Ibu Pengganti Untuk Zahra

Ibu Pengganti Untuk Zahra
53


__ADS_3

Pagi ini Dion memasuki kantor dengan keadaan sumringah namun mendadak senyum diwajahnya luntur kala melihat seseorang yang tak ingin Ia lihat datang ke kantornya.


Radit.


Dengan rahang mengeras dan tangan mengepal, Dion mencoba untuk mengacuhkan pria yang kini berdiri didepan pintu ruangan nya itu.


"Kita harus bicara." kata Radit membuat gerakan tangan Dion saat ingin membuka pintu terhenti dan langsung menatap tajam Radit.


"Banyak hal yang harus kita bicarakan." kata Radit lagi membuat rahang Dion semakin mengeras.


Jika saja mereka tidak sedang berada dikantor, mungkin Dion sudah menghajar wajah tak tahu malu seperti Radit. Dion hanya tak ingin membuat keributan meskipun Dion sedang berada dikantornya sendiri.


"Kita nggak sedeket itu untuk bahas masalah apapun." balas Dion lalu memasuki ruangan nya.


Tanpa disangka Radit ikut memasuki ruangan Dion,


"Lo nggak bisa ngehindarin gue kayak gini, karena pada akhirnya gue tau semuanya." kata Radit namun Dion mengacuhkan nya. Dion duduk dan membuka laptopnya seperti biasa tanpa merasa ada Radit disana.


"Anak kecil yang sama Lo kemarin, dia anak biologis gue." kata Radit yang langsung membuat Dion tersenyum kecut.


"Bukan nya gue udah bilang dari dulu, kalau Naya hamil anak Lo tapi Lo nggak mau mengakui. sekarang masalahnya apa?" tanya Dion santai.


"Gu-gue nyesel."


Dion terkekeh, "Penyesalan Lo sama sekali nggak guna, karena Naya pun juga udah nggak ada."


"Jadi baiknya lo pergi nggak usah ngusik keluarga gue ataupun anak yang sekarang Lo anggap itu. karena percuma. udah telat!"


Radit terdiam cukup lama begitupun Dion.

__ADS_1


"Gue ... pengen memperbaiki semuanya." kata Radit yang lagi lagi membuat Dion terkekeh.


"Percuma... udah telat." balas Dion.


"Nggak akan gue biarin Lo nyentuh dia yang sudah Lo buang sejak lama."


"Dan nggak ada kesempatan buat pria brengsek macam Lo!"


"Jadi baiknya Lo pergi sekarang." kata Dion kembali fokus pada laptopnya.


Radit berdiri cukup lama setelah mendengar ucapan Dion, sebelum akhirnya Ia keluar dari ruangan Dion.


Melihat Radit sudah keluar, Dion mengendurkan dasinya. Rasanya sesak sekali melihat wajah Radit. meski dari wajahnya Dion bisa melihat wajah penyesalan Radit namun Dion tidak akan semudah itu memberikan Zahra untuk Radit. Tidak, Radit bahkan tidak berada di sisi Naya saat itu, Saat Naya benar benar membutuhkan Radit.


Sementara dibawah, Radit sudah memasuki mobilnya. Ia mengambil amplop coklat yang berada dikursi samping kemudi. amplop coklat yang membuat pikiran nya kacau. sangat kacau dan juga menambah penyesalan dalam hidupnya.


Penyesalan karena tak mengakui anak yang bahkan darah dagingnya sendiri. Andai waktu bisa diputar, Radit ingin memperbaiki semua satu persatu karena rasanya hancur saat kita mengetahui kebenaran dari apa yang tak pernah kita akui sebelumnya.


Makam Naya...


Disini lah Radit berada sekarang, duduk di depan Makam Naya. Setelah membersihkan dan menaburkan bunga di makam Naya, Radit menatap lekat lekat nama Naya nasution yang tertulis di batu Nisan.


"Maafin aku." kata Radit sambil mengelus batu Nisan yang bertuliskan nama Naya.


