Ibu Pengganti Untuk Zahra

Ibu Pengganti Untuk Zahra
48


__ADS_3

Nita menatap ke arah Radit putranya, merasa seperti ada yang disembunyikan Radit darinya. Namun Radit yang ditatap sang Mama penuh tanya malah asyik menghabiskan makanan nya.


"Kamu kenal sama mereka?" tanya Nita karena geram tak ada respon dari Radit.


"Mereka siapa?" balas Radit acuh.


"Tadi pas di tempat parkir mobil, Yaya sama orangtuanya."


"Enggak." Radit kembali membalas dengan acuh.


"Tapi kenapa Papa nya Yaya tadi pas lihat kamu kayak benci banget langsung pergi gitu aja. padahal sebelumnya mereka sopan banget sama Mama." kata Nita yang masih heran dengan sikap Dion yang mendadak kasar dan tidak sopan saat Radit datang.


"Ya mana Radit tau mah, dahlah mah habisin makanan nya. Radit udah mau pulang nih." balas Radit terdengar kesal membuat Nita semakin penasaran.


"Kamu ini cuma diminta nemenin Mama seharian aja ngeluh, makanya kamu buruan nikah trus punya anak biar Mama punya temen main." kesal Nita.


"Kan, nikah lagi nikah lagi."


"Inget Radit, umur kamu hampir 30 tahun. Mau nunggu umur berapa? 50 tahun? keburu Mama mati."


"Iya iya Ma, udahlah nggak usah ngomongin mati kenapa sih."


"Maka nya kamu buruan nikah, kalau nggak kamu bakal Mama jodohin sama anaknya temen Mama."


"Nggak ada jodoh jodohan ma, biat Radit nyari sendiri."


Nita mendengus sebal, selalu saja itu yang diucapkan Radit jika dirinya mengancam akan menjodohkan Radit dengan salah satu anak teman arisannya.


Setelah mengantar Nita pulang, Radit segera melajukan mobilnya menuju apartemen nya.


Saat ini pikiran Radit benar benar sedang penuh, setelah melihat bocah kecil yang wajahnya mirip dengan dirinya waktu masih kecil. Mungkin itu juga yang membuat Mama nya curiga kala melihat bocah kecil yang bernama... ah entahlah Radit bahkan tidak tahu namanya.


Radit mengambil ponselnya, Ia mendial nomer seseorang.


"Ada tugas untukmu."


Setelah menjelaskan Radit mematikan panggilan dan meletakan ponsel diranjang. Ia segera menjatuhkan dirinya diatas ranjang, berharap segera bisa memejamkan mata karena tak ingin mengingat masa lalu yang kembali membayanginya.


Namun baru ingin memejamkan mata, ponselnya berdering membuat Radit mengambil ponselnya.


Caca Calling...

__ADS_1


Radit segera menekan tombol hijau untuk menjawab panggilan dari kekasihnya itu.


"Bukain pintu." kata Caca langsung mematikan telepon membuat Radit mengerutkan keningnya heran.


Tak menunggu lama, Radit segera bangun dan membuka pintu apartemen nya. Dan betapa terkejutnya Radit setelah melihat Caca berada didepan pintu apartemen nya.


"Surprise... aku pulang." kata Caca langsung menghambur ke pelukan Radit yang masih terkejut.


Setelah 1 tahun lamanya LDR karena Caca ada pekerjaan diluar negeri akhirnya sekarang kekasihnya itu pulang dan tanpa memberitahu Radit.


"Kamu pulang?" tanya Radit mengecup kening Caca. kekasih yang lama Ia rindukan. meski sesekali Radit pernah menyusul ke luar negeri untuk menemui Caca yang bekerja sebagai model.


"Ck, masih nggak nyangka kan aku pulang." kata Caca tersenyum sumringah.


"Kamu bilang job nya 2 tahun?"


