Ibu Pengganti Untuk Zahra

Ibu Pengganti Untuk Zahra
23


__ADS_3

Semenjak kejadian Video Call, Laras menjadi pendiam dan sering murung.


Bukan apa apa, Ia masih penasaran dengan wanita bernama Sella itu.


Karena sangat penasaraan bahkan Laras sempat menanyakan pada Zahra seusai video call.


"Memangnya Zahra kenal sama Tante Sella?" tanya Laras yang hanya diangguki Zahra.


"Kalau ikut kekantor, Yaya suka ketemu tapi Yaya nggak suka ante jahat itu." kata Zahra polos.


"Ante jahat? kok jahat sih sayang?" tanya Laras semakin penasaran karena Zahra mengatakan jahat.


"Iya Yaya nggak suka karena ante Sella jahat." kata Zahra polos.


"Memangnya Zahra pernah diapain sama Ante sella?" Laras semakin penasaran.


"Dicubit." ungkap Zahra dengan nada kesal "Sakit Ma."


Ya ampun, Laras tak menyangka Sella bisa sejahat itu pada anak kecil, entah apapun kesalahan Zahra seharusnya Ia tidak berbuat demikian apalagi Zahra masih anak anak.


"Tapi Papa tau?" tanya Laras, Zahra hanya menggeleng pelan.


"Jangan bilang sama Papa ma, nanti mama dimarahin sama Papa." kata Zahra.


Laras hanya mengangguk lalu memeluk Zahra, sepertinya Zahra memiliki pengalaman yang tak menyenangkan dengan Sella dan Dion hingga membuat bocah polos itu mengatakan hal seperti itu.


"Ante Sella pernah kesini?" tanya Laras.


"Pernah, kemarin pas banyak orang dirumah Ante kesini." jawab Zahra membuat Laras mengingat. apa sewaktu mbak Naya meninggal ya? kan Laras dikamar waktu itu jadi nggak tau siapa yang datang.


"Ohh gitu, cantik ya ante Sella?" tanya Laras yang tak sempat menatap wajah Sella dilayar video call tadi.


"Jelek, cantikan Mama." kata Zahra yang hanya dikekehi geli Laras, tentu saja Zahra bilang jelek karena Zahra terlihat tidak menyukai wanita itu.


"Kok Mama malah ketawa sih?" tanya Zahra heran.

__ADS_1


"Nggak apa apa, ya udah yuk turun katanya mau nyiram bunga." ajak Laras.


Zahra pun menurut dan mengikuti Laras menuju taman belakang rumah.


Setelah lelah bermain ditaman belakang rumah, Zahra terlelap tidur siang. sementara Laras yang berada disamping Zahra hanya diam termenung memikirkan siapa sebenarnya Sella itu.


Akhirnya Laras iseng membuka instagram dan mencari Instagram Dion, pasti disana Ia bisa menemukan Sella.


Laras membuka Instagram Dion untuk pertama kalinya karena Laras dulu memang tak pernah kepo dengan suami kakaknya itu meskipun Laras memang menyukai Dion, Laras melihat masih banyak foto Naya disana , foto semasa pacaran, foto pernikahan bahkan foto makam Naya pun juga Dion abadikan disana. Laras tak percaya Dion yang terlihat cuek nyatanya bisa selebay ini di media sosialnya.


Foto makam Naya adalah foto terakhir yang Dion upload di instgramnya hingga mata Laras melihat salah satu komentar bernama Sella_sello yang menuliskan serta membubuhkan tanda cinta disana, Fighting❤ .


Segera Laras membuka akun sella_sello itu.


Satu yang Laras ungkapkan saat pertama melihat foto Sella, cantik.


Wanita berkulit kuning langsat, lesung pipi serta memiliki gingsul itu memang terlihat sangat cantik, tapi kenapa tadi Zahra mengatakan jika Sella jelek, apa bukan Sella ini ya? batin Laras.


Laras menscroll kebawah dan terkejut karena ada banyak foto Sella bersama Dion disana.


Bahkan ada foto yang menampilkan Sella, Dion serta Naya disana, membuat Laras semakin penasaran sebenarnya siapa Sella itu dihidup suaminya.


Apa mungkin Sella sahabat Dion? karena jika dilihat mereka sangat dekat bahkan beberapa kali berfoto dengan almahrum mama mas Dion, terlihat sekali jika mereka sangat dekat.


Atau mungkin Sella mantan kekasih mas Dion? tapi kenapa ada foto bersama Naya juga disana, bukankah jika mantan kekasih Dion seharusnya Sella tidak dekat dengan Naya. Apalagi Dion juga sering mengomentari foto Sella meskipun hanya caption ❤ atau 😍 namun nyatanya membuat hati Laras sedikit teriris melihatnya.


Karena kesal tak mendapatkan jawaban akhirnya Laras membanting ponselnya diranjang.


Terserah lah, mau kekasihnya, mau mantan kekasihnya pun Laras tak peduli, memikirkan ini saja membuatnya sangat kesal dan cemburu tentunya.


"Dia nglarang gue pergi sama cowok, ee dianya sendiri malah pergi sama cewek, emang dasar nyebelin." gerutu Laras.


....


Dion sampai dirumah pukul 1 dini hari. seharusnya Dion disana 2 hari namun memang Dion sengaja kebut kerjaan agar bisa sehari selesai dan hasilnya Ia sekarang kelelahan.

__ADS_1


"Udah pada Tidur Bik?" tanya Dion pada Bik Inah yang membukakan pintu.


"Udah Tuan, Non Laras nemenin tidur Non Zahra dikamar Non Zahra." balas Bik Inah.


"Ya sudah, Dion ke atas dulu, Bibi istirahat." kata Dion.


"Baik Den."


Dion berlalu meninggalkan Bik Inah berjalan menuju kamarnya, sedikit kesal karena kamarnya kosong. Seharusnya Laras tidur disini saja mengapa pula malah tidur dikamar Zahra atau mungkin Zahra yang rewel tidak ingin tidur sendiri? batin Dion.


Dion segera memasuki kamar mandi untuk membersihkan diri dan memakai piyamanya.


Selesai dan Dion menghampiri Laras dikamar Zahra, awalnya Dion ingin memindahkan Laras kekamarnya namun saat melihat posisi tidur Zahra yang memeluk tubuh Laras membuat Dion mengurungkan Niatnya.


Dion pun mengecup pipi Zahra dan juga Laras secara bergantian, setelah itu Ia tidur disamping Laras yang memang masih ada tempat kosong, memeluk Laras dari belakang, membuat Laras kesal karena sebenarnya Laras belum tidur, Ia hanya pura pura tidur karena sedang malas dengan Dion tapi sekarang dengan santainya Dion memeluknya seperti ini membuat Laras kesal.


Cukup Lama Dion memeluknya membuatnya semakin sebal karena Dion tak kunjung melepaskan dan sepertinya Ia malah tertidur akhirnya Laras berinisiatif untuk berbalik dan posisi terlentang agar Dion tergeser dan jatuh karena ranjangnya memang sempit.


Biarkan saja Laras dikatakan istri durhaka, salah sendiri udah tau ranjang sempit maksa banget buat tidur disini.


Brugggg... Dion yang baru saja akan terlelap pun terkejut karean dirinya jatuh.


"Ck, huh." decakan sebal Dion membuat Laras ingin tersenyum geli namun masih Laras tahan karena Ia pura pura memejamkan mata.


Dion yang melihat posisi Laras sudah tak dipeluk Zahra lagi pun akhirnya berinisiatif memindahkan Laras ke kamarnya.


"Maafin Papa ya nak, dikamar papa butuh guling soalnya." kata Dion sambil terkekeh membuat Laras terkejut.


"Apa maksudnya?" batin Laras sebelum Ia merasakan tubuhnya diangkat oleh Dion dan dibawa keluar.


"Astaga, apa mas Dion memindahkanku dikamar? benar benar menyebalkan." batin Laras.


Niatnya ingin menghindari Dion eee malah sekarang Ia jadi seranjang lagi dengan Dion mana Dion langsung memeluknya seenaknya lagi, yah meskipun Laras sendiri senang tapi momen seperti ini tidak pas karena Laras sedang kesal dengan Dion.


Entah besok Laras harus bersikap bagaimana saat Dion bangun, Laras juga masih binggung. karena jujur Laras masih sangat kesal dengan Dion perihal Sella yang Laras sendiri masih belum tau siapa dia.

__ADS_1


TBC.


__ADS_2