"Maaf, tak pernah mempercayaimu." tanpa disadari mata Radit mulai memerah.


Teringat beberapa tahun yang lalu, saat Naya datang ke apartemen nya membawa sebuah tespack dengan bahagianya namun dalam sekejap Radit melunturkan wajah bahagia Naya.


"Bisa jadi itu bukan anak gue, sejak awal Lo sama gue kan udah nggak perawan." kata Radit waktu itu yang langsung membuat Naya menangis.

__ADS_1


"Ini anak kamu." suara lirih Naya dengan isakan tangis yang sama sekali tak membuat Radit Iba.


"Nggak mungkin, jangan harap aku bakal tanggung jawab!" kata Radit dan langsung pergi memasuki kamar mengunci dirinya disana.


Awalnya Naya tak menyerah, masih mengetuk pintu kamar Radit, berharap Radit keluar namun sayangnya hampir 30 menit Naya berdiri disana Radit tak keluar yang akhirnya membuat Naya pergi.


Sementara dikamarnya, Radit terlihat frustasi karena sejak awal Ia sudah main aman dan sekarang malah terjadi seperti ini. Ia merasa Naya sedang menjebaknya. Tidak, Radit belum mau menikah apalagi jika sampai Papa nya tau Radit menghamili wanita lain ,bisa bisa Radit tak menjadi penerus utama perusahaan sang Papa.


Kilasan bayangan masa lalu yang tiba tiba di ingat oleh Radit dan entah mengapa membuat dada nya terasa sesak. Radit terus memandangi batu nisan Naya dan tanpa Ia sadari buliran air mata mulai berjatuhan.


Jika saja waktu bisa diputar, Radit ingin memperbaiki semuanya. Dan sekarang bisakah Radit memperbaiki semuanya? Bisanya Radit menjadi sosok Ayah untuk Zahra yang dulu tak Ia akui bahkan Radit malah meninggalkan Naya.


Radit mengusap bekas air matanya, Ia bangkit dan berjalan meninggalkan makam Naya, Radit memasuki mobilnya dan mulai melajukan mobilnya. saat ini di pikiran nya hanya ingin ke satu tempat yaitu rumah Dion yang Ia dapatkan dari orang yang Ia sewa.


Mobil Radit berhenti didepan sebuah rumah diperumahan elit. Mata Radit langsung tertuju pada pagar rumah dimana didalamnya ada bocah kecil sedang bermain sepeda di garasi. Bocah kecil yang sedang ingin Ia lihat saat ini.


Entah memang takdir atau bagaimana, bahkan Mama nya saja sudah bertemu bocah kecil itu lebih awal darinya. Memang wajah Zahra nama dari bocah itu terlihat sangat mirip dengan nya mungkin bisa dibilang versi Radit saat kecil jadi tak heran jika sang Mama sampai histeris saat bertemu dengan Zahra setelah dari kamar mandi kebun binatang saat itu.


Dan jika Mama nya mengetahui kenyataan kalau Zahra anak kandungnya, mungkin Mama nya akan senang dan bahagia karena telah memiliki cucu yang selama ini Ia idamkan.


Tanpa disadari, Radit tersenyum memandangi Zahra hingga seorang wanita yang Radit tau istri baru Dion keluar dan mengajak Zahra masuk.


Sedikit kecewa namun mata Wanita itu langsung tertuju pada mobil Radit yang terparkir didepan membuat Radit buru buru menyalakan mobilnya dan meninggalkan rumah Dion.


Radit memang sepengecut itu, Ia bahkan masih belum berani menemui Zahra secara langsung.


Laras membuka gerbang dan melihat ada mobil yang baru saja berhenti didepan rumahnya namun seketika mobil itu langsung melaju dengan kencang.


"Siapa ya?" batin Laras heran melihat mobil itu sudah tak terlihat lagi.

__ADS_1


Bersambung...


Jangan lupa like vote dan komen...


__ADS_2