
Suasana Duka menyelimuti rumah Dion, dimana banyak para tentangga, saudara, dan teman teman yang hadir melayat dirumah Dion.
Sedangkan itu Laras mengurung dirinya dikamar, Ia benar benar sangat Shock dengan kepergian sang kakak apalagi permintaan sang kakak yang sangat sulit untuknya, tapi bagaimana, Ia sudah berjanji pada Naya disaat saat terakhir Naya.
Dan bagaimana dengan Rama? setelah Naya meninggal, entah sejak kapan Rama sudah tak ada disamping Laras, bahkan hingga sekarang pun Rama tidak bisa dihubungi, ponselnya mati.
Kecewa dan sakit mungkin itu yang dirasakan Rama karena penantian cinta untuk Laras nyatanya sia sia saja, begitupun dengan Laras yang juga merasakan hal yang sama, kecewa karena rencana pernikahan dengan Rama harus kandas ditengah jalan, disaat Laras sudah bisa menerima Rama dihatinya, tapi mengapa seolah takdir memisahkan Rama dan Laras? apakah ini yang dinamakan tidak jodoh.
Entahlah semua hanya Tuhan yang tahu.
Sekali lagi Laras mendial nomer Rama namun sia sia saja, sudah hampir 30x Laras mendial nomer Rama namun nyatanya masih tidak aktif, mungkin Laras harus menemui Rama dan berbicara pada Rama secara langsung.
...
3hari telah berlalu sejak kematian Naya, entah Laras ataupun Dion keduanya saling menghindar, bisa dibilang Laras sama sekali belum bertemu dengan Dion sepulang dari rumah sakit.
Laras hanya mengurung didalam kamar selama 3 hari, bahkan makanan pun diantar oleh Bik Inah selama 3 hari ini, dan Zahra? ya Zahra juga bersama Bik Inah selama 3 hari ini
Hingga akhirnya hari ini Laras keluar juga, Ia berniat menemui Rama karena hingga semalam Rama belum bisa dihubungi.
Saat turun dari tangga, Ia hanya melihat Bik Inah yang sedang membersihkan ruang tamu.
"Non Laras mau kemana?" tanya Bik Inah melihat Laras sudah berpakaian rapi.
"Aku mau keluar sebentar Bik, oh ya Zahra kemana?" tanya Laras.
"Non Zahra ikut kekantor Tuan Dion." jawab Bik Inah yang membuat Laras sedikit merasa bersalah karena selama 3 hari Laras mengabaikan Zahra yang kini sudah menjadi tanggung jawabnya.
"Oh, ya udah Bik, Laras berangkat dulu." pamit Laras keluar dari rumah Dion.
Taksi online yang dipesan Laras sudah datang dan segera meluncur menuju ruman Rama.
Sesampainya disana, Laras segera mengetuk pintu rumah Rama, berharap Rama berada dirumah namun sayangnya Mama Rita yang membukakakan pintu rumah.
__ADS_1
"Laras.." Rita terlihat terkejut melihat kedatangan Laras disaat dirinya masih berduka. segera Rita memeluk tubuh Laras "Mama ikut bela sungkawa atas meninggalnya Naya kakak kamu, mama yakin kamu pasti bisa melewati ini semua sayang, yang sabar yaa." kata Rita menghibur Laras.
"Makasih Ma.." keduanya pun melepaskan pelukan masing masing.
"Ma, Rama ada dirumah, Laras pengen ketemu sama Rama." kata Laras.
Terlihat Rita menghela nafas lelah "Mama udah tau apa yang terjadi dengan kalian berdua.'' kata Rita terlihat sedih.
"Maafin aku Ma, aku nggak nyangka kalau semuanya akan seperti ini." kata Laras tak kalah sedih.
"Sebenernya Mama kecewa karena selama ini Mama udah berharap banyak sama kamu Laras, tapi jika memang sudah seperti ini Mama juga nggak bisa berbuat apapun lagi selain ikhas, karena wasiat memang harus dilakukan Laras." jelas Rita.
"Laras mau ketemu Rama Ma, Laras harus bicara sama Rama." kata Laras.
