
Di BAb Bonus, alur akan sangat lambat, karena cerita hanya sampai berakhirnya malam pertama.
Di BAb Bonus ini, bisa juga dibilang sebagai tips, untuk para pembaca yang sudah berumah tangga, supaya hubungan di malam hari bersama pasangan tidak kaku, atau monoton saja. Semoga nantinya bermanfaat.
Dan itupun nantinya kalau emang lulus riview. kalau sampai di tolak, maka Bab Bonus akan berakhir begitu saja.
Hachimmm.. hmmm.. ok. Maksih.😷😷😷😷😷
jangan lupa Like ya, komentar apa saja, karena sangat bermanfaat untuk popularitas karya author. kalau ada kasih bunga atau kopi.
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
"Suamiku … suamiku, sayang! Sini masuk," teriak Mira dari kamar setelah ia memakai 6 kaos oblong dan 2 celana panjang.
Mendengar dirinya sudah dipanggil, Barno membuka pintu dengan pelan, ia mengintip sebentar sebelum memasuki kamar. Keningnya langsung mengernyit ketika melihat Mira yang terlihat begitu gemuk. Barno tidak tau kalau Mira memakai pakaian berlapis-lapis.
Mira hanya tersenyum geli melihat raut wajah Barno yang seperti kambing yang sedang buang angin.
"Sini, duduk!" Mira menepuk kasur.
"Apa ini istriku. Kenapa badanmu terlihat subur?" tanya Barno sembari naik ke tempat tidur.
Setelah Barno duduk di hadapannya dengan kaki dilipat di belakang. Mira kemudian menyentuh kedua pipi suaminya itu, lalu mencium bibir dengan lembut.
"Aku ingin malam pertamaku penuh dengan kesan. Ayo kita bermain!" ujar Mira.
__ADS_1
Bermain….
Kata itu ditangkap oleh Barno sebagai tanda ajakan untuk memulai acara belah duren, karena itu Barno segera untuk membuka bajunya. Namun, sebelum sempat membuka baju, Mira sudah mencegahnya terlebih dahulu.
"Tunggu, kenapa jadi buka baju?"
"Bukannya tadi kamu ngajak main. Apalagi permainan yang dilakukan oleh suami istri jika bukan untuk membuat anak," Barno kebingungan.
Mira tersenyum, lalu menggelengkan kepal. "Buka itu suamiku. Permainan yang aku maksud itu game."
"Game … maksudnya?"
"Ayo kita main gunting kertas. Siapa yang kalah maka dia harus melepaskan satu pakaian yang ada di badannya," Mira tersenyum lebar, lalu mengambil remote control dan menyalakan AC.
"Udah, nggak usah banyak tanya. Ayo kita mulai permainannya."
Menatap intens ke tubuh Mira, seketika matanya melotot setelah menyadari sesuatu yang aneh dari tubuh mereka. Dia sekarang menyadari kenapa tubuh istrinya itu terlihat gemuk.
"Kamu pakai baju berlapis, ya?"
Mira hanya tertawa mendengar pertanyaan Barno.
"Ah, nggak adil. Ini namanya curang!" Segera Barno beranjak dari tempat tidur untuk mengambil pakaian di lemari. Namun, sebelum itu terjadi, Mira sudah menghentikannya.
"Apa sekarang suamiku tidak ingin membuat istrinya ini bahagia?" tanya Mira dengan bybyr meruncing.
__ADS_1
"Ah, sayang! Apa hubungannya?" tanya Barno dan kembali duduk di depan Mira.
"Untuk mendapatkan kep erawa nan seorang gadis, harus ada perjuangan dong. Ayo sayang! Tunjukkan padaku kerja kerasmu. Hahahahah." Mira terlihat begitu senang mengerjai Barno.
Mengalah, hanya itu yang harus dilakukan Barno, ia bahagia melihat Mira tertawa bahagia, tak penting lagi bagi dirinya apakah akan kalah dalam permainan ini. Melihat ke arah AC sebentar, lalu membayangkan dirinya dalam keadaan tanpa busana, dan entah berapa lama dia akan menunggu Mira kalah, hingga semua pakaian yang dikenakan istrinya itu bisa lepas semua. Barno juga tidak tau berapa lapis pakaian yang telah dikenakan Mira.
"Ya, sudah, Ayo kita mulai bermain," ujar Barno dengan nada lemas.
Mira mengangguk dengan menahan senyum. Keduanya pun mulai mengangkat kepalan tangan.
"Gunting batu kertas!"
Setelah keduanya mengucapkan kata kunci permainan, keduanya mengayunkan tangan secara bersamaan.
"Aku menang!" terima Barno ketika melihat Mira mengepalkan tangan, sedangkan Barno membuka telapak tangan.
Kemenangan pertama itu, membuat Barno kegeringan, ada harapan kalau istrinya akan lebih dahulu seperti bayi yang baru lahir, walau harus membutuhkan waktu, penantian dan perjuangan.
Dengan gaya lambat, Mira mulai membuka baju pertamanya dengan kerlingan nakal ke arah Barno, dan juga sambil menggigit bybyrnya. Sungguh gaya Mira sangat ero tis, membuat Barno harus menahan sesuatu.
"Berapa lapis baju yang kau pakai, sayang?"
"Enam!" jawab Mira sambil tersenyum tipis
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
__ADS_1