I Love You Paman

I Love You Paman
BAB 22


__ADS_3

jangan lupa dukungannya, Fav, like, komentar, bunga atau kopi, dan juga🌟🌟🌟🌟🌟


sekalian kalau ada typo kasih tau, ya.


selamat berbahagia.


®®®®®®®®®®®®®®®®®


Sudah lama Anggi memperhatikan Jo semenjak insiden kentut halte. Banyak yang diketahuinya tentang kehidupan pemuda  tersebut. Dimatanya, Jo pria sopan, baik, ramah, suka menolong, penyabar dan juga bertanggung jawab. Simpatinya semakin besar kepada Jo, sedangkan dirinya semakin minder berhadapan dengan pemuda tersebut, mengingat dirinya bukan lagi seorang gadis yang suci 


Walau sebenarnya di jaman ini kesucian seorang gadis bukan lagi sebuah pertimbangan. Namun, melihat kepribadian Jo, Anggi merasa tidak yakin kalau dirinya bisa diterima oleh pemuda itu dengan kekurangannya tersebut.


Itulah sebabnya kenapa Mira merasa heran melihat sikap Anggi yang begitu tidak berkutik di hadapan pemuda tersebut, padahal gadis itu lebih jago dan berani dalam hal menggoda lelaki dibandingkan dirinya.


Lelah sudah memikirkan seberapa panjang milik Jo, Anggi mengajak Mira untuk pulang.


"Yuk, Mir. Kita pulang aja. Sekalian kita mampir ke pasar, stok dapur udah mau habis."


Sepuluh menit kemudian mereka sudah sampai di pasar, tapi Mira menyuruh Anggi untuk belanja sendiri.


"Gi, kau mau belanja banyak, ya? Kalau nggak,  kau aja dulu yang belanja, aku mau beli sesuatu di sana." ucap Mira.


"Nggak banyak sih, cuman beli ikan, bawang sama cabe aja. Emang kau mau beli apaan sih?"


"Adalah, nanti aku tunggu kamu di apotik sana." Mira menunjuk apotik yang tidak jauh dari tempat mereka berdiri.


"Ya udah!" jawab Anggi.


Mereka berdua pun akhirnya berpisah, Anggi masuk kedalam pasar, sedangkan Mira pergi menuju apotik yang ditunjuknya tadi. Di depan apotik, Mira tersenyum sumringah, lalu mengambil masker dari dalam tas dan memakainya.

__ADS_1


Dengan penuh percaya diri Mira memasuki apotik. Seorang wanita paruh baya yang menjaga apotik menyambut Mira dengan sopan.


"Ada yang bisa saya bantu, Mbak?"


"Sialan, aku di panggil mbak-mbak. Ehhh, tunggu! Aku kan pake masker." Mira membatin dan tertawa dalam hati.


"Beri aku pil yang bisa membuat pria jatuh cinta denganku!" pinta Mira dengan intonasi yang penuh percaya diri.


Sang penjaga Apotik langsung melongo dengan permintaan Mira yang begitu aneh, ia berpikir keras mengenai pil yang dimaksud.


"Di sini nggak ada pil seperti itu." ujar wanita tersebut.


"Bagaimana tidak ada. Di novel-novel aja semua sekarang sudah ada. Pil pemuas, pil anak, pil penyatu pria dan wanita. Oh, tunggu. Pil penyatu pria dan wanita itu, bukannya pil jatuh cinta, ya," celoteh Mira.


Untuk yang kedua kalinya sang penjaga apotik kembali berpikir keras, dan dalam hati berkata. "Anak sengklek! Korban novel. Pasti novel dewasa yang dapat baca memakai kata perumpamaan."


"Mbak, pil yang Mbak inginkan itu belum ada. Mungkin Minggu depan, bulan depan, tahun depan, atau sepuluh tahun lagi." Penjaga apotik menjelaskan dengan cara sinting juga, dan dalam hati berkata. "Ya, Tuhan. Scene apa ini, begini amat jadi figuran. Udahlah cuman sekali aja nongol, adegannya malah bikin kepala panas."


Penulis. "Sabar Mbak. Namanya juga nyari duit!"


Ketika penjaga apotik mengeluh dalam hati, Mira sedang ngedumel sendiri karena barang yang ia cari tidak ada.


"Sial. Apa teknologi sekarang masih belum menemukan pil itu, ya!"


"Bukan belum ada Mbak. Ini memang sudah skenario yang harus kita jalani dari si penulis," ujar si penjaga apotik.


"Oh, gitu ya," ucap Mira sok polos, padahal dia tau kalau dirinya sedang berada dalam novel.


"Gini Mbak. Hubungan antara pria dan wanita seharusnya didasari oleh cinta, jangan sampai tergantung pada benda, seperti obat, pil atau semacamnya." Penjaga apotik menasehati Mira tentang bagaiman menjalin cinta yang sebenarnya.

__ADS_1


"Hmmm, jika obat seperti itu ada, aku pasti akan membelinya," gumam Mira menundukkan kepala.


Penjaga apotik seketika menebak dan berpikir, kalau wanita yang ada di depannya itu, sedang membutuhkan cara untuk menghangatkan hubungan suami istri di ranjang.


"Tapi ada satu cara yang bisa membuat hubungan pria dan wanita menjadi hangat, dan semakin bersemangat. Sering-sering beri dia jus campuran alpukat, tomat, bawang bombay, bawang merah, bawang putih dan juga pare."


"Apa itu benar-benar bekerja?" tanya Mira cepat.


"Aku memberikan itu kepada suamiku, efeknya sangat ampuh, kami semakin harmonis. Tapi ingat, untuk bawang-bawangan, cukup tujuh butir aja setiap bawangnya, jangan lebih dan jangan kurang."


"Tunggu … tunggu!" Penuh semangat Mira mengambil ponselnya dari dalam tas, dan kemudian mencatat setiap bahan yang disebutkan si penjaga apotik.


"Dari pengalamanku, bawang putih mentah yang paling efektif, suamiku menjadi sangat kuat, bersemangat dan liar." Lanjut si penjaga apotik memberi informasi.


"Terima kasih," ucap Mira.


Di balik masker yang ia kenakan, seulas senyum mengembang. Bayangan tubuh pamannya yang penuh keringat, menari-nari di benak Mira.


..


..


..


..


..


..

__ADS_1


__ADS_2