"Udah 2 hari Rama pergi, Dia menginap divilla kami, kamu masih inget kan Villa yang dulu kita pernah kesana?" tanya Rita.
"Ya Ma, Laras inget," kata Laras "Laras pamit dulu Ma, mau kesana." kata Laras dengan semangat.
"Ya, kalian memang harus bicara." kata Mama yang diangguki Laras.
3Jam barulah Laras sampai di villa, dan hari ini sudah sore menjelang magrib.
"Mang ujang." sapa Laras pada penjaga Villa.
"Lho neng Laras, mau ketemu sama Den Rama ya? pas banget Non, Den Rama juga baru aja balik." kata Mang ujang.
"Emang Rama habis darimana mang?" tanya Laras penasaran.
"Jalan jalan ke kebun Non." jawab Mang Ujang.
"Oh oke deh, aku masuk dulu ya mang.'" kata Laras.
"Iya neng."
__ADS_1
Laras segera memasuki villa yang memang tak terkunci, segera Laras menjelajahi villa untuk mencari Rama.
Karena tak menemukan Rama diluar akhirnya Laras memasuki kamar yang sepertinya dipakai oleh Rama melihat ada barang barang milik Rama disana.
Laras melihat Ranjang Rama yang kosong namun Ia mendengar suara gemericik air dari dalam kamar mandi, ah sepertinya Rama sedang mandi batin Laras menunggu Rama duduk dipinggir ranjang.
Ceklekkk... pintu terbuka menampilkan Rama disana yang hanya dibalut handuk dipinggangnya sementara bagian dada yang shirtless terexspos, Laras menatap Rama tak berkedip, kenapa Laras baru menyadari jika Rama setampan ini.
Sementara itu Rama terlihat terkejut melihat Laras yang ada didepannya .
"Laras, ngapain kamu disini?" tanya Rama terdengar dingin. Yah Laras tau jika Rama sedang kecewa dengan nya.
"Rama, aku.." Laras berjalan mendekat kearah Rama namun terlihat Rama menghindari.
"Sudahlah, semuannya sudah jelas, Naya memintamu untuk bersama suami dan anaknya jadi semuanya sudah berakhir sekarang, kau juga tak menolak permintaan Naya kemarin." kata Rama terdengar marah.
"Aku minta maaf." kata Laras lirih.
"Sudah, pergilah! jangan cemaskan atau mengasiani ku, mulai sekarang aku akan melepaskan mu.'' kata Rama yang entah mengapa membuat hati Laras sakit.
"Pergilah, menikahlah dengan suami Naya dan jadilah ibu yang baik untuk Zahra, aku benar benar mengikhlaskanmu."kata Rama.
Sakit, itulah yang Laras rasakan melihat pria yang selalu mencintainya kini terlihat menyerah.
Laras hanya diam, Ia segera membuka kancing kemeja yang Ia kenakan lalu melepaskanya hingga menampilkan kulit putih susu yang mulus serta gundukan dada Laras yang masih tertutup bra.
"Apa yang kau lakukan? jangan gila Laras!" bentak Rama melihat tubuh setengah badan milik wanita yang selama ini ia cintai itu.
Rama takut jika Ia tak bisa menahan dan menyerang Laras namun Laras sepertinya tak mengindahkan ucapan Rama karena Ia kini malah melepas celana jeans yang Ia pakai hingga gini Ia hanya menggunakan Bra dan celana dalam saja namun ternyata tak cukup sampai disitu karena Laras juga melepaskan bra dan celana dalamnya hingga ia benar benar telanjang tak mengenakan sehelai benang pun.
Glekkk.... Rama menelan ludahnya, Ia hanya diam tertegun melihat keindahan tubuh wanita yang Ia puja selama ini.
Tanpa Rama sadari Laras sudah berada didepannya, tangannya sudah memeluk leher Rama hingga tubuh mereka saling bersentuhan membuat Rama menegang.
__ADS_1
"Hari ini aku milikmu, lakukan apapun yang kau mau dan jadilah orang pertama yang menjamah tubuh ini agar penantianmu selama ini tidak sia sia." bisik Laras ditelingga Rama.
TBC.