Ibu Pengganti Untuk Zahra

Ibu Pengganti Untuk Zahra
42


__ADS_3

Sella merasakan sinar mentari menyapa wajahnya dari sela sela gorden membuat dirinya membuka matanya.


Kepalanya berdenyut merasakan pusing luar biasa, dan badan nya terasa berat sangat berat karena Sella merasa sesuatu menopang tubuhnya.


Sella menyadarkan dirinya, mencoba mendengarkan apa yang terdengar, suara dengkuran dari seseorang.


Dan saat Ia berbalik badan dan melihat siapa yang ada disampingnya,


Aaaaaaaaaa.... seketika Sella berteriak lalu bangun dan memukul pria disampingnya dengan bantal.


"Pria mesum brengsek!"


"Apa yang kau lakukan dikamarku?" jerit Sella sambil terus memukuli Rama mengunakan bantal.


Rama yang kesal karena terkejut dengan teriakan dan pukulan Sella, langsung saja memeganggi kedua tangan Sella membuat Sella tak bisa bergerak.


"Dasar pria mesum! apa yang kau lakukan dikamarku!"


Rama melonggo mendengar ucapan Sella, "Hey, sadarlah!"


"Kau pikir sedang dimana?" ucap Rama kesal membuat Sella celinggukan.


"Dimana aku?" gumam Sella sambil melihat keseluruh ruangan yang ternyata bukan kamarnya.


"Hotel?"


"Kau membawaku ke hotel?" mata Sella melotot menatap Rama yang terlihat kesal.


"Apa yang sudah kau lakukan padaku? dasar pria mesum gila!"


"Lebih baik kau mandilah, dan ikut aku biar ku tunjukan siapa yang dirugikan di sini." kata Rama sengit.


"Jelas aku! jelas aku yang sudah dirugikan disini!"


"Kau, kau memperkosaku?" ucap Sella membuat Rama menatap ke arah Sella tak percaya.


"Bahkan bajumu saja masih utuh, tak ada yang terlepas. bagaimana bisa kau mengatakan hal menyebalkan itu!" Dengus Rama membuat Sella melihat memang bajunya masih utuh tak ada yang terbuka sedikitpun.


"Ayo ikut aku, akan ku tunjukan sesuatu padamu!"


Sella akhirnya menurut saja, mengikuti Rama keluar dari kamar hotel. Mereka menuju tempat parkir mobil, segera Rama membuka pintu depan mobil dan membuat Sella bergindik jijik.


"Iyuhh, jorok banget sih Lo, muntah dimobil." ucap Sella membuat Rama tak terima.


"Lo itu pura pura lupa apa memang sengaja lupa he?"


"Coba deh Lo inget semalem Lo kemana?" tanya Rama.


Sella terdiam, mencoba mengingat kemarin saat Ia pergi ke restoran dan melihat kekasih brengseknya selingkuh dengan wanita lain, setelah itu Sella berniat pulang namun kekasihnya menunggu didepan apartemen membuat Sella mengurungkan niatnya untuk pulang dan berakhir memasuki club malam.


Awalnya Sella hanya duduk disana sampai seseorang menawari nya minum dan astaga...

__ADS_1


Setelah itu Sella sama sekali tak mengingat apapun.


"Semalem niat gue baik, mau nolongin Lo yang digangguin sama om om, gue anter pulang dan Lo bilang nggak mau pulang, abis itu Elo muntah di mobil gue dan gue ajak ke hotel ini yang jaraknya deket. Dan sekarang Lo nuduh gue merkosa Lo trus gue yang muntah dimobil?"


"Se mesum mesum nya Gue, nggak doyan tidur sama cewek mabok." ucap Rama dengan nada kesal.


"Ja-jadi yang muntah di sini gue?" tanya Sella dengan wajah polosnya.


"Masih berani nanya?"Kesal Rama membuat Sella tersenyum miris.


"Sorry, gue bener bener nggak inget. tapi gue janji bakal bersihin mobil Lo."


"Itu emang udah kewajiban Lo!" ketus Rama "Tapi kalau Lo mau tanggung jawab yang lain boleh juga sih, kan Lo sekarang udah waras." kata Rama sambil menatap Sella nakal.


"Bisa nggak sih Lo sekali kali nggak usah mesumin gue!" kesal Sella sementara Rama hanya terkekeh.


....


"Mama kok pergi lagi?" tanya Zahra kala melihat Laras sedang bersiap ke kantor Dion.


"Iya, Mama kan setiap siang harus nganter makanan ke kantor Papa." jawab Laras.


