
Setelah Dion berangkat, kini Laras dan Zahra sudah berada didalam taksi perjalanan kerumah Rama.
Selama perjalanan Zahra berceloteh hingga bernyanyi karena memang jarak yang ditempuh cukup jauh dan Laras tak ingin Zahra bosan jadi Laras membiarkan saja Zahra berceloteh dan bernyanyi.
Hingga keduanya sampai disebuah rumah yang cukup besar dan mewah, Laras mengendong Zahra turun dari taksi, setelah membayar Laras segera mengajak Zahra masuk kerumah Rama.
"Sayang, Mama pikir nggak jadi dateng." kata Rita saat membuka pintu untuk Laras.
"Jadi dong Ma."
"Ini Zahra ya, cantik banget, sini gendong Oma mau?" tanya Rita menawarkan diri melihat betapa mengemaskan nya Zahra.
"Oma?" Zahra terlihat bingung dan melihat kearah Laras untuk meminta penjelasan.
"Iya sayang, ini Mama nya om Rama jadi Yaya manggilnya Oma." jelas Laras yang mengerti jika Zahra memang sudah tak mempunyai kakek dan nenek jadi wajar jika Zahra bingung. kedua orang tua Rama dan Naya memang sudah tiada sebelum Zahra lahir jadi memang Zahra tidak merasakan kasih sayang seorang Nenek dan kakek.
"Omaa..." Zahra langsung meminta gendong Rita, tau jika Laras dan Rita saling mengenal jadi Rita bukan orang jahat pikir Zahra.
"Ya ampun, kamu gemesin banget deh, lucu." kata Rita yang kini sudah membawa Zahra dalam gendongannya.
"Yuk masuk, Oma udah bikinin donat buat Zahra." kata Rita membuat Zahra tersenyum lebar.
"Yeayyy... Yaya suka donat."
Ketiganya pun memasuki rumah yang sepi karena Rama dan Papanya bekerja sedangkan sang adik kuliah.
Hanya ada Mama Rita dan dua orang asisten rumah tangga.
Ketiganya duduk diruang santai depan televisi. Zahra tampak antusias menikmati kue donat yang bertoping meses warna warni.
"Enak nggak sayang?" tanya Rita yang kini sedang memangku Zahra.
"Enak, Yaya cuka." kata Zahra, mendengar suara cempreng Zahra sukses membuat Rita gemas dan menciumi pipi gembul Zahra.
"Oma, jangan cium trus, Yaya mau makan donat dulu." kata Zahra dengan exspresi kesal membuat Laras dan Rita langsung tertawa gemas.
__ADS_1
"Ya ampun Mama jadi nggak sabar deh pengen segera punya cucu." kata Rita yang entah mengapa membuat salah tingkah.
"Suruh Rama cepetan nikah Ma." balas Laras.
"Sama kamu yaa?" kata Mama.
Laras terkejut mendengar permintaan Mama "Eh, Ma tapi.." bingung Laras mau menjawab apa.
"Mama berharap banget kamu jadi mantunya Mama." kata Rita jujur.
"Ya ampun Ma, maafin aku yaa, kalau Mama tau aku sudah nikah sama Mas Dion pasti Mama kecewa sama aku." batin Laras sedih.
Melihat raut wajah Laras yang berubah murung membuat Rita merasa tak enak "Nggak usah dipikirin sayang, itu cuma keinginan Mama sama Papa tapi semua tergantung kamu dan Rama yang menjalani." kata Rita.
Laras sadar selama ini mungkin ia sudah memberi harapan pada keluarga Rama karena memang Laras dan Rama sudah dekat sejak dulu tapi jika untuk menjadi pendamping hidup Rama entah mengapa Laras belum siap. Laras masih belum yakin jika dirinya juga menyukai Rama karean selama ini Laras selalu menganggap Rama sebatas sahabat tidak lebih. tapi jika masalah perasaan Rama, Laras sudah tau jika Rama benar benar menginginkanya hanya dia saja yang masih belum bisa. Sekarang Laras benar benar takuy jika suatu hari nanti Ia akan membuat Rama dan keluargnya kecewa. karena selama ini Laras bisa merasakan kehangatan sebuah keluarga dirumah Rama setelah Papa dan Mama Laras meninggal dan kakaknya menikah.
