Ibu Pengganti Untuk Zahra

Ibu Pengganti Untuk Zahra
52


__ADS_3

Caca yang baru saja keluar dari kamar mandi langsung mengambil ponsel yang Ia charger semalaman. Ia mengerutkan keningnya kala melihat nomornya di blokir oleh Laras.


"Morning Baby..." Radit memeluknya dari belakang membuatnya terkejut.


"Aneh deh bee, masa nomor aku diblokir sama Laras." keluh Caca pada Radit.


"Laras siapa?"


"Ck, itu loh temen yang aku ceritain semalem." kata Caca yang langsung membuat Radit mengangguk.


"Mungkin kepencet atau mungkin dia nggak mau temenan sama kamu lagi." kata Radit sambil tertawa bercanda.


Caca yang kesal memukul lengan Radit, "Nggak mungkin Bee, lagian kemarin pas ketemu juga baik baik aja, malahan mau jalan lagi."


Radit mengendikan bahunya, "Samperin rumahnya beres, please masih pagi jangan badmood lah." kata Radit mencium pipi Caca.


"Duh, aku nggak tau rumahnya bee. Ya udahlah, aku mau bikin sarapan buat kamu aja dari oada bete." kata Caca meletakan ponselnya.


"Aku hari ini free bee." kata Radit membuat caca yang sudah berjalan sampai puncak pintu pun berbalik mendekati Radit.


"Serius? jalan jalan dong kita?" Caca terlihat sumringah.


Radit tertawa, Ia menggelengkan kepalanya membuat Caca langsung cemberut.


"Ada tempat lain yang harus kita kunjungi."


"Kemana?" tanya Caca penasaran.


"Surprise lah pokoknya." kata Radit membuat Caca semakin penasaran.


"Kemana sih?" Caca tak menyerah.


"Ck, aku mau ngajakin kamu ketemu Mama." kata Radit, "Kamu mau kan Bee?"


Caca tersenyum, "Dari dulu aku sering minta ketemu mama kamu, nggak pernah kamu ajak. baru sekarang?" cibir Caca.


Radit memeluk Caca penuh sayang, Setelah dengan Naya dulu akhirnya Ia bisa membuka pintu hatinya untuk wanita lain. Caca, wanita yang sudah satu tahun ini menjadi kekasihnya dan membuat hatinya mantap ingin melanjutkan ke jenjang yang lebih serius.


"Duh aku pake baju apa ya ketemu sama Mama kamu." kata Caca mulai panik melepaskan pelukan Radit dan langsung berjalan mendekati lemari baju yang memang Radit sediakan untuk baju baju Caca.


"Katanya mau bikin sarapan," cibir Radit membuat Caca terkekeh.


"Eh iya lupa." Caca menutup kembali pintu lemari dan langsung keluar kamar membuat Radit tersenyum geli melihat tingkah lucu kekasihnya itu.

__ADS_1


Caca keluar dan ponsel Radit berdering, segera Radit menyambar ponselnya dan langsung menekan tombol hijau saat mengetahui siapa yang menelepon nya.


"Bagaimana?"


"Jam 9? kenapa lama sekali?" keluh Radit terlihat kesal.


"Oke, pastikan tak ada kesalahan apapun." kata Radit langsung mengakhiri panggilan nya.


Radit bergegas memasuki kamar mandi untuk mandi dan setelahnya sarapan bersama Caca.


"Kamu kenapa sih?" tanya Radit saat melihat Caca yang enggan keluar dari mobil padahal saat ini mereka sudah sampai didepan rumah mewah Mama Radit.


"Penampilan aku gimana sih bee? kok aku jadi takut ya ketemu sama Mama kamu." kata Caca dengan wajah pucat. maklum ini pertama kalinya Caca ingin bertemu dengan Mama kekasihnya karena selama ini Caca sama sekali belum pernah memiliki kekasih selain Radit. Radit kekasih pertamanya jadi pengalaman Caca masih sangat minim sekali.


Radit tersenyum geli karena sedari tadi yang dikhawatirkan Caca hanyalah penampilan saja. padahal mau menggunakan baju model bagaimanapun Caca terlihat cantik dimata Radit.