"Sengaja dicepetin biar bisa bareng bareng lagi di sini sama kamu." kata Caca membuat Radit gemas lalu mengendong Caca membawanya masuk ke dalam apartemen nya.


"Aku bikinin minum." kata Radit setelah Caca duduk di sofa.


Caca mengangguk, Ia melihat lihat seisi apartemen Radit yang isinya masih sama saat dirinya sebelum pergi ke luar negeri.


Radit meletakan coklat hangat dimeja lalu duduk disamping Caca. tak lupa mengecupi pipi Caca yang Ia rindukan itu.


"Gimana ya? maunya aku pergi apa stay di sini aja?"


Radit mengenggam tangan Caca, "Stay di sini aja ya, jangan jauh jauh lagi." kata Radit penuh harap.


Caca tersenyum dan mengangguk membuat Radit langsung memeluk erat Caca.


Radit yang sedang bahagia berbeda dengan Laras yang sangat heran melihat perubahan suaminya. Yang tadinya baik baik saja sekarang terlihat tidak baik baik saja. menjadi pendiam dan murung.


"Mas apa kamu kenal sama mereka?" tanya Laras saat keduanya sudah berada dikamar untuk tidur.


"Mereka siapa?" Dion menatap Laras dengan tatapan tak suka membuat Laras menjadi sungkan.


"Yang tadi kita ketemu di parkiran rumah makan."


"Ohh, enggak "


"Trus kenapa kamu buru buru ngajak pulang."

__ADS_1


"Aku capek, mau tidur." kata Dion langsung menarik selimut dan memunggungi Laras membuat Laras menghela nafas panjang.


"Maaf ya mas." kata Laras dengan suara pelan memeluk Dion dari belakang membuat Dion yang tadinya ingin mengabaikan Laras menjadi tak tega akhirnya berbalik dan memeluk Laras.


"Kenapa minta maaf?" tanya Dion sambil mengelus rambut halus milik Laras.


"Aku udah bikin kamu kesel."


Dion menggeleng pelan, "Bukan kamu, hanya saja..."


"Ya sudah kalau memang belum siap cerita mas, nggak apa apa."


"Kalau kamu dan Yaya ketemu sama orang tadi, lebih baik menghindar saja." pinta Dion.


"Memangnya mereka orang jahat?" tanya Laras tak menyangka jika Dion benar benar mengenal orang yang mereka temui diparkiran restoran tadi sore.


"Nggak bukan jahat, hanya saja takut jika sewaktu waktu mereka berubah menjadi jahat." jelas Dion.


"Jadi benar mas mengenal mereka?"


Dion mengangguk pelan, "Aku mengenal putra ibu tadi tapi aku sudah tak ingin berurusan dengan nya lagi."


Laras mengangguk paham, walaupun sebenarnya dirinya penasaran tentang masalah apa yang pernah terjadi diantara mereka hingga Dion bisa sebenci ini namun Laras tak ingin bertanya lebih lanjut. Tak ingin membuat Dion terluka lagi karena terlihat dari sorot mata Dion jika Dion sangat terluka saat ini.


"Ya sudah, kita tidur saja mas. berhenti memikirkan apapun yang membuat kamu sakit." kata Laras tersenyum membuat Dion ikut tersenyum.


"Ck, rasanya ada yang kurang jika langsung tidur." balas Dion membuat Laras mengerutkan keningnya heran.


"Bener bener deh istri ku ini nggak peka banget." kata Dion langsung menciumi pipi Laras membuat Laras terkekeh.


"Masa lagi sedih mau minta jatah." omel Laras.


"Justru itu momen yang pas biar nggak sedih lagi." kata Dion yang kini sudah berada di atas Laras.


"Nggak mau tau pokoknya malam ini triple lagi." kata Dion langsung menyerang Laras yang belum siap.


"Massss...."


BERSAMBUNG...


jangan lupa like vote dan komen.

__ADS_1


.


__ADS_2