Ibu Pengganti Untuk Zahra

Ibu Pengganti Untuk Zahra
51


__ADS_3

Setelah Zahra terlelap, Laras segera memasuki kamarnya. Ia melihat Dion masih sibuk menatap layar tab nya.


"Masih nglembur aja mas?" tanya Laras yang langsung menarik selimut dan berbaring disamping Dion.


"Habis ini mau nglemburin kamu." kata Dion membuat Laras terkekeh.


Laras menatap suaminya dari samping, menatap wajah tampan Dion yang selalu membuatnya jatuh cinta dari dulu sampai sekarang. Hingga tanpa sadar Dion baru saja meletakan tab nya Laras masih menatap Dion.


"Ganteng banget ya? sampai nggak kedip." kata Dion langsung mengecup pipi Laras membuat Laras terkejut dan menunduk malu.


"Tadi kemana aja?' tanya Dion sambil mengelusi rambut lembut nan wangi milik Laras.


"Cuma time zone aja sih mas di mall, tapi udah bikin Yaya seneng."


"Seharian?"


Laras terkekeh, "Yaya nggak mau diajak pulang, maunya main terus."


Dion tersenyum, dirinya juga sudah hafal betul dengan Zahra yang selalu tak mau diajak pulang jika sudah berada ditempat seperti itu.


Dion mengecup kening Laras lama, lalu kecupan berpindah ke pipi dan bibir.


"Capek nggak?" tanya Dion sebelum memulai aktifitas panasnya.


Laras menggeleng pelan, Sejujurnya Laras sedikit lelah hari ini namun Ia tak ingin menolak hasrat suaminya yang kini sudah terlihat mengebu.


Dion tersenyum senang mendengar jawaban Laras, segera saja Dion memulai aktifitas panasnya, hingga kamar juga ikut panas hanya terdengar suara ******* kenikmatan.


Laras terlelap setelah dua kali permainan, berbeda dengan Dion yang masih asyik memandangi wajah Laras yang berkeringat.


"Kenapa nggak bilang kalau capek sih." gumam Dion langsung mengecup kening Laras yang kini sudah terlelap.


Dion ingin memejamkan mata menyusul Laras namun Ia malah dikejutkan bunyi ponsel Laras yang ada dinakas.


Dengan malas Dion mengambil ponsel Laras untuk mengecek siapa yang mengirim pesan malam malam begini.


"Caca?" Dion mencoba mengingat nama teman Laras yang mungkin Ia kenali namun sepertinya tidak ada yang namanya Caca.


Karena penasaran akhirnya Dion membuka pesan dari Caca.


Duh rasanya udah kangen sama Yaya lagi


Pesan singkat dari Caca yang membuat Dion semakin penasaran hingga membuka profil milik Caca.

__ADS_1


Dan betapa terkejutnya Dion melihat foto selfi wanita muda cantik tersenyum ke arah kamera dengan pria yang sangat Ia kenali.


"Sayang, bangun dulu." Dion yang panik langsung membangunkan Laras.


"Kenapa mas? mau lagi?" tanya Laras masih terlihat mengantuk.


"Enggak bukan itu, Caca itu siapa?" tanya Dion membuat Laras mendadak hilang kantuknya karena heran dengan pertanyaan Dion.


"Tadi kamu pergi sama yang namanya Caca?"


"Iya mas, kenapa? kamu kenal?" tanya Laras masih heran.


"Bukan kenal tapi ini fotonya." Dion memperlihatkan profil Caca bersama seorang pria yang sepertinya tak asing namun Laras tak mengenal siapa pria itu.


"Itu mungkin calon nya mas, kenapa sih?"


"Nggak mau tau pokoknya kamu nggak boleh pergi lagi sama si Caca itu apalagi ngajak Zahra." kata Dion membuat Laras terkejut.


"Kenapa mas? kok gitu?"


"Nggak usah banyak tanya, turuti aja!" Dion mendadak emosi membuat Laras mengkerut takut.


