
Sella berjalan menuju ruangan Rama. Sudah beberapa kali Ia mendatangi Rama dan cukup bersyukur Rama bisa diajak kerja sama. Tidak lagi cabul padanya.
Mengingat malam pertemuan mereka yang membuat Sella gila karena ciuman pertamanya dengan mudahnya diambil oleh Rama tanpa persetujuan darinya.
Tampan, memang Rama sangat tampan. Wajahnya bak oppa oppa korea yang begitu disenangi kaum hawa namun dirinya sama sekali tak tertarik dengan pria tampan seperti Rama yang mesum.
"Cari Rama lagi?" tanya Wanita yang menghadangnya didepan pintu masuk ruangan Rama. Wanita bernama Sinta yang selalu menatapnya dengan tatapan tak suka jika Ia datang.
"Sudah jelas bukan? jadi lebih baik minggir." balas Sella dengan tatapan malas seolah enggan berurusan dengan Sinta.
"Rama nya lagi sibuk, nggak bisa di ganggu." kata Sinta membuat Sella heran. sebenarnya sejauh apa hubungan Sinta dan Rama itu, kenapa bisa Sinta begitu protektif pada Rama padahal jika dipikir Sinta hanyalah sekretaris Rama.
Sella tersenyum "Benarkah Rama sibuk?"
Sinta mengangguk,
Sella kembali tersenyum, rasanya ingin menertawakan Sinta saat ini juga, karena sebelum datang Sella sudah memastikan jika Rama sedang tidak sibuk.
"Kamu nggak percaya?" tanya Sinta terkejut kala Sella mendial nomer Rama.
"Saya cuma memastikan kalau Rama benar benar sibuk jadi saya bisa segera pulang saja." kata Sella sebelum akhirnya Rama mengangkat panggilannya.
"Aku udah didepan tapi kata sekretaris kamu, kamunya lagi sibuk." ucap Sella dengan nada manja membuat Sinta mendidih kepanasan.
"Oh gitu, oke deh aku masuk ya." kata Sella lalu mengakhiri panggilannya.
"Katanya Rama nggak sibuk tuh." kata Sella melewati Sinta begitu saja membuat Sinta mengepalkan tangannya.
"Sebenarnya ada hubungan apa mereka itu? kenapa wanita itu sering menemui Rama akhir akhir ini? dan lagi Rama sudah tidak pernah lagi meminta padanya." Batin Sinta sangat penasaran.
Sella memasuki ruangan Rama dan mendapati Rama sedang tersenyum menatapnya,
"Sebenarnya ada hubungan apa sih kamu sama sekretaris kamu itu, kenapa dia ngeselin banget tiap aku datang?" tanya Sella sebelum akhirnya Ia duduk disofa, tepat didepan Rama yang sudah menunggunya.
"Cemburu baby?" goda Rama membuat sella melotot tak percaya.
"Mau pacaran sekalipun juga aku nggak peduli, cuma mau bilang. jangan kaget setelah lihat ini." kata Sella sambil menunjukan sebuah map coklat yang Ia bawa.
Sella lantas mengulurkan map itu agar bisa dibuka dan dibaca oleh Rama.
"Setelah diselidiki ternyata selama ini dana perusahaan banyak yang masuk ke rekening ini dan mungkin memang semua masuk kesana tanpa sepengetahuan kamu."
__ADS_1
"Lagian gimana bisa sih, Lo nggak tau dana segitu banyak bisa masuk ke rekening itu." heran Sella disela sela menjelaskan.
"Dan jangan kaget siapa pelakunya, tadaaa... itu adalah sekretaris kamu sendiri."
Awalnya Rama sempat terkejut, melihat dana itu masuk ke rekening sinta. Namun setelah di ingat ingat, Sinta sering memberikan kertas kosong untuk Ia tanda tangani dan ia percaya saja karena Sinta selalu mengatakan banyak alasan agar dirinya percaya.
Dan sekarang barulah Rama sadar jika selama ini Ia sudah di bodohi oleh Sinta.
Kecewa? tentu saja karena Sinta telah merusak kepeecayaan nya yang sudah Ia berikan sepenuhnya pada Sinta.
