"Sial! Kenapa masih belum tidur juga sih. Ayolah teman, tidur. Tolong jaga harga diriku di depan gadis itu." Jo bermonolog dengan pisang besarnya.
Tak kunjung juga si meriam cair tidur, Sebuah taman yang indah, dan ia berlari kesana kemari. Itulah yang dibayangkan agar pensil cairnya kembali tidur. Cara tersebut ternyata ampuh, perlahan pensil cairnya mulai terlelap. Setelah itu barulah Jo menyusul Anggi.
G-Streng yang dikenakan Anggi hanya menutupi di bagian belakang saja, tepatnya di lubang pinggul. Tentu hal tersebut membuat batang bawah Jo kembali bangun. Pria itu pun langsung berbalik ketika Anggi berbalik menghadap ke arahnya.
"Hei, kenapa? Apa yang Bang Ji lakukan di situ?" tanya Anggi bingung menyadari kalau Jo berbalik membelakanginya.
"Oh, itu. Aku membawa teh dan beberapa cemilan. Apa menurutmu itu bagus," ujar Jo.
__ADS_1
"Mantap! Terima kasih," ucap Anggi tersenyum, lalu kembali membenamkan dirinya di dalam air sampai batas leher.
"Aku harus bergegas masuk ke dalam air, jangan sampai dia melihat penisku yang tegang," batin Jo di saat dia melihat dari sudut matanya, kalau Anggi sudah tidak melihat ke arahnya lagi, lalu berjalan ke tepi kolam, dam meletakkan nampan berisi teh dan cemilan di pinggir kolam.
Akan tetapi, baru saja ia menginjakkan kaki di dalam air, Jo kembali naik.
"Ah, ini sangat panas."
"Pelan-pelan saja, biarkan dulu kakimu beradaptasi," saran Anggi tanpa menoleh, setelah mendengar Jo mengeluh.
"Iya" sahut Jo yang kemudian berbalik membelakangi Anggi sehingga mereka berdua saling memunggungi.
"Ini tidak terlalu panas, lagian sekarang sedang hujan dan udara jadi sejuk, jadi sangat cocok jika kita berendam di air panas." Anggi memutar tubuhnya, dan melihat Jo memunggunginya, lalu kembali berkata. "Hei, berbaliklah, kenapa kamu harus malu.
Jo keluar dari air panas dan duduk di tepian kolam, kaki masih terendam hingga betis.
Melihat itu, Anggi pun naik dan duduk di tepian kolam tepat di samping Jo dengan menjulurkan kedua kaki didalam air, Sesekali matanya melirik batang Jo yang masih menonjol, walau tidak sebesar sebelumnya.
__ADS_1
@@@@@@@@@@@@@@@#