"Ohh ya, apa kakak ipar kamu memperlakukan kamu dengan baik disana?" tanya Mama Rita tiba tiba.
"Iya Ma, mas Dion baik kok sama Laras." jawab Laras.
"Aku kasian Ma,.Liat Zahra kalau sampai diasuh sama babysitter, ya kalau babysitternya penyayang nggak masalah kalau galak kan kasian Zahranya masih kecil." ungkap Laras.
''Ya kamu bener banget sayang, memang lebih baik diasuh sendiri, dulu Mama juga gitu ." kata Rita.
"Lagipula dulu kuliah aku juga dibiayai sama Kak Dion jadi mungkin sekarang waktunya aku buat bantuin Kak Dion dan Kak Naya." jelas Laras.
"Semoga Naya cepet sembuh ya sayang, kasian Zahra." kata Mama Rita.
"Iya Ma Aamiin."
"Ante Ayas au lagi." kata Zahra menujuk donat yang ada dipiring karena donat yang ada ditangan nya sudah habis.
"Yaya suka yaa donat bikinan oma?" tanya Rita senang melihat Zahra lahap menikmati donat buatannya.
"Cuka Omaa." jawab Zahra langsung mengigit donat pemberian Laras.
__ADS_1
"Kalau suka Zahra harus sering main kesini yaa biar Oma buatin donat buat Zahra." kata Rita.
"Beneran Oma?"
"Iya kalau Zahra sering main kerumah Oma pasti Oma bikinin donat terus."
"Yeee... Yaya mau tinggal disini aja kalau gitu.'' celetuk Zahra yang langsung menimbulkan gelak tawa Laras dan Mama Rita.
"Duh rame banget sih, aku pikir ada arisan disini tapi ternyata ada princess cantik." kata Rama yang tiba tiba datang.
"Om ganteng." teriak Zahra senang saat melihat Rama datang.
"Kok Om ganteng sih?" Rama dan Rita bingung kenapa Zahra memanggilnya Om ganteng.
"Aku juga nggak tau, pas tadi pagi mau ngajak kesini aja dia udah manggil kamu om ganteng trus." jelas Laras.
Rama langsung membawa Zahra dalam gendongan nya, pipi Zahra yang banyak coklat karena makan donat pun tidak lantas membuat Rama jijik, justru Rama menciumi pipi gembul Zahra dan dirinya pun ikut terkena coklat.
"Zahra kenapa manggil om Rama om ganteng?" tanya Rama penasaran.
"Ante Ayas kan cuka liat film dihape yang mirip sama om Rama, kata ante Ayas film dihape itu ganteng jadi Yaya manggil om ganteng soalnya om mirip sama yang suka ditonton ante Ayas." jelas Zahra yang membuat Laras langsung sadar apa yang dimaksud Zahra, itu drama korea yang selalu Ia tonton. memang Laras sering mengatakan jika oppa oppa yang main didrama itu ganteng ganteng, siapa sangka Zahra benar benar menanggapi itu.
Rama dan Mama Rita menoleh kearah Laras meminta penjelasan sedangkan Laras menjadi tak enak sendiri.
"Apa sih? emang kamu suka liat Video apa?" tanya Rama.
"Itu lo kan aku suka streaming drama korea kalau lagi boring trus Zahra suka ikut liat dan aku bilang kalau yang main Drama ganteng ganteng, nggak nyangka aja Zahra bisa langsung nangkep maksud aku." jelas Laras.
"Ya ampun Mama kira apa." Mama dan Rama hanya terkekeh mendengar penjelasan Laras.
"Kok kamu jam segini udah pulang?" tanya Laras melihat ini baru setengah hari "Kamu mau makan siang dirumah?" tanya Laras lagi.
"Enggak kok, dikantor lagi nggak ada kerjaan, jadi aku pulang aja dari pada bingung mau ngapain juga." jelas Rama.
"Halah alesan aja, bilang aja mau ketemu Laras." protes Mama yang membuat Rama tersenyum malu dan Laras jadi salah tingkah.
__ADS_1
TBC.