"Iy-iya mas... nggak lagi."


"Nomernya aku blokir aja." kata Dion langsung memblokir nomor Caca.


"Kalau nggak gini nanti dia ngajak ketemu kamu lagi." kata Dion mengembalikan ponsel Laras "Jangan coba coba menghubungi apalagi ketemu sama dia lagi!"


"Tapi kenapa sih mas?" Laras mendadak sangat penasaran dengan larangan suaminya.


"Apa dia mantan kamu?" tebak Laras.


"Bukan, aku nggak kenal dia."


"Terus kenapa harus ngelarang sampai segitunya?"


"Udahlah, turuti aja kenapa sih, nggak usah bawel!" bentak Dion langsung beranjak ke kamar mandi membuat Laras sangat terkejut karena selama ini Dion jarang sekali membentaknya seperti ini apalagi karena masalah sepele.


Wajah Laras mendadak pucat, Ia kembali berbaring memeluk dirinya sendiri. menenangkan dirinya dan menyakinkan bahwa semua baik baik saja. Dion hanya emosi sesaaat.


Sementara dikamar mandi Dion segera menguyur tubuhnya dengan air dingin untuk menghilangkan kepanikan yang mendadak melanda melihat profil Caca teman Laras.


Jika tidak dicegah bisa bisa mempermudah Radit untuk bertemu Zahra. Jangan... jangan sampai pria brengsek itu menemui Zahra. Dion tidak akan membiarkan Radit merebut Zahra meskipun Radit adalah ayah kandung Zahra.

__ADS_1


Dion keluar dari kamar mandi, melihat Laras berbaring memunggunginya sambil memeluk dirinya sendiri membuat rasa bersalah Dion mencuat karena baru saja Ia membentak istrinya.


Dion yang sedang panik, tak sadar jika dirinya telah menyakiti hati istrinya.


Selesai menggunakan piyama, Dion ikut berbaring disamping Laras dan memeluknya dari belakang.


"Maaf sayang, maafin aku." kata Dion merasa sangat bersalah.


Isakan tangis terdengar membuat Dion semakin merasa bersalah.


"Aku tau aku salah udah bentak kamu, maafin aku ya.. tadi aku cuma panik." kata Dion bingung harus mengatakan apa.


Laras hanya mengangguk pelan namun Ia tak mau berbalik, karena gemas akhirnya Dion yang membalik tubuh Laras hingga keduanya berhadapan.


"Jangan nangis lagi, maafin aku." kata Dion sambil menyeka air mata Laras.


"Sebenarnya ada apa mas? apa kamu nggak mau cerita sama aku?" tanya Laras masih sesenggukan.


Dion menggeleng pelan, "Bukan aku nggak mau cerita sayang, aku cuma belum siap cerita. maafin aku."


"Tapi aku bingung kalau kamu ngelarang aku tanpa ada kejelasan kayak gitu."


"Percaya sama aku, apapun yang aku lakuin ini buat kebaikan kamu, Zahra... buat keluarga kecil kita." kata Dion yang entah mengapa membuat Laras sedikit lega.


"Tapi janji ya besok kamu bakal ngejelasin semua ke aku." kata Laras menatap Dion penuh harap.


Dion hanya diam,


"Kamu masih belum percaya sama aku?" Laras terlihat sedih.


"Aku takut kamu kecewa kalau mendengar semuanya."


"Enggak mas, aku janji apapun yang kamu ceritakan pasti aku terima."


Dion mengangguk lalu mencubit gemas hidung Laras, "Tapi nggak sekarang ya sayang." kata Dion sambil mengecup kening Laras.


Meskipun kecewa namun Laras tetap mengangguk, asalkan Dion mau cerita entah kapan Laras tak ingin mempermasalahkan lagi.


"Ya udah, tidur lagi. jangan digangguin." cibir Laras membuat Dion terkekeh.


"Satu ronde lagi?"


"Maasss..."

__ADS_1


BERSAMBUNG....


jangan lupa like vote dan komen


__ADS_2