Ibu Pengganti Untuk Zahra

Ibu Pengganti Untuk Zahra
27


__ADS_3

Baru saja Dion bisa memejamkan matanya namun Ia kembali harus menahan kantuknya karena gerakan gerakan Laras yang entah mengapa membuatnya sedikit terganggu.


Dion menatapi punggung Laras karena Laras memang memunggunginya. Ia bisa melihat jika Laras tak bisa tidur padahal Laras sudah memejamkan mata sedari tadi namun nyatanya Laras masih belum benar benar terpejam.


Karena gemas akhirnya Dion memberanikan diri memeluk tubuh Laras dari belakang.


"kamu lagi pms ya dek?" tanya Dion.


''Haa?" tanpa Laras sadari Ia mengeluarkan suara padahal tadinya Laras ingin pura pura tidur karena sedang malas menanggapi Dion.


"Kamu lagi pms apa gimana sih dek?" tanya Dion.


"Eng-enggak mas, kenapa emangnya?" tanya Laras sedikit curiga, jangan jangan Dion ingin memintanya sekarang, apalagi sekarang posisi Dion yang sudah menempel padanya seperti ini.


"Oh, aku kira lagi pms, habisnya marah marah terus dari tadi siang." jelas Dion yang membuat Laras mengerti jika Dion tidak sedang ingin meminta haknya, huh dasar Laras mesum.


"Aku nggak marah." sangkal Laras.


"Kalau nggak marah kenapa sekarang munggungi aku? trus pura pura udah tidur padahal dari tadi kamu sebenernya belum tidur." tanya Dion.


Laras pun membalikan tubuhnya menghadap kearah Dion "Nih aku nggak munggungi mas kan?" sangkal Laras membuat Dion seketika tersenyum.


Dion dan Laras memandang satu sama lain, tangan Dion pun mengelus pipi lembut Laras. Dan saat wajah mereka semakin dekat, keduanya dikejutkan oleh suara ponsel di nakas.


"Ck, sialan!" gerutu Dion segera mengambil ponsel dan mengerutkan keningnya heran melihat Sella memanggil nya larut malam begini.


Segera Dion menggeser tombol warna hijau untuk menjawab panggilan Sella. Dion terlihat bangkit dan menjauh dari ranjang membuat Laras semakin kesal saja. Baru saja hati Laras sedikit membaik namun kini bertambah lagi kekesalannya. Laras tak tau apa yang Dion bicarakan dengan Sella, yang Ia lihat Dion terlihat terkejut entah apa yang mereka bicarakan.


Hingga Dion mematikan panggilan dan buru buru membuka lemari baju membuat Laras heran.


"Ada apa mas?" tanya Laras.


"Aku harus pergi sekarang, ada hal penting yang aku urus." kata Dion sambil menganti bajunya.


"Selarut ini?" tanya Laras heran melihat jan dinding sudah pukul 12 malam.


"Ya, aku titip Zahra." Dion mengecup kening Laras lalu keluar begitu saja tanpa menjawab Laras yang masih penasaran dengan apa yang terjadi.


Pikiran Laras tentu tidak baik baik saja. Sebenarnya siapa Sella itu? apa sepenting itukah untuk mas Dion sampai tengah malam begini mas Dion rela keluar demi wanita itu.


Mereka akan menikah 4 hari lagi, jika benar Sella wanita nya Dion lalu apa yang akan terjadi dengan rumah tangganya nanti?


Laras meraup wajahnya, Ia sudah tak tahan lagi untuk memendam perasaan beberapa hari ini karena wanita bernama Sella itu.

__ADS_1


"Mungkin aku akan menanyakan mas Dion, ya mungkin aku harus tau siapa Sella itu." batin Laras mengusap wajahnya yang penuh air mata.


Sementara Dion buru buru memasuki kantor, Ia melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi jadi hanya perlu 10 menit untuk sampai kantor. Ia datang sendiri tanpa Reno karena ini sudah tengah malam, tak ingin menganggu waktu istirahat Reno.


"Ck, gila dihubungin dari tadi nggak nyaut nyaut! keenakan malam pertama sama istri baru hee?" cerocos Sella saat Dion baru sampai diruangannya.


"Jadi gimana ceritanya? beneran berhasil nemuin pelakunya?" tanya Dion to the point tak mengubris cerocosan Sella.


"Udahlah, gila ada banyak banget yang korup di perusahaan Elo. nggak cuma disini, dibandung juga banyak."