"Dan yang lebih kaget lagi, sekretaris Lo itu sering transfer uang ke rekening Bima, salah satu karyawan Lo juga.
Rama mengangguk paham, meski sebenarnya Rama masih tak percaya Sinta melakukan ini semua.
"Apa uang yang selama ini Ia berikan untuk Sinta kurang? sampai Sinta melakukan semua ini." batin Rama.
"Jadi sekarang semua keputusan ada ditangan kamu, karena mereka karyawan kamu."
"Udah kelar semua kerjaan aku dan aku minta bayaran terakhir segera ditransfer." kata Sella lalu bangkit dari duduknya.
"Yakin udah bersih, nggak ada yang ke sisa?" tanya Rama sebelum Sella pergi.
"Kamu nggak percaya sama kerjaan aku?" Sella menatap kesal ke aarah Rama.
"Gila Lo." kesal Sella lalu pergi begitu saja meninggalkan ruangan Rama membuat Rama terkekeh.
"Gue nggak akan nglepasin Lo dengan mudah Baby." gumam Rama.
Setelah Sella keluar, pintu kembali terbuka. Awalnya Rama pikir Sella kembali namun ternyata Sinta yang memasuki ruangannya.
Ceklek... pintu ruangan dikunci oleh Sinta membuat Rama segera membereskan bukti yang baru saja Ia baca.
Sinta melepaskan kancing bagian atas hingga terlihat belahan dada miliknya, lalu Ia menghampiri Rama dan duduk dipaha Rama.
"Mau ngapain?"
"Ck, dingin banget. emang kamu nggak kangen?" bisik Sinta ditelinga Rama.
"Akhir akhir ini kamu jarang minta, apa udah ada yang lain? apa cewek yang baru aja keluar yang udah bisa muasin kamu sampai kamu nglupain aku?" tanya Sinta menatap Rama manja namun Rama masih saja acuh padanya.
"Lagi nggak pengen akhir akhir ini." balas Rama "Jadi mendingan kamu keluar." kata Rama namun sinta tak menyerah.
__ADS_1
Sinta semakin mengoda Rama membuat Rama benar benar kesal.
"Keluar sebelum aku marah!"
Dengan raut wajah kecewa, Sinta keluar dari ruangan Rama.
"Sial, cewek itu bener bener udah ngambil Rama dari gue!"
....
Bukan Rama tak percaya dengan pekerjaan Sella, Namun Rama hanya ingin memastikan kebenarannya saja. malam Ini Rama melajukan mobilnya menuju apartemen Sinta. Ralat apartemen yang Ia berikan untuk Sinta.
Rama datang bukan karena menginginkan Sinta namun karena ingin memastikan sesuatu.
Keberuntungan sedang berpihak pada Rama karena dari dalam mobil Rama melihat Sinta keluar dari mobil bersama Bima.
Mereka berjalan memasuki apartemen. Karena penasaran Rama akhirnya mengikuti sampai dalam apartemen karena Rama mengetahui sandi apartemen.
Rama melihat mereka sedang asyik menyentuh satu sama lain hingga tak tau jika Rama masuk dan bersembunyi dibalik pintu.
Rama benar benar melihat hubungan panas mereka yang membuat pemikiran Rama selama ini tentang Sinta benar adanya. Jika Sinta hanyalah seorang jalang.
"Gue butuh 300juta." kata Bima disel sela hubungan panas mereka dan Rama bisa mendengarnya.
"Gila, bukannya kemarin udah gue kasih 150 juta, ahh.."
Bima semakin mempercepat temponya agar segera berakhir.
"Ck, Lo tinggal minta sama Rama, gampang kan." kata Bima berbaring disamping Sinta setelah memdapatkan kepuasan.
"Masalahnya akhir akhir Rama nyuekin gue. nggak pernah minta sama gue."
"Gampang aja. tinggal Lo minta tanda tangan dikertas kosong kayak biasa dan semua beres."
Sinta tersenyum setuju.
Dan dibalik itu ada Rama yang mendengarkan percakapan mereka.
Rama mengepalkan tangannya.
BERSAMBUNG....
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE VOTE DAN KOMEN YAAA.
.