"Yaya ikut Ma." rengek Zahra sambil memeganggi baju Laras.


"Yaya dirumah dulu sama Bik Inah ya? Mama cuma sebentar kok."


Zahra memanyunkan bibirnya, merasa kesal karena selalu saja tak diajak.


Setiap siang Ia harus merayu Zahra agar bisa mengantar makan siang sesuai dengan keinginan Dion. Sementara Zahra sendiri tak mau mengerti dan selalu saja seperti ini.


Laras membuka pintu, melihat Zahra tengkurap di ranjangnya, Ia segera saja mendekati Zahra.


"Sayang, Mama nggak jadi pergi kok. kita tidur aja gimana?" tawar Laras membuat Zahra berbalik dan menatap Laras.


"Nggak mau, nanti pas Yaya bangun Mama pasti sudah pergi." ucap Zahra membuat Laras terkejut.


Mungkin karena sering seperti itu bahkan membuat Zahra hafal dengan sendirinya.


"Nggak lah, Mama kan nggak jadi pergi."


"Pokoknya Yaya nggak mau tidur!"


Bik Inah yang melihat itu segera menghampiri Zahra,


"Yaya mau kerumah nya Tika nggak? katanya disana lagi pada mainan barbie." kata Bik Inah mencoba merayu Zahra. Tika anak tetangga yang sering bermain bersama Zahra saat ditaman.


Mata Zahra langsung saja menatap Bik Inah senang "Mau, yaya mau." Zahra langsung saja bangun dan meminta gendong Laras.


"Sama Bik Inah aja, Mama kan mau tidur siang." kata Bik Inah membuat Zahra langsung cemberut lagi.


"Ayo sini gendong Bik Inah." ajak Bik Inah sudah merentangkan tangannya siap untuk mengendong.

__ADS_1


Zahra pun akhirnya setuju diantar oleh Bik Inah membuat Laras lega.


"Makasih Bik." ucap Laras yang langsung diangguki Bik Inah.


Laras melirik jam tangan nya, sudah hampir waktunya makan siang, Ia segera bergegas keluar rumah dan terkejut dengan Reno sopir Dion yang sudah ada didepan rumah.


"Mau mengantar makan siang buat Bapak Bu?" tanya Reno yang langsung diangguki Laras.


"Mari silahkah. saya antar." ucap Reno membuat Laras mengerutkan keningnya heran.


"Kenapa dijemput?"


"Ini perintah Bapak Bu, karena takut Ibu diantar oleh pria lain lagi."


"Ck, astaga mas Dion." Laras menepuk jidatnya.


Laras segera saja masuk dan Reno mulai melajukan mobilnya menuju kantor Dion.


Karena jalan sedikit macet, Laras sampai dikantor Dion sedikit terlambat. Dan yang lebih mengecewakan lagi melihat Dion tak ada diruangannya dan ternyata sedang diluar untuk makan siang.


"Apa aku terlambat?" batin Laras setelah menanyakan keberadaan Dion pada sekretarisnya.


Dengan perasaan sedikit kesal, Laras menunggu diruangan Dion.


Hampir 2 jam Laras menunggu dan Dion tak kunjung kembali, Laras yang kesal akhirnya beranjak dari duduknya ingin pulang saja namum tiba tiba pintu ruangan Dion terbuka,


"Sayang, kamu masih di sini?" tanya Dion membuat Laras semakin kesal.


"Tadi aku sudah meminta Mira untuk mengatakan jika tak usah menungguku." jelas Dion yang kini sudah mengeratkan kedua tangan nya dipinggang Laras.


"Dia cuma bilang kalau mas lagi makan siang diluar," balas Laras malas.


"Ck, Mira benar benar! biar nanti aku marahi dia!" Dion terlihat ikut kesal.


"Mendadak tadi ada klien yang meminta bertemu sekalian makan siang, dan aku sudah mengirim pesan padamu tapi nomermu tidak aktif." jelas Dion.


"Ponselku mati mas, Ya sudahlah. aku pulang saja kalau mas sudah makan siang." Laras terlihat sangat kesal.


Dion tersenyum lalu mengajak Laras duduk kembali disofa,


"Udah diantar sama istriku tetep bakal aku makan." kata Dion membuka rantang yang dibawa Laras.


"Mas udah makan kan?"


"Udah tapi laper lagi."


"Lihat kamu emang bikin laper, laper sini sama sini." Dion menunjuk bibirnya dan otongnya membuat wajah Laras seketika memerah.


Dasar mas Dion mesum....


Bersambung...

__ADS_1


Jangan lupa like vote dan komen yaaaa


__ADS_2