Ibu Pengganti Untuk Zahra

Ibu Pengganti Untuk Zahra
41


__ADS_3

Rama yang kesal akhirnya membawa Sella ke hotel terdekat dan disana Sella langsung saja tertidur pulas sementara Rama mandi lebih dulu karena muntahan Sella yang mengotori bajunya.


Beruntung Rama membawa baju ganti yang Ia simpan dibelakang mobil. Sementara mobilnya yang kotor, Ia akan meminta pertanggung jawaban Sella besok saat Sella sudah sadar.


Rama keluar dari kamar mandi setelah selesai mandi, Ia duduk disofa dan melihat wajah pulas Sella yang terlelap. Wajahny terlihat tanpa beban. Namun Rama masih tak menyangka melihat Sella di club malam dan dalam keadaan mabuk.


"Apa dia sering pergi kesana?" batin Rama.


Lamunan Rama dikejutkan oleh ponsel Sella yang berdering didalam tas Sella. Awalnya Rama ingin mengabaikannya namun karena berdering berkali kali akhirnya Rama mengambil ponsel Sella.


10 calling, 120 messenger


Rama terkejut dengan notifikasi yang ada dilayar ponsel Sella. Rama yang ingin mematikan ponsel Sella karena tak ingin kepo dengan urusan pribadi Sella, namun jarinya malah memencet mesengger hingga Ia bisa melihat pesan yang dikirimkan oleh nomer baru diponsel Sella itu.


Maaf sayang, aku tidak bermaksud menduakanmu. aku hanya menginginkanmu namun kau selalu menolakku. maafkan aku. aku tak ingin putus.


Salah satu pesan yang tak sengaja dibaca oleh Rama lalu Rama segera mengembalikan ponsel Sella.


"Ck, patah hati ternyata." gumam Rama segera merebahkan tubuhnya disamping Sella karena matanya yang mendadak ikut mengantuk.


Sementara Laras yang baru saja membuka pintu untuk Dion yang baru pulang dibuat heran dengan wajah tak bersahabat dari Dion.


Tak ada senyuman hangat atau sapaan yang biasanya Dion ucapkan.


"Mas mau mandi dulu apa langsung makan aja?" tanya Laras yang mengikuti langkah Dion.


"Mau langsung tidur aja." balas Dion ketus membuat Laras mengerutkan keningnya heran.


Ada apa? kenapa berubah? padahal siang tadi saat mereka bertemu masih baik baik saja batin Laras mencoba mencari apa salah dari dirinya.


Namun nyatanya Dion tak langsung tidur, Dion mandi lebih dulu baru setelahnya Dion berbaring tanpa makan malam.


"Mas nggak makan?" tanya Laras pelan,


Dion hanya menggelengkan kepalanya pelan, sibuk dengan ponsel yang sedari tadi Dion mainkan.


"Kamu kenapa mas? marah sama aku? aku ada salah apa?" tanya Laras yang lama lama kesal dengan sikap ketus Dion.


Dion terlihat menghela nafas sebelum akhirnya Dion memperlihatkan ponselnya dimana ada foto Laras saat makan siang bersama Rama.


Astaga, jadi karena ini?


Beberapa jam saat Laras pamit pulang, Dion mendapatkan pesan dari salah satu teman nya yang ternyata berisi foto Laras sedang makan bersama pria yang tak lain adalah sahabat Laras.

__ADS_1


Dan tentu saja membuat Dion kesal, Dion hendak menyusul tempat dimana teman nya melihat Laras namun sayangnya sampai disana Laras malah sudah diantar pulang.


Itu yang membuat Dion kesal dan mendiamkan Laras saat Dion sudah pulang.


"Maaf mas, tadi kami ketemu pas aku lagi nunggu taksi. Rama ngajak makan siang dan aku nggak enak buat nolak."


"Maafin aku mas." kata Laras dengan wajah menunduk.


Dion kembali menghela nafas panjang, "Harusnya kamu ngajak aku juga, biar nggak jadi pemikiran negatif orang lain yang kenal kita."


"Aku percaya kamu sama dia cuma temenan tapi orang lain yang nggak tau bisa mikir macem macem."


"Aku harap besok kamu bisa lebih jaga diri kamu dan juga aku sebagai suami kamu." kata Dion.


"Iya mas, maaf." balas Laras.


"Maafin aku." Laras memberanikan diri memeluk Dion.


"Ck, udah berani ya sekarang." ucap Dion membuat Laras tersenyum.


"Kan biar di maafin."


"Kalau nggak di maafin gimana?" tanya Dion sambil menciumi pipi Laras.


Keduanya pun terkekeh,


"Nggak mau tau pokoknya jatah malam ini dobel." bisik Dion.


"Tiap hari juga double mas."


"Berarti triple ya?"


"Iya deh iya aku mapan aja yang penting mas nggak marah lagi." kata Laras sambil tersipu malu membuat Dion terkekeh.


Baru Dion ingin mencium bibir Laras,


"Papaaa.... Mama....." suara teriakan Laras serta ketukan pintu dari luar mengejutkan keduanya.


"Yaya belum tidur?" tanya Dion saat Laras hendak beranjak dari ranjang.


"Udah kok tadi," Laras segera membuka pintu dan melihat Zahra dengan mata sembab seperti habis menangis sambil membawa teddy bear kesayangan nya.


"Yaya sayang kenapa?" Laras segera mengendong Zahra masuk dan membawa Zahra ke ranjang mereka.

__ADS_1


"Yaya mau tidur sama papa dan Mama."


"Yahh gagal lagi." gumam Dion yang langsung membuat Laras terkekeh.


"Kan Yaya sudah punya kamar sendiri nak, mau papa temenin?" tawar Dion yang langsung digelenggi oleh Zahra.


"Nggak mau, mau tidur di sini sama Mama Papa."


"Ya udah Yaya bobo sini sama mama papa." Laras segera merebahkan tubuh Zahra ditengah.


Terlihat wajah Dion kembali ditekuk, "Ngalah mas, sama anak juga." bisik Laras.


Dan tengah malam Laras terbangun karena mendadak ingin buang air kecil. Keluar dari kamar mandi, ternyata Dion ikut bangun dan menatap nakal ke arahnya.


Tanpa menunggu, Dion mengandeng tangan Laras dan membawa Laras ke sofa yang ada dikamar itu. Sofa yang berukuran cukup besar yang mampu menompang tubuh keduanya.


"Kalau Yaya lihat gimana mas?" bisik Laras saat Dion membawa dirinya ke pangkuan.


"Tenang, Yaya pules tuh."


Dion tak sabar, buru buru membuka kancing baju Laras dan segera menjelajahi tubuh Laras.


Membawa Laras menuju surga duniawi yang terasa nikmat hingga membuat keduanya sama sama mendesah penuh cinta.


Setelah lelah, mereka berdua berbaring disofa, Dion memeluk tubuh Laras dari belakang.


"Rasanya masih pengen nambah." bisik Dion "Tapi ngantuk."


"Udah 3x mas." gerutu Laras membuat Dion terkekeh.


"Nggak tau kenapa kalau sama kamu maunya nambah terus." bisik Dion sambil terkekeh.


Laras lega mendengar ucapan Dion yang seolah dirinya bisa memberikan kepuasan batin untuk suaminya.


Dengan ini mungkin Laras tak akan khawatir jika sewaktu waktu ada wanita lain yang mengoda Dion.


Jangan...


semoga jangan sampai...


BERSAMBUNG....


JANGAN LUPA LIKE VOTE DAN KOMEN...

__ADS_1


__ADS_2