"Kamu cantik banget sayang, Mama pasti bakal suka sama kamu." kata Radit membuat Caca sedikit lega namun tetap masih ada rasa khawatir. takut jika Mama Radit tidak merestui hubungan mereka.


"Udah Yuk keluar, Mama pasti udah nungguin kita." kata Radit yang semalam sudah menghubungi Nita sang Mama jika Radit akan membawa pulang kekasih yang selama ini Ia sembunyikan dari sang Mama. Bukan tanpa alasan Radit melakukan ini karena Radit tak ingin sang Mama menyuruh Radit cepat cepat menikahi Caca. menurut Radit menikah itu butuh proses pengenalan lebih dulu tak perlu terburu buru. dan sekarang Radit sudah cukup mengenal Caca dan dirinya juga sudah yakin ingin membina rumah tangga dengan Caca.


Radit mengandeng tangan Caca lalu mengajaknya masuk kerumah, dan benar didalam sudah ada Nita yang sudah menunggu mereka.


"Kirain kamu bohongin Mama, ternyata bener." kata Nita langsung memandangi Caca dari atas sampai bawah.


"Siang tante.." sapa Caca sopan.


"Ya ampun kamu cantik banget sih, beneran ini pacarnya Radit?" tanya Nita seolah tak percaya jika Caca kekasih Radit.


"Ya masa radit bohong Ma!" protes Radit yang langsung membuat Caca tersenyum geli.


"Nggak gitu, kok pinter nyarinya yang bening kayak gini." kata Nita membuat Caca tersipu malu.


"Kamu kerja apa sih sayang?" tanya Nita pada Caca.


"Emm, model tante tapi..."


"Ya ampun pantesan, muka nya kayak nggak asing gitu." Nita langsung sumringah dan memeluk Caca.


"Nggak mau tau ya, radit harus segera nikah sama Caca." kata Nita membuat Radit kesal karena dirinya ingin memberi surprise saat melamar Caca nanti.


"Kan, Mama apa sih." kesal Radit.


Nita tak mengubris Radit, Ia malah mengajak Caca ke dapur. menyiapkan makanan sambil berbincang banyak hal.

__ADS_1


Seharian ini Radit berada dirumah Mama nya bersama Caca dan selama sehari pula Radit sama sekali tak bisa berduaan dengan Caca karena sang Mama yang selalu menempel Caca.


Dan saat pulang pun, Mama nya masih enggan berpisah dengan Caca.


"Dah klop banget ini mah." batin Radit menatap Mama nya yang masih mengobrol dengan Caca.


"Ma, kayaknya aku sama Caca harus balik. udah malem ini." kata Radit melihat jam dinding sudah pukul 8 malam.


"Caca nginep sini aja ya?" tawar Nita.


"Ma, nggak usah aneh aneh deh." kesal Radit membuat Nita cemberut.


"Pokoknya kamu kalau libur harus kesini ya nemenin mama." kata Nita pada Caca.


"Iya tante."


"Kok tante lagi sih. Mama dong sayang."


"Iy-iya Mama." balas Caca terdengar sungkan.


Radit dan Caca pun segera memasuki mobil, dari depan pintu rumah Nita melambaikan tangan ke arah mobil membuat Caca tak bisa jika tidak tersenyum.


"Gimana? mama aku nggak galak kan?" tanya Radit.


"Nggak nyangka aja mama kamu seru banget orangnya, baik lagi." kata Caca sambil tersenyum membuat Radit ikut tersenyum.


Keduanya pun dikejutkan oleh ponsel Radit yang berdering.


Tak menunggu lama, Radit segera menjawab teleponnya,


"Bagaimana?"


"Ya, bayaranmu nanti ku transfer." kata radit singkat dan langsung mematikan panggilan.


"Dari siapa sih?" tanya Caca penasaran.


"Biasa, masalah kerjaan." balas Radit.


Radit menatap kosong ke arah jalanan, pikiran nya kosong kala mengingat ucapan orang sewaan yang baru saja menelepon nya,


"Secara biologis, Anda Papa kandung dari anak itu Tuan, besok saya kirim surat keterangan nya."


BERSAMBUNG....

__ADS_1


Jangan lupa like vote dan komen


__ADS_2