"Salah Lo nih terlalu mempercayakan semuanya sama bawahan yang nggak bisa dipercaya." kata Sella memberikan 3 lembar kertas hasil kerja kerasnya beberapa hari ini.


Sella sepupu Dion dan juga hacker wanita handal yang sengaja Dion berikan pekerjaan agar mencari sebab keuntunga perusahaan menurun akhir akhir ini.


Dan sekarang Dion sudah menemukan jawaban dari kecurigaannya selama ini, Ia membaca semua nama nama yang tertera di kertas yang baru saja Sella berikan.


Nama nama yang sangat familiar untuk Dion dan bahkan Dion sangat mengenali mereka karena Mereka adalah orang orang kepercayaan Dion.


"Gila banyak banget." kata Dion melihat 3 lembar kertas yang penuh dengan nama nama karyawannya.


"Pokoknya gue minta bayaran plus bonusnya."


"Ck, duit aja yang Lo pikirin! nikah sana biar dapet duit dari suami!" celetuk Dion setelah selesai membaca 3 lembar kertas itu.


Dion tersenyum tipis "Karna Lo nggak tau aja nikmatnya nikah itu kayak apa."


"Pantesan Lo doyan Nikah." ejek Sella "Segitu nikmatnya ya."


"Sialan Lo!" Sella tertawa berhasil membuat Dion kesal.


"Trus mau Lo apain tuh orang orang?" tanya Sella penasaran.


"Enaknya di apain nih? dikuliti dulu, disiksa sampai puas apa langsung tembak mati aja?"


"Dasar psycopath." Sella tertawa mendengar candaan Dion.


"Dahlah, gue mau balik aja. gue buru buru kesini ternyata cuma mau dikasih ginian." kata Dion seraya bangkit dari duduknya.


"Eh kayak gini aja bikin gue nggak tidur beberapa hari ini."


"Jangan lupa transfer duit gue." teriak Sella melihat Dion berjalan meninggalkan ruangan nya. Namun Dion tak menjawab dan langsung menutup pintu begitu saja membuat Sella kesal.


...

__ADS_1


Sesampainya dirumah Dion melihat Laras sudah terlelap, Ia memandangi wajah istrinya sebentar lalu memasuki kamar mandi untuk membersihkan diri.


Selesai menganti baju dengan piyama, Dion berbaring disamping Laras. karena Dion tak suka Laras memunggunginya, Ia membalikan tubuh Laras agar bisa memandang Laras lebih dekat.


Pelan pelan agar tak membangunkan Laras dan berhasil. Ia bisa membalikan tubuh Laras tanpa membangunkan Laras.


"Cantik banget sih dek kamu." gumam Dion. Ia melihat Laras seperti sedang melihat Naya karena wajah keduanya sedikit mirip hanya saja pipi Naya lebih chubby dan milik Laras terlihat tirus namun keduanya sama, sama sama cantik dan baik.


Dion memandangi Laras hingga tanpa Ia sadari ikut terlelap bersama Laras menuju alam mimpi.


Paginya, Laras bangun dan terkejut melihat Ia tidur dipelukan Dion.


"Sejak kapan mas Dion pulang? kok aku nggak tau ya?" batin Laras.


Pelan pelan Laras keluar dari rengkuhan Dion karena tak ingin menganggu tidur Dion namun usahanya gagal karena Ia malah membangunkan Dion.


"Jam berapa dek?" tanya Dion dengan suara serak khas bangun tidur.


"Jam 5 mas, tidur lagi aja." kata Laras mengingat Dion sudah mengambil cuti untuk persiapan pernikahan mereka yang hanya kurang 3 hari lagi.


"Aku harus ngantor hari ini." Dion bangkit dan merenggangkan kedua tangannya.


Ucapan Dion membuat Laras mendelik tajam, "Mas kerja? bukan nya mas kemarin bilang ambil cuti buat persiapan pernikahan?"


"Ya gimana lagi, masih banyak yang harus kuurus dikantor."


"Jangan jangan ini cuma alasan mas aja biar bisa ketemu wanita itu!"


Dion menatap Laras bingung, Wanita? wanita yang mana.


BERSAMBUNG...


maaf baru update dan mungkin cerita ini akan lebih sering update untuk kedepan nya, InsyaAllah.


Masih adakah yang nungguin? hehe


Dan mungkin nanti baka aku ganti judulnya,


Ibu Pengganti Untuk Zahra.


Biar kalian nggak kaget liat judulnya beruba😁


mksh buat yang masih mau nungguin cerita ini.

__ADS_1


__ADS_2