Ibu Pengganti Untuk Zahra

Ibu Pengganti Untuk Zahra
63


__ADS_3

Laras membuka matanya, Ia kini sudah berada dikamar rawat. Ia melihat jam dinding didepan sudah pukul 8 malam. Perutnya merasa sedikit nyeri dan Ia ingin buang air kecil.


Baru saja hendak bangun, tak sengaja Laras menyenggol kepala Dion dan barulah Laras sadar kalau Dion juga tertidur sambil duduk disampingnya.


"Mau apa?" suara berat Dion yang juga baru saja membuka matanya,


"Pipis."


"Biar aku gendong," kata Dion langsung bangkit dan mengambil posisi siap untuk mengendong Laras.


"Eng, aku jalan sendiri aja mas." kata Laras sungkan.


"Bukannya tadi kamu denger kalau dokter minta kamu buat jangan banyak gerak dulu?" suara Dion terdengar ketus membuat Laras menghela nafas panjang dan akhirnya menuruti Dion.


Masih marah batin Laras.


Setelah percakapan siang tadi sewaktu mereka di UGD, baik Laras maupun Dion sama sama saling diam tak ada yang kembali memulai obrolan hingga sore tadi Laras ketiduran sampai sekarang.


"Mau makan apa? disini menu nya kayak gini." kata Dion setelah dari kamar mandi. Dion mengambil piring makanan dari rumah sakit dan memperlihatkan menu nya pada Laras.


"Nggak apa apa, itu aja." balas Laras yang sebenarnya lidahnya terasa pahit dan Ia juga masih malas untuk makan malam namun Ia tetap harus makan dari pada mendengar ucapan ketus Dion.


"Yakin? kalau mau makan yang lain nya biar aku belikan diluar." kata Dion yang langsung di gelengi oleh Laras.


"Mas aja yang nyari makan diluar. seharian mas juga belum makan kan?" tanya Laras mengingat sejak di UGD Dion hanya menemani nya saja. Tidak balik lagi ke kantor dan tidak juga makan siang padahal laras sudah menyuruhnya berkali kali namun Dion tak mengubris dan malah menemaninya saja.


"Nggak perlu mikirin aku, sekarang kamu hanya perlu fokus sama diri kamu sendiri dan calon anak kita."


"Aku nggak mau kalau kamu sampai kenapa napa lagi." kata Dion yang langsung saja di angguki Laras lagi karena tak ingin mendebat Dion.


Selesai di suapi makan oleh Dion, Laras kembali berbaring dan Dion juga masih setia menemani disampingnya namun kali ini Dion terlihat sibuk dengan ponselnya. entah apa yang sedang Dion lakukan.


"Mas makan malam dulu sana." pinta Laras dan dengan cepat diangguki oleh Dion.


"Mas..."


"Apa sayang?" suara Dion terdengar berat namun membuat Laras sedikit lega karena Dion memanggilnya Sayang.


"Makan malam dulu, biar nggak sakit." kata Laras.


Dion hanya menggeleng pelan, "Nggak mungkin sakit."

__ADS_1


"Ck, ngeyel." omel Laras yang sudah tak bisa sabar lagi.


Dion mematikan ponselnya lalu memandangi wajah cemberut Laras, "Dah berani ngomel sekarang?"


Seketika Laras kembali menunduk tak berani menatap wajah Dion.


Dion terkekeh, "Aku masih belum laper jadi makan nya nanti aja kalau udah laper." kata Dion sambil mengelus rambut Laras penuh sayang.


"Aku nggak apa apa di sini sendiri kalau mas mau makan." kata Laras mulai berani menatap Dion lagi.


"Yakin? ya udah aku pulang aja kalau gitu." kata Dion dengan nada bercanda membuat Laras kembali cemberut.


"Katanya nggak apa apa di sini sendiri." cibir Dion membuat Laras tersenyum.


"Kamu udah nggak marah lagi mas?" tanya Laras.


"Sebenernya masih sih, cuma ketutup sama rasa seneng aku. jadi rasanya nggak bisa marah, nggak laper juga. pengen nya disamping kamu terus." balas Dion membuat Laras lagi lagi tersenyum.


"Dan nggak sabar juga mau ketemu sama ini." Dion mengelus perut Laras.


"Sabar mas, masih 8 bulan lagi."


"Kata dokter baru 5 minggu." kata Laras.


Pagi harinya, Laras kembali diperiksa oleh Dokter yang menanganinya.


"Boleh pulang asal dirumah harus istirahat full tanpa melakukan aktifitas apapun." kata Dokter itu setelah mendengar suara renggekan Laras yang sudah ingin pulang.


Laras merasa dirinya sudah baik baik saja, bahkan perutnya sudah tidak sakit lagi membuat dirinya ingin cepat pulang saja. Semalaman jauh dari Zahra membuatnya tak bisa tenang sama sekali.


"Apa yakin Dok sudah baik baik saja?" tanya Dion seolah masih ragu dengan keputusan dokter obgyn yang menyuruh Laras pulang.


"Janin nya tidak bermasalah, namun harus tetap beristirahat total untuk beberapa hari ke depan." kata Dokter itu yang langsung diangguki oleh Dion.


"Yeeyy kita pulang." Laras sangat senang membuat Dion ikut tersenyum senang.


Selesai berkemas, Dion mendekati Laras


"Mas mau ngapain?"


"Gendong kamu sampai mobil, kenapa?" tanya Dion heran.

__ADS_1


"Enggak mas, aku nggak mau." protes Laras.


"Trus mau jalan kaki sendiri? nggak usah pulang aja gimana?" ancam Dion.


"Pakai kursi roda aja mas."


"Ribet." balas Dion langsung mengendong Laras begitu saja.


Awalnya Laras memberontak namun saat sudah di lobi rumah sakit, semua orang nampak memandanginya membuat Laras malu dan akhirnya menyembunyikan wajahnya di dada bidang Dion.


"Mas, aku malu." keluh Laras sesampainya dimobil dimana sudah ada Reno disana.


"Kenapa harus malu? kita ini sudah suami istri." balas Dion acuh membuat Laras tidak protes lagi.


"Langsung pulang saja Ren." perintah Dion yang langsung diangguki Reno.


Mobil melaju menuju rumah Dion,


Baru sampai didepan rumah, Zahra sudah menjerit menghambur ke pelukan Laras.


"Sayang jangan meluk mama dulu." kata Dion membuat Zahra melepaskan pelukan nya.


"Kenapa? Yaya kan kangen sama Mama." protes Zahra membuat Dion akhirnya mengendong Zahra.


"Meluk Papa dulu aja ya." kata Dion menbuat Zahra langsung cemberut.


Awalnya Dion ingin menurunkan Zahra dan mengendong Laras masuk kerumah namun Laras menolak dan akhirnya Dion pun membiarkan Laras jalan sendiri memasuki rumah.


"Papa sama Mama darimana?" tanya Zahra.


"Mama kemarin sakit jadi Papa periksa ke dokter." jelas Dion.


"Mama sakit gara gara Papa marah kemarin ya?" tanya Zahra yang membuat Dion terkejut karena Zahra masih saja mengingat apa yang terjadi kemarin.


"Papa mesti nakal kan sama Mama?" protes Zahra.


"Mama sakit bukan karena Papa marah, tapi karena sebentar lagi kamu mau punya adik sayang." jelas Laras dari belakang.


Kini Zahra terlihat sangat terkejut,


Punya adik?

__ADS_1


BERSAMBUNG...


jangan lupa like vote dan komen